Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-305. Bertemunya tiga bawahan


Di tempat pelatihan para prajurit kerajaan dunia bawah, Lang Diyu dan Du Fang Ren yang sedang mengawasi latihan para prajurit, tiba-tiba saja dikagetkan dengan kedatangan seorang pemuda misterius.


Awalnya mereka berpikir bahwa pemuda itu adalah penduduk dunia bawah, tapi setelah merasakan aura yang tidak bersahabat, mereka berdua langsung waspada.


"Hei, siapa kau dan mau apa kau datang ke sini?" tanya Lang Diyu.


"Siapa aku? Seharusnya aku yang bertanya siapa kalian?" Huise bertanya dengan sinis.


Du Fang Ren tersenyum sinis mendengar pertanyaan Huise. "Nada bicaramu benar-benar tidak enak untuk di dengar, apa kau tidak takut dihajar? Atau kau datang ke sini memang ingin dihajar?"


"Hahahaha! Kalian benar-benar berani, kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi!" ujar Huise, kemudian menghilang dari pandangan.


Sesaat kemudian, Huise telah berada di hadapan mereka berdua sambil melayangkan pukulan yang penuh dengan tenaga ke arah Lang Diyu. Sebagai seekor serigala berkepala tiga, Lang Diyu tentunya mempunyai insting bahaya yang sangat tajam, lalu dengan refleks yang sangat cepat, Lang Diyu langsung mengangkat tangannya untuk menahan serangan Huise.


Dhuar... Ledakan yang cukup besar terjadi saat pukulan Huise menghantam tangan Lang Diyu. Meskipun sudah berhasil menahan serangan Huise, tapi Lang Diyu tetap terpental beberapa meter, karena pukulan Huise benar-benar sangat kuat.


Setelah membuat Lang Diyu terpental, Huise kemudian memutar badannya sambil melayangkan tendangan pada Du Fang Ren, akan tetapi, serangan itu berhasil dihindari dengan sangat mudah oleh Du Fang Ren, karena sejak awal, Du Fang Ren sudah memperkirakan hal tersebut.


"Hahahaha! Dasar lemah!" ujar Huise merendahkan mereka berdua.


Lang Diyu terdiam, amarahnya langsung memuncak saat mendengar perkataan Huise. "Tidak ada seorangpun yang boleh berkata seperti itu, kecuali tuanku!" ujar Lang Diyu, kemudian melesat ke arah Huise.


"Kau akan merasakan ganasnya racun ular!" ucap Du Fang Ren, kemudian tersenyum sinis, lalu melepaskan auranya yang sangat mengerikan.


Lang Diyu dan Du Fang Ren langsung menyerang Huise secara bersamaan, meskipun sebelumnya mereka belum pernah bertarung bersama, tapi gerakan dan serangan mereka benar-benar serasi, bahkan terlihat seperti telah direncanakan sejak awal.


Tidak hanya itu saja, mereka bahkan terlihat sangat serasi saat bertarung bersama, kerjasama mereka berdua dalam menyerang dan bertahan benar-benar sangat apik. Ketika Lang Diyu menyerang, maka Du Fang Ren yang akan menahan serangan Huise, begitu juga sebaliknya.


"Sepertinya mereka sudah bisa bekerjasama dengan baik" ucap Lin Feng, yang sedang mengawasi pertarungan mereka dari balik awan.


"Huise, buat mereka berdua marah!" Lin Feng berkata pada Huise melalui telepati.


"Dengan senang hati tuan" jawab Huise.


"Hahahaha! Kalian berdua benar-benar lemah, bahkan kalian tidak bisa membuatku merasa bersemangat!" ujar Huise.


Du Fang Ren dan Lang Diyu tidak menghiraukan perkataan Huise, mereka berdua tetap fokus menyerang dan menahan serangan Huise, karena mereka yakin bahwa Huise berkata seperti itu hanya untuk mengganggu konsentrasi mereka.


"Kalian tahu, setelah ini aku akan menjadi raja dunia bawah!" ujar Huise.


"Jangan bermimpi! Raja dunia bawah adalah tuanku!" Lang Diyu berkata dengan tegas.


"Kalau begitu, aku akan membunuh tuan kalian dan akan menjadi raja dunia bawah!" ucap Huise sinis.


Lang Diyu dan Du Fang Ren tiba-tiba saja menghentikan serangan mereka, tubuh mereka berdua nampak bergetar karena menahan amarah yang sudah memuncak, bahkan mereka berdua langsung melepaskan aura yang sangat mendominasi.


Setelah itu, Lang Diyu dan Du Fang Ren langsung mengangkat tangan mereka ke atas, energi spiritual yang sangat besar terkumpul di telapak tangan mereka. Energi spiritual yang terkumpul di tangan Lang Diyu kemudian membentuk bola api yang sangat besar, sementara Du Fang Ren, membentuk bola energi berwarna hijau yang juga sangat besar.


"Matilah!" Lang Diyu dan Du Fang Ren berteriak keras, lalu melemparkan serangan mereka pada Huise.


"Sepertinya mereka berdua sangat serius" Huise bergumam pelan.


Huise kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas, lalu tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh petir di langit. Tidak lama kemudian, Huise menurunkan tangannya dan petir hitam tiba-tiba saja menyambar ke arah serangan Lang Diyu dan Du Fang Ren.


DHUUAAARRRR!!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi saat petir hitam milik Huise menghantam bola api Lang Diyu dan bola energi racun milik Du Fang Ren, ledakan dahsyat itu juga langsung memusnahkan serangan mereka berdua, serta menimbulkan gelombang udara yang cukup besar.


"Apa?!" ujar Lang Diyu kaget.


"I-ini tidak mungkin!" ucap Du Fang Ren, yang tidak kalah kagetnya dengan Lang Diyu.


Meskipun masih tidak bisa mempercayai bahwa serangan mereka dimusnahkan begitu saja oleh Huise, tapi Lang Diyu dan Du Fang Ren tetap tidak mau mengalah, bahkan mereka sudah bertekad untuk menghabisi Huise dengan cara apapun, karena telah berani menghina tuan mereka.


Namun sesaat kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka semua, sehingga membuat gerakan mereka terhenti dan langsung berlutut seketika itu juga. "Tuan!" ucap mereka bertiga serempak.


"Yang mulia!" ucap para prajurit.


"Bagus sekali, aku sangat senang melihat kalian bisa bekerjasama dengan baik, aku juga sangat senang karena kesetiaan kalian padaku" Lin Feng berkata dengan tegas.


"Maksud tuan?" tanya Lang Diyu kaget, lalu mengarahkan pandangannya pada Lin Feng.


Saat pandangannya tertuju pada Lin Feng, Lang Diyu tiba-tiba saja kaget, karena melihat pemuda yang tadi mereka hadapi, ternyata juga sedang berlutut di hadapan Lin Feng, tidak hanya Lang Diyu saja, bahkan Du Fang Ren dan semua prajurit juga merasakan hal yang sama.


"Dia adalah Huise, aku sengaja memerintahkannya untuk menyerang kalian, karena ingin melihat kemampuan kalian saat bertarung bersama" ucap Lin Feng menjelaskan.


Du Fang Ren kembali tersentak kaget mendengar penjelasan Lin Feng, karena sebelumnya dia tidak mengetahui bahwa Lin Feng memiliki bawahan yang lain, yang bahkan jauh lebih hebat dibandingkan dirinya dan Lang Diyu.


Sementara Lang Diyu, dia juga nampak kaget karena tidak menyangka bahwa Huise telah berubah wujud seperti manusia, bahkan Lang Diyu juga tidak menyangka bahwa kekuatan Huise telah bertambah semakin besar.


"Maaf karena sudah menyerang kalian berdua" ucap Huise.


"Tidak masalah senior, lagipula semua ini anda lakukan untuk kebaikan kami" jawab Du Fang Ren.


"Huise, aku benar-benar tidak menyangka bahwa kekuatanmu sudah semakin besar" ucap Lang Diyu.


Meskipun sudah mengetahui identitas Huise yang sebenarnya, tapi Lang Diyu tetap tidak menaruh rasa hormat kepadanya, justru Lang Diyu semakin berambisi untuk menjadikan Huise sebagai rivalnya, agar bisa menjadi bawahan terbaik Lin Feng.


"Apapun bisa berubah, begitu juga dengan kekuatanku" jawab Huise.