Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-364. Mencari kristal 9 surga


Di dalam salah satu kamar di istana.


Zhu Lien menangis sejadi-jadinya karena hatinya telah dihancurkan oleh Lin Feng, sejujurnya Zhu Lien bukanlah wanita yang buruk, ia adalah wanita yang cantik serta memiliki kelembutan hati, sangat berbeda jauh dengan sang adik yang lebih kasar. Meski begitu, Zhu Lien juga bisa menjadi wanita kejam ketika ia berhadapan dengan musuh.


Tapi apa mau dikata? Kecantikan dan kelembutan hatinya ternyata tidak bisa meluluhkan hati Lin Feng yang sudah sangat keras seperti batu, karena sejak kehilangan keluarganya, hati Lin Feng benar-benar telah tertutup sepenuhnya dan hanya ada satu orang yang bisa membuat Lin Feng membuka hatinya lagi, dia adalah Luo Ning.


"Kakak, kau baik-baik saja?" tanya Zhu Ling yang baru saja sampai di kamar.


"..." Zhu Lien tidak menjawab pertanyaan adiknya, karena tidak bisa berhenti menangis.


"Kakak, apa yang kau lakukan? Kenapa kau menangisi pria sialan itu, sebaiknya kau lupakan saja dia, karena aku yakin masih ada pria yang jauh lebih baik darinya!" ucap Zhu Ling menenangkan kakaknya.


"Ta-tapi aku benarkah menyukainya, hiks" jawab Zhu Lien lirih.


"Untuk apa kau menyukai pria batu sepertinya?Sudahlah, lupakan saja dia dan cari saja pria lain!" ujar Zhu Ling.


"Zhu Ling, apa aku tidak cantik?" tanya Zhu Lien.


"Kakak sangat cantik, hanya saja Lin Feng itu buta sehingga tidak bisa melihat kecantikan mu" jawab Zhu Ling, kemudian memeluk Zhu Lien untuk menenangkan pikirannya.


Di taman istana.


Lin Feng masih belum beranjak dari tempat duduknya, pandangan matanya juga tidak pernah lari dari bintang-bintang yang menghiasi langit malam, meski baru saja melewati kejadian yang membuatnya kesal, tapi Lin Feng lebih memilih untuk tidak memperdulikannya, ia bahkan tidak terlihat seperti pria yang baru menyakiti hati seorang wanita.


"Tuan, apa tidak masalah membiarkan Zhu Lien bersedih?" tanya Huise.


"Huise, sejak kapan kau peduli dengan seorang perempuan? Biarkan saja dia seperti itu, karena jika tidak, maka dia akan selalu menggangguku dan aku benar-benar tidak suka di ganggu!" jawab Lin Feng.


"Maafkan aku tuan" ujar Huise.


"Sudahlah, lagipula hatiku hanya untuknya" ucap Lin Feng.


Huise sedikit terkejut mendengar perkataan Lin Feng, ia tentunya tahu siapa yang dimaksud oleh Lin Feng. "Tuan, sejak kapan..."


"Entahlah, aku juga tidak tahu sejak kapan" ujar Lin Feng memotong perkataan Huise.


"Tapi ibuku pernah mengatakan jika suatu saat nanti hatiku menemukan tempat yang benar-benar membuatku merasa nyaman dan tenang, maka aku harus menjaganya dengan baik dan itulah yang sedang aku coba lakukan" lanjutnya.


"Beliau pasti wanita yang sangat luar biasa" ucap Huise.


"Tidak, ibuku tidak luar biasa tapi benar-benar luar biasa" jawab Lin Feng.


Mereka berdua terus mengobrol hingga larut malam, sampai akhirnya, obrolan mereka terpaksa dihentikan karena Lin Feng sudah lelah dan sangat mengantuk, Lin Feng kemudian beranjak dari tempat duduknya dan langsung kembali ke kamarnya. Setibanya di kamar, Lin Feng langsung membenamkan dirinya di tempat tidur yang empuk dan akhirnya tertidur dengan pulas.


Setelah selesai melakukan olahraga ringan seperti yang biasa ia lakukan setiap paginya, Lin Feng kemudian bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dua puluh menit kemudian, Lin Feng keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang baru, wajahnya juga sudah nampak cerah kembali. Lalu Lin Feng pergi meninggalkan kamarnya untuk menemui Yin Ouyang, karena hari ini mereka akan mulai mencari kristal sembilan surga yang ke dua.


Ketika Lin Feng sampai di ruang singgasana, ia hanya melihat Yin Ouyang yang sudah menunggunya di sana, sementara Zhu Lien dan Zhu Ling tidak terlihat sama sekali. Tapi Lin Feng terlihat tidak peduli sedikitpun, karena urusannya jauh lebih penting dibandingkan mengurusi mereka berdua.


"Salam hormat yang mulia" ucap Yin Ouyang sambil membungkukkan badannya.


"Apa kau sudah siap?" tanya Lin Feng.


"Hamba siap kapanpun yang mulia" jawab Yin Ouyang.


"Baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang!" ujar Lin Feng, lalu meminta Huise keluar dari ruang jiwanya dan kemudian mereka bertiga langsung berangkat.


Karena kristal sembilan surga adalah kristal yang memiliki energi kehidupan yang sangat besar, Lin Feng kemudian meminta Yin Ouyang untuk menunjukkan tempat yang memiliki energi kehidupan yang paling besar di dunia bawah, karena akan ada kemungkinan jika kristal sembilan surga yang ke dua berada di salah satu tempat tersebut.


Awalnya, Yin Ouyang membawa mereka ke sebuah hutan yang cukup jauh dari kerajaan dunia bawah, hutan tersebut memang memiliki aura kehidupan yang sangat besar namun itu bukan berasal dari kristal sembilan surga, melainkan berasal dari benda lain yang juga memiliki energi kehidupan yang lumayan besar.


Karena tidak menemukan kristal sembilan surga di sana, Yin Ouyang kemudian membawa mereka ke sebuah danau yang benar-benar sangat luas, danau tersebut memang memiliki energi kehidupan yang besar, tapi sayangnya energi kehidupan tersebut juga bukan berasal dari kristal sembilan surga, meski begitu, ada sesuatu yang membuat Lin Feng tertarik dengan danau' tersebut.


"Huise!" ucap Lin Feng.


"Aku tahu tuan!" jawab Huise yang sudah mengerti keinginan tuannya. Tapi Yin Ouyang justru bingung, karena tidak mengerti apa yang diinginkan oleh Lin Feng dan tidak tahu apa akan dilakukan oleh Huise.


Setelah itu, Huise langsung terbang ke tengah-tengah danau tersebut, ia kemudian mengangkat tangan kanannya ke udara, lalu menciptakan bola energi petir hitam di atas telapak tangannya, ukuran bola energi hitam tersebut hanya sebesar kepalan tangan, tapi aura kekuatannya benar-benar sangat besar. Tidak lama kemudian, Huise melemparkan bola energi petir tersebut kedalam danau.


DHUAAARRRRRR!!!


Ledakan besar terjadi ketika bola energi tersebut masuk kedalam danau, sehingga menyebabkan air danau sebelumnya tenang menjadi bergelombang. Beberapa saat setelah ledakan terjadi, muncul pusaran air yang sangat besar di tengah-tengah danau, bersamaan dengan munculnya pusaran air tersebut, dari dalam danau juga muncul aura kekuatan yang cukup besar.


"Siapa yang berani mengganggu tidurku!"


Dhuar!


Ledakan yang cukup besar terjadi dari dalam danau, bersamaan dengan itu muncul sesosok ular raksasa yang memiliki tiga kepala dari dalam danau.


"Kau, berani sekali kau mengganggu tidurku!" ujar ular tersebut saat melihat Huise yang melayang di hadapannya.


"Memangnya kenapa?" tanya Huise.


"Hahahaha! Apa kau bodoh? Aku adalah penguasa danau ini, tidak ada seorangpun yang berani menggangguku, bahkan kultivator ranah Matrial Emperor saja tidak berani mengganggu tidurku!" jawab ular tersebut.


"Benarkah? Kalau begitu, berarti aku jauh lebih hebat dari mereka, benar kan?" tanya Huise, kemudian tersenyum sinis.