
"Apa gunanya membuat mereka takut? Kalau kita tidak menghabisi mereka sekarang maka mereka akan datang lagi!" ujar Lang Diyu yang benar-benar kesal karena keputusan Jin Zhan Shi.
"Apa kau pikir Yama itu bodoh? Setelah melihat pedang emas dia tidak akan berani melakukan penyerangan lagi, dia pastinya akan melakukan persiapan yang sangat matang dan meningkatkan kekuatannya, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun" jawab Jin Zhan Shi.
"Tujuanku sejak awal memang hanya ingin membuatnya kabur, karena kematian Yama sudah ditakdirkan berada di tangan tuan, bukan ditangan salah satu dari kita" lanjutnya.
"Meskipun begitu, dengan kekuatan tuan yang sekarang, mengalahkan Yama bukanlah hal yang mudah" ucap Lang Diyu pelan.
"Itu memang benar, tapi akan berbeda ceritanya jika tuan berhasil menyerap kekuatan petir surga, yang akan terjadi sebentar lagi" ujar Jin Zhan Shi.
Setelah mendengarkan penjelasan Jin Zhan Shi, Lang Diyu akhirnya bisa mengerti dan mau menerima kenyataan kalau Yama berhasil bangkit lagi. Lagipula, mereka bertiga memang tidak akan mampu melawan Yama bersama dengan ke-enam Beast penguasa yang telah menjadi bawahannya.
Lalu hal yang harus mereka pikirkan sekarang adalah Lin Feng, meskipun tubuhnya terlihat biasa saja, tapi Lin Feng jelas mendapatkan luka dalam yang lumayan parah karena pertarungan dengan Yama, tentunya mereka tidak bisa mengabaikan luka dalam Lin Feng begitu saja.
Setelah tujuannya selesai, Jin Zhan Shi kemudian kembali kedalam pedang emas, bersamaan dengan perginya Jin Zhan Shi, kesadaran Lin Feng juga langsung kembali ke tubuhnya, tapi keadaannya terlihat kacau, wajah Lin Feng nampak agak pucat dan nafasnya terdengar memburu.
"Tuan, sebaiknya kita kembali sekarang" ucap Huise.
"Aku tahu itu, kau bisa kembali sekarang" ujar Lin Feng, lalu setelah itu, Huise masuk lagi ke dalam tubuhnya.
"Lang Diyu, kembalilah ke dunia bawah, latih pasukan dengan baik dan jadikan mereka pasukan yang kuat" ucap Lin Feng.
"Baik tuan!" jawab Lang Diyu, kemudian kembali ke dunia bawah.
Tidak lama kemudian, Lin Feng langsung terbang ke bawah menghampiri Luo Ming An dan yang lainnya, mereka semua nampak sedikit tertegun setelah melihat wajah Lin Feng yang nampak sedikit pucat, meskipun mereka ingin sekali menanyakan sesuatu pada Lin Feng, tapi mereka mengurungkan niatnya, karena mereka tahu bahwa Lin Feng sedang kelelahan.
***
Beberapa hari berlalu setelah peperangan antara kedua kekaisaran, berita mengenai kebangkitan Yama juga telah menyebar luas sampai ke seluruh penjuru benua biru, Luo Ming An memang sengaja menyebarkan berita tersebut, agar semua orang bisa lebih waspada dan berhati-hati.
Meskipun begitu, masih ada juga beberapa pihak yang menganggap bahwa berita tersebut hanyalah omong kosong belaka, yang sengaja disebarkan untuk menimbulkan kepanikan dan rasa takut, sementara mereka yang percaya, langsung meningkatkan kewaspadaannya dan menjadi lebih berhati-hati lagi.
Saat ini, suasana ibukota kekaisaran nampak lebih sepi dari biasanya, dijalanan kota hanya terlihat beberapa orang saja yang sedang melakukan aktivitasnya masing-masing, tapi raut wajah mereka sangat jelas menunjukkan kesedihan.
Semua itu disebabkan karena peperangan yang terjadi beberapa hari lalu, yang menyebabkan semua prajurit kekaisaran Luo tewas saat perang, tentu saja hal tersebut memberikan pukulan yang sangat keras di hati semua orang, bahkan mereka semua sampai tidak percaya, bahwa semua prajurit kekaisaran Luo telah tewas.
Sedangkan kaisar Luo sendiri juga sangat sedih, dia telah kehilangan ribuan prajurit terbaiknya, bahkan jendral kebanggaannya juga ikut tewas dalam peperangan tersebut, tidak hanya itu saja, putrinya juga terkena racun yang sangat mematikan, yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika tidak segera di obati.
Di istana kekaisaran, kaisar Luo sedang mengadakan pertemuan dengan para petinggi istana, karena mereka harus membahas masalah yang sedang terjadi saat ini, terutama tentang kekuatan kekaisaran yang telah menurun dengan drastis.
"Kaisar, aku tahu sekarang keadaannya sedang tidak baik, tapi aku harus segera pergi meninggalkan kekaisaran ini" ucap Lin Feng.
"Lin Feng, tidak bisakah kau tinggal lebih lama lagi? Karena aku masih sangat membutuhkan bantuanmu di sini" kata Luo Ming An.
"Lalu, a-aku juga tidak bisa membiarkan Luo Ning begitu saja" lanjutnya.
"Maksudmu?" tanya Luo Ming An bingung.
"Jika kau mengizinkan, aku ingin mengajak Luo Ning pergi bersamaku, agar aku bisa mencari penawar untuk racun di dalam tubuhnya" jawab Lin Feng.
Luo Ming An tersenyum senang mendengar jawaban Lin Feng. "Ternyata begitu, baiklah aku akan mengizinkan kalian pergi" ucapnya.
"Apa ayah serius?!" tanya Luo Ning.
"Ayah serius, pergilah bersama Lin Feng, mungkin dengan mengikutinya, kau akan menemukan jalan hidup yang lebih baik, lalu saat kalian ingin kembali, maka gerbang kekaisaran ini akan selalu terbuka untuk kalian" jawab Luo Ming An.
"Terimakasih ayah!" ujar Luo Ning, kemudian memeluk ayahnya.
Setelah Luo Ning berpamitan kepada kaisar dan semua petinggi istana, mereka berdua langsung berangkat meninggalkan istana, lalu setelah sampai di gerbang ibukota, Lin Feng langsung menggenggam tangan Luo Ning, kemudian melesat terbang dengan kecepatan tinggi.
"Lin Feng, kita akan pergi kemana?" tanya Luo Ning.
"Sekarang kita akan pergi ke benu timur untuk menemui keluargaku, lalu datang ke sekte Phoenix Emas untuk mencari informasi mengenai penawar racun di tubuhmu" jawab Lin Feng.
"Baiklah, aku akan mengikuti mu kemanapun kau pergi" ucap Luo Ning, kemudian tersenyum manis.
***
Sementara itu, di kekaisaran Qian. Setelah peperangan berlalu, kekaisaran Qian sepenuhnya jatuh ke tangan Yama, semua rakyat kekaisaran diperintahkan untuk tunduk dan memuji Yama sebagai dewa mereka, jika mereka menolak, maka mereka akan ditangkap dan dijadikan persembahan untuk Yama.
Meskipun telah terbebas dari segel yang mengekang nya selama ini, namun Yama masih tidak bisa tenang, justru sekarang dia semakin khawatir dan takut setelah mengetahui bahwa Lin Feng memiliki pedang emas.
"Sepertinya aku harus mengembalikan kekuatanku secepatnya, karena aku tidak bisa mengabaikan bocah itu begitu saja, dengan pedang emas ditangannya, tentunya dia hanya perlu menunggu waktu sampai dia bisa membunuhku" gumam Yama.
"Yang mulia penguasa, diluar ada beberapa pemberontak yang tidak mau tunduk kepada anda" ucap Qian Zhi Dao.
"Berapa banyak jumlah mereka?" tanya Yama.
"Hampir tiga ratus orang yang mulia" jawab Qian Zhi Dao.
"Bagus! Bawa mereka ke hadapanku sekarang juga, agar aku bisa menyantap mereka semua!" ujar Yama.
"Baik yang mulia" jawab Qian Zhi Dao, kemudian pergi dari hadapan Yama.
Tidak lama kemudian, Qian Zhi Dao datang lagi menghadap Yama dengan membawa para pemberontak yang dia katakan sebelumnya. Yama tertawa lantang saat melihat mereka semua, lalu tanpa mengucapkan sepatah katapun, Yama langsung menyerap energi kehidupan mereka semua, beserta dengan tubuh mereka.