Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-290. Tiba di kota Awan.


Sesampainya di kediaman tetua Liu Changhai, Lin Feng langsung mengatakan kalau dia dan Luo Ning harus segera pergi meninggalkan sekte, karena mereka berdua harus menemui seseorang yang mungkin mengetahui tentang racun yang ada di tubuh Luo Ning.


Tetua Liu Changhai dan yang lainnya nampak sedikit tidak rela saat mendengar perkataan Lin Feng, padahal Lin Feng baru saja kembali setelah sekian lama, tapi sekarang dia malah ingin pergi lagi. Meskipun begitu, mereka semua juga tidak bisa melarang Lin Feng, karena mereka semua sudah mengetahui alasan kepergian Lin Feng kali ini.


"Baiklah Feng'er, maaf karena guru tidak bisa memberikan bantuan apapun kepadamu. Guru hanya bisa berharap, semoga kau dan Luo Ning berhasil menemukan orang itu dan menyembuhkan racun tersebut" ucap tetua Liu Changhai.


"Baik guru!" ujar Lin Feng.


"Kak Feng, kalau kau membutuhkan bantuan, kau bisa menghubungi ku" ucap Feng Baojia.


"Tentu saja, aku pasti akan langsung menghubungi kalian saat membutuhkan bantuan" jawab Lin Feng.


"Baiklah, kalau begitu aku dan Luo Ning pergi!" ucap Lin Feng.


"Feng'er, dimanapun kau berada nantinya, ingatlah untuk selalu waspada dan berhati-hati!" ujar tetua Liu Changhai.


"Terimakasih guru, aku akan mengingat nasehat guru" jawab Lin Feng.


"Semuanya, kami berangkat!" ucap Luo Ning.


Setelah berpamitan kepada mereka semua, Lin Feng dan Luo Ning langsung berangkat meninggalkan sekte Phoenix Emas. Beberapa saat setelah meninggalkan sekte Phoenix Emas, Lin Feng langsung menghubungi Lin Jianheeng untuk memberitahukan kepadanya, kalau mereka berdua tidak akan kembali ke kota Zuanshi.


Meskipun awalnya merasa sangat kesal, karena Lin Feng pergi tanpa menemuinya lagi, tapi Lin Jianheeng juga bisa mengerti keadaan cucunya. Jadi, Lin Jianheeng tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut dan langsung memberikan izin kepada Lin Feng dan Luo Ning.


"Feng'er, ingatlah untuk tidak membuat masalah saat berada di sana nanti!" ucap Lin Jianheeng melalui telepati.


"Baik kakek!" jawab Lin Feng.


"Bagaimana?" tanya Luo Ning.


"Kakek sepertinya kesal karena kita tidak pulang, tapi dia sudah memberikan izin" jawab Lin Feng.


"Apa kau yakin kakek tidak akan marah?" tanya Luo Ning.


"Tenang saja, aku sangat yakin kakek akan mengerti dengan kondisi kita saat ini" jawab Lin Feng.


"Semoga saja begitu" ucap Luo Ning.


***


Karena jarak antara kota Zuanshi dan kota Awan sangat jauh, Lin Feng dan Luo Ning menghabiskan waktu dua hari untuk sampai di kota tersebut. Saat ini, Lin Feng dan Luo Ning sedang berada dalam antrian yang cukup panjang untuk masuk ke kota Awan.


Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya tiba giliran Lin Feng dan Luo Ning untuk diperiksa. Saat diminta untuk menunjukkan identitas oleh penjaga gerbang, Lin Feng menunjukkan lencana sekte Phoenix Emas, sehingga mereka berdua bisa masuk ke kota dengan mudah dan tidak melewati pemeriksaan yang berarti.


Saat mereka berdua telah melewati gerbang dan berada di kota, Lin Feng tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, untuk sejenak, perasaan benci, marah dan kesal kembali merasuki dirinya, bahkan Lin Feng sampai berpikir untuk balas dendam saat itu juga.


Akan tetapi, Lin Feng mencoba untuk memendam dan mengubur perasaan tersebut, Lin Feng juga mencoba melupakan dendamnya untuk sejenak, setidaknya sampai dia berhasil menyembuhkan Luo Ning. Karena tujuan utamanya datang ke kota itu adalah untuk mencari orang yang bisa menyembuhkan Luo Ning.


"Ternyata sekte Phoenix Emas memang terkenal di benua timur, buktinya sikap para penjaga tersebut langsung berubah saat melihat lencana itu" ucap Luo Ning.


"Tentu saja, karena sekte Phoenix Emas memang sangat disegani di benua timur ini" jawab Lin Feng.


"Lalu, kita harus kemana sekarang?" tanya Luo Ning.


"Kita akan pergi ke restoran dengan pengunjung yang banyak, dengan begitu, kita bisa mendapatkan informasi dengan gratis" jawab Lin Feng.


Lin Feng kemudian mengajak Luo Ning menuju ke salah satu restoran yang sangat terkenal di kota Awan, meskipun sudah bertahun-tahun tidak datang ke kota Awan, namun Lin Feng masih mengingat dengan jelas tentang kota tersebut. Terlebih lagi, kota Awan memang tidak banyak berubah.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah sampai di depan sebuah restoran yang cukup megah. Saat melihat bangunan restoran tersebut, Lin Feng tiba-tiba saja tersenyum sinis, karena restoran tersebut juga pernah meninggalkan kenangan buruk pada tubuh yang sekarang ditempati oleh jiwa Zhao Feng.


"Lin Feng, ada apa?" tanya Luo Ning.


"Tidak apa-apa, aku hanya teringat dengan beberapa hal yang cukup memalukan. Sudahlah! Lebih baik kita masuk sekarang" jawab Lin Feng.


Saat mereka berdua masuk ke restoran tersebut, pandangan semua pengunjung restoran langsung terfokus kepada mereka berdua, bagaimana tidak? Dengan penampilan mereka berdua yang sangat elegan, serta wajah yang sangat tampan dan sangat cantik, tentu saja membuat semua orang yang ada di sana terpana.


Bahkan pandangan para pengunjung tersebut, masih terfokus pada mereka berdua, sampai keduanya duduk di salah satu meja yang masih kosong. Lin Feng dan Luo Ning tentu mengetahui hal tersebut, tapi mereka berdua sama sekali tidak menghiraukannya.


"Selamat datang tuan dan nona, anda berdua ingin memesan apa?" tanya pelayan restoran.


"Sediakan kami makanan serta minuman terbaik yang ada di restoran ini" jawab Lin Feng.


"Baik tuan, mohon menunggu sebentar" ucap pelayan tersebut, kemudian bergegas menyiapkan pesanan mereka berdua.


"Apa kau lapar?" tanya Luo Ning, setelah pelayan restoran pergi.


"Tidak" jawab Lin Feng singkat.


"Lalu kenapa kau memesan makanan?" tanya Luo Ning bingung.


"Jika tidak memesan makanan, lalu apa yang akan kita lakukan di sini? Tidak mungkin kita hanya duduk diam tanpa memesan apapun, bisa saja kita berdua langsung di usir sebelum mendapatkan apa yang kita inginkan" jawab Lin Feng.


"Yang kau katakan memang benar, tapi aku sedang tidak lapar sekarang" ucap Luo Ning.


"Sudahlah, kita juga tidak punya pilihan lain" ujar Lin Feng.


Selang beberapa menit kemudian, pelayan yang sebelumnya datang kembali menghampiri mereka berdua, dengan membawakan makanan serta minuman terbaik yang ada di restoran tersebut.


"Silahkan tuan, nona, ini adalah makanan serta minuman terbaik yang kami miliki, yang biasanya hanya kami sajikan untuk para bangsawan" ucap pelayan restoran, sambil meletakkan makanan dan minuman tersebut di atas meja.


"Terimakasih! Kau bisa pergi sekarang!" ujar Lin Feng.


"Baik tuan, jika tuan membutuhkan yang lain, tuan bisa memanggil saya" ucap pelayan tersebut, kemudian meninggalkan mereka berdua.