
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Lin Feng langsung mengarahkan pandangannya kepada para bandit yang tersisa, tatapan matanya yang sangat tajam berhasil membuat para bandit tersebut kembali gemetaran dan berkeringat dingin.
Lin Feng kemudian berjalan perlahan menghampiri mereka, dengan pedang kayu roh yang masih berada dalam genggamannya, para bandit tersebut benar-benar sudah tidak berdaya lagi.
Mereka terlihat pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, karena untuk pergi meninggalkan tempat tersebut saja mereka sudah tidak sanggup lagi, ditambah dengan tekanan intimidasi dari aura membunuh Lin Feng, yang membuat mereka kesulitan bergerak.
"Kalian adalah manusia kejam yang telah merampas hak orang lain untuk kepentingan kalian sendiri, bahkan mungkin kalian tidak segan-segan membunuh orang-orang yang tidak bersalah demi keinginan kalian, hukuman yang pantas untuk perbuatan kalian hanya satu, mati!" ucap Lin Feng sinis.
Setelah berjalan beberapa langkah, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan mereka, hanya dalam sekejap mata, Lin Feng sudah berada di hadapan mereka dan langsung memenggal kepala mereka satu persatu, sampai akhirnya hanya menyisakan ketua para bandit tersebut.
"Si-siapa kau sebenarnya?" tanya ketua bandit yang telah turun ke bawah.
"Siapa aku tidaklah penting untuk kau ketahui, yang jelas aku sangat membenci orang-orang seperti kalian" jawab Lin Feng.
Lin Feng tiba-tiba kembali menghilang dari pandangan dan sekejap kemudian, Lin Feng telah muncul kembali dihadapan ketua bandit naga badai, kemunculan Lin Feng yang tiba-tiba membuat ketua bandit tersebut kaget dan terjatuh.
"Ja-jangan bunuh aku, a-aku berjanji akan memberikan apapun yang kau inginkan" ucap ketua bandit gemetaran.
"Benarkah?" tanya Lin Feng.
"Be-benar, apapun yang kau inginkan pasti akan aku berikan" jawab ketua bandit tersebut.
"Kalau begitu aku menginginkan nyawamu" ucap Lin Feng, kemudian langsung menebas kepala ketua bandit tersebut.
Beberapa saat kemudian, dari tubuh para bandit yang telah menjadi mayat keluar aura berwarna hitam pekat dan kemudian masuk kedalam tubuh Lin Feng, seluruh tubuhnya juga langsung diselimuti oleh aura berwarna hitam dan terasa sangat mengerikan.
Bersamaan dengan masuknya aura hitam tersebut kedalam tubuhnya, Lin Feng tiba-tiba merasakan sesak pada dadanya, yang membuatnya kesulitan bernafas, kepala dan seluruh tubuhnya juga terasa sangat sakit.
"A-apa yang terjadi?!" ucap Lin Feng dengan tubuh gemetaran.
"Arkhh!" Lin Feng berteriak sangat keras karena rasa sakit disekujur tubuhnya.
"Tuan bertahanlah, aura membunuh tuan sedang berevolusi menjadi aura kematian, pastikan untuk tetap terjaga, agar tubuh tuan tidak dikendalikan oleh aura kematian nantinya" ucap Huise dari ruang jiwa Lin Feng.
"I-ini sangat menyakitkan" ujar Lin Feng.
"Bertahanlah tuan" ujar Huise memberikan semangat.
Tidak lama kemudian, dibawah kaki Lin Feng tiba-tiba saja muncul lingkaran sihir yang juga berwarna hitam, dari lingkaran sihir tersebut muncul rantai hitam yang langsung membelenggu tubuh Lin Feng.
Setelah itu, dari lingkaran sihir tersebut muncul tangan yang juga berwarna hitam dan sangat banyak, tangan-tangan tersebut kemudian menarik tubuhnya masuk kedalam lingkaran sihir, Lin Feng ingin sekali melawan, tapi dia benar-benar tidak berdaya karena seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.
***
Lin Feng yang sebelumnya ditarik masuk kedalam lingkaran sihir oleh tangan-tangan berwarna hitam, tiba-tiba saja muncul di suatu tempat yang sangat aneh, dihadapan Lin Feng saat ini terdapat danau lava yang sangat luas.
"Si-sial! Sebenarnya apa yang terjadi?!" gumam Lin Feng, sambil terus menahan sakit ditubuhnya.
Sesaat kemudian, tiba-tiba saja terdengar suara tawa yang sangat lantang. "Hahahaha, selamat datang di gerbang neraka manusia, meskipun kau adalah penerus dewa kematian yang selanjutnya, tapi aku akan tetap membunuh mu."
"Siapa kau?! Hentikan semua ini dan hadapi aku secara langsung!" ujar Lin Feng kesal.
"Hahahaha! Manusia rendahan sepertimu, sama sekali tidak pantas untuk berhadapan dengan diriku" jawab suara misterius tersebut.
"Tapi baiklah, aku akan menunjukkan wujud ku dihadapan mu, agar kau bisa mati dengan tenang dan jiwamu akan menjadi santapanku" lanjutnya.
Beberapa saat kemudian, dihadapan Lin Feng tiba-tiba muncul asap hitam yang sangat banyak, beberapa pasang mata berwarna merah nampak bersinar dari dalam gumpalan asap tersebut, aura yang sangat besar juga bisa dirasakan oleh Lin Feng dan aura tersebut jauh lebih mengerikan dari aura membunuhnya.
Setelah itu, dari dalam gumpalan asap tersebut nampak sesosok makhluk yang sangat besar, namun Lin Feng masih belum bisa melihatnya dengan jelas, Lin Feng kemudian memfokuskan pandangannya untuk mengetahui sosok tersebut, tapi tetap tidak bisa, karena sosok tersebut masih tertutupi oleh gumpalan asap hitam.
"Ada apa manusia? Apa kau merasa takut denganku?" tanya sosok tersebut.
"Ta-takut? Kenapa aku harus takut padamu? Aku bahkan belum melihat dirimu dengan jelas, lalu kenapa aku harus takut?" tanya Lin Feng, sambil terus menahan rasa sakit.
"Terlebih lagi, aku pasti akan langsung menghabisi mu kalau tidak ada rantai sialan ini!" lanjutnya.
"Aku sudah banyak bertemu dengan manusia, mereka semua bahkan langsung bersujud di hadapanku hanya karena merasakan aura ku, tapi kau! Berani-beraninya kau bersikap sombong di hadapan makhluk agung ini" ujar sosok tersebut, kemudian menampakkan dirinya.
Swush... Aura yang sangat besar tiba-tiba saja meledak dari sosok tersebut, bersamaan dengan ledakan aura itu, asap hitam yang sebelumnya menutupi pandangan Lin Feng juga langsung menghilang sepenuhnya.
Setelah itu, Lin Feng tiba-tiba saja mengerutkan alisnya, saat melihat sosok misterius yang sejak tadi berbicara dengannya ternyata adalah seekor serigala yang sangat besar dan mempunyai tiga kepala, padahal sebelumnya, Lin Feng sempat berpikiran bahwa ada tiga makhluk di dalam gumpalan asap tersebut.
Lin Feng kemudian tiba-tiba saja tertawa lantang. "Hahahaha! Apa-apaan ini?!" ucapnya.
"Manusia hina kenapa kau malah tertawa?!" tanya serigala tersebut sinis.
"Hahahaha! tidak ada apa-apa, aku hanya merasa lucu saja, karena sebelumnya kau mengatakan bahwa dirimu adalah makhluk agung, tapi ternyata hanya anjing berkepala tiga" jawab Lin Feng, kemudian kembali tertawa.
"Tapi aku mengucapkan terimakasih padamu, karena berkat dirimu, rasa sakit yang aku rasakan sedikit menghilang" lanjutnya.
Grrooar!... Serigala berkepala tiga tersebut sangat marah karena dirinya ditertawakan oleh Lin Feng, dia kemudian menghembuskan nafas api yang sangat panas ke arah Lin Feng dari ketiga kepalanya, yang membuat seluruh tubuh Lin Feng terbakar oleh api.
"Arkhhhh!" Lin Feng berteriak keras.
"Hahahaha! Rasakan kekuatan api neraka, api itu tidak akan padam sampai tubuhmu terbakar habis" ucap serigala berkepala tiga.
"A.... Hahahaha!" Lin Feng tiba-tiba saja tertawa sinis.