
Keesokan harinya, setelah lelah mempelajari jurus tujuh tebasan kematian semalaman, Lin Feng kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah lima belas menit berlalu, Lin Feng akhirnya keluar dari kamar mandi dengan wajah yang telah segar kembali.
Setelah itu, Lin Feng keluar dari kamarnya dan langsung pergi menuju kamar Lin Tian yang berada di sebelah kamarnya, namun karena Lin Tian masih tertidur, Lin Feng langsung pergi keluar dari kediaman tersebut untuk mencari udara segar.
"Selamat pagi tuan" sapa seorang pelayan.
Lin Feng tidak menjawab perkataan pelayan tersebut, melainkan hanya menganggukkan kepalanya kemudian berlalu begitu saja. Setelah sampai diluar kediaman Patriark keluarga Qing, tiga orang pemuda tiba-tiba saja menghampiri Lin Feng, yang mana salah satunya adalah pangeran mahkota.
"Mau apa lagi?!" tanya Lin Feng sinis.
"Tuan Lin Feng, sebelumnya perkenalkan namaku adalah Feng Guan dan dia adalah Feng Yue Yin, kedatangan kami bertiga ke sini hanya untuk meminta maaf padamu" ucap Feng Guan ramah.
"Minta maaf? Kalian berdua tidak melakukan kesalahan apapun padaku, kenapa harus minta maaf?" tanya Lin Feng.
"Bukan begitu tuan Lin, bagaimanapun juga kakak pertama adalah saudara kami, jadi kami harus minta maaf atas perbuatannya padamu" ucap Feng Yue Yin.
"Sudahlah, aku juga sudah melupakan semuanya, sekarang kalian bisa pergi sekarang" ujar Lin Feng.
"Tuan Lin tunggu sebentar" ucap Feng Guan menghentikan langkah Lin Feng.
"Ada apa lagi?" tanya Lin Feng.
"Bisakah kita berteman?" tanya Feng Guan.
"Kita lihat saja nanti" jawab Lin Feng kemudian menghilang dari tempat tersebut.
Setelah menghilang dari kediaman Patriark keluarga Qing, Lin Feng kemudian muncul lagi di hadapan sebuah bangunan yang tidak terlalu jauh dari kediaman Patriark keluarga Qing, setelah itu, Lin Feng lebih memilih untuk berjalan-jalan sambil melihat suana keluarga Qing yang terlihat lumayan ramai.
Karena tidak mengetahui arah, Lin Feng malah tanpa sengaja melewati tempat latihan murid-murid keluarga Qing, karena sedikit penasaran dengan pelatihan mereka, Lin Feng kemudian berhenti sejenak untuk melihat latihan mereka.
"Hey! Apa yang kau lakukan di sana?!" tanya seorang pemuda.
"Maaf aku hanya kebetulan lewat, kalau begitu aku pergi sekarang" jawab Lin Feng kemudian pergi dari tempat tersebut.
"Tunggu! Karena kau sudah ada di sini, kenapa tidak ikut latihan bersama kami?" tanya pemuda tersebut kemudian tersenyum sinis.
Lin Feng tentunya sudah mengetahui bahwa ada maksud terselubung dari perkataan pemuda tersebut, namun Lin Feng lebih memilih untuk diam dan mengikuti permainan mereka, lagipula sepertinya sekarang sudah saatnya untuk sedikit melatih otot-ototnya yang terasa kaku.
"Baiklah, kalau begitu aku akan bergabung dengan kalian, lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Lin Feng.
"Aku hanya ingin kau berlatih tanding denganku, kebetulan aku ingin mencoba beberapa jurus yang baru saja aku pelajari" jawab pemuda tersebut.
Setelah itu, mereka berdua langsung naik ke atas arena pertarungan yang biasa digunakan oleh murid-murid klan Qing untuk berlatih tanding, para murid-murid lain yang sebelumnya berlatih, langsung menghentikan latihan mereka dan berkumpul mengelilingi arena pertarungan.
Pemuda yang menantang Lin Feng nampak tersenyum sinis, terlebih lagi setelah dia menyadari bahwa Lin Feng tidak memiliki aura kultivasi, dia benar-benar sudah tidak sabar untuk menunjukkan kehebatannya dan mempermalukan Lin Feng di hadapan semua murid klan Qing.
"Karena aku yang mengajakmu berlatih tanding, jadi kau bisa melakukan serangan terlebih dahulu" ucap pemuda tersebut dengan sombongnya.
"Tidak, bagaimana jika kau langsung saja menunjukkan jurus yang baru saja kau pelajari" ujar Lin Feng.
Pemuda tersebut tertawa lantang mendengar perkataan Lin Feng, dengan sombongnya pemuda tersebut kembali berkata. "Kalau begitu, jangan salahkan aku kalau kau terluka karena jurusku."
Setelah berkata seperti itu, pemuda tersebut langsung berlari dengan cepat ke arah Lin Feng, dengan bangganya pemuda tersebut langsung melesatkan satu pukulan yang penuh dengan tenaga ke arah Lin Feng, namun sayangnya saat pukulan tersebut hampir mengenai Lin Feng, tiba-tiba saja Lin Feng menghilang dan membuat pukulan tersebut hanya mengenai udara kosong.
Pemuda tersebut tentunya sangat terkejut ketika menyadari bahwa pukulannya hanya mengenai udara kosong, dengan cepat pemuda tersebut memutar tubuhnya untuk mencari Lin Feng, stelah melihat Lin Feng yang berada tidak jauh dibelakangnya, pemuda tersebut kembali berlari dengan cepat ke arah Lin Feng untuk menyerangnya lagi.
Pukulan dan tendangan terus diarahkan oleh pemuda tersebut kepada Lin Feng dengan sangat cepat dan terus menerus, namun tidak ada satupun dari pukulan ataupun tendangannya yang berhasil mengenai tubuh Lin Feng, jangankan mengenai tubuh Lin Feng, bahkan mengenai ujung jubah yang dikenakan Lin Feng saja tidak bisa.
"Ada apa ini, kenapa aku tidak bisa menyentuhnya" batin pemuda tersebut.
Lama kelamaan, rasa kesal dan marah mulai menyelimuti pemuda tersebut, dia yang awalnya ingin bersikap sombong dengan menunjukkan kemampuannya dan mempermalukan Lin Feng, tapi sekarang malah dia sendiri yang dipermalukan oleh Lin Feng.
Rasa kesal dan marah benar-benar sudah menyelimuti pemuda tersebut, dia tidak peduli lagi dengan tujuannya yang ingin bersikap sombong dan mempermalukan Lin Feng, sekarang yang dia inginkan hanya menghabisi Lin Feng karena telah mempermalukan dirinya.
Swush... Boom... Aura yang cukup besar meledak dari tubuh pemuda tersebut, dia kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya dan langsung menyerang Lin Feng dengan membabi buta, berbagai macam jurus dia gunakan hanya untuk menghabisi Lin Feng.
Meskipun pemuda yang menantangnya sudah ingin membunuhnya, namun Lin Feng masih tetap bersikap santai dan tenang sambil terus menghindari setiap tebasan pedang pemuda tersebut, bahkan Lin Feng sama sekali tidak menganggap serius pertarungannya dengan pemuda tersebut.
"Sial, kenapa kau hanya menghindar saja?! Lawan aku dengan kemampuan yang kau miliki, sampah!" ujar pemuda tersebut kesal.
"Kenapa kau malah marah? Bukankah kau ingin menunjukkan beberapa jurus baru yang sudah kau pelajari?" tanya Lin Feng santai.
"*******! Akan aku habisi kau sekarang juga!" jawab pemuda tersebut.
Pemuda itu kemudian mengalirkan energi Qi-nya kepada pedang yang sekarang ada di genggamannya, pedang tersebut bergetar dan mengeluarkan cahaya kebiruan, setelah itu, pemuda tersebut kembali menyerang Lin Feng dengan ganasnya, namun sekeras apapun dia mencoba, hasilnya tetap sama saja dan tidak ada satupun serangannya yang bisa mengenai Lin Feng.
"Aku rasa permainan kita harus di akhiri sekarang" ucap Lin Feng.
Lin Feng kemudian bergerak ke samping untuk menghindari serangan pemuda tersebut, bersamaan dengan itu, Lin Feng mendaratkan satu pukulan telak di perut pemuda tersebut, sehingga membuatnya sedikit terpental dan langsung pingsan saat itu juga.