
Meskipun tidak mengerti dengan perkataan Lin Feng, namun naga merah nampak sangat marah dan kesal pada Lin Feng, naga merah kemudian terbang mendekati Lin Feng sambil terus menghembuskan nafas apinya.
Lin Feng yang tidak ingin diam dan menunggu kedatangan naga merah, langsung melesat terbang mendekatinya, Lin Feng juga mengeluarkan jurus tujuh tebasan kematian untuk membalas serangan naga merah.
BOOOMMMM!!!
Ledakan besar terjadi di atas awan saat serangan mereka berdua bertabrakan, ledakan tersebut juga menciptakan gelombang udara yang sangat besar, bahkan gumpalan awan raksasa di bawah mereka sampai pecah karena gelombang udara tersebut.
Ledakan yang sangat besar serta gelombang udara yang sangat kuat tidak menghentikan keduanya, mereka berdua tetap melesat maju mendekati lawan satu sama lain, setelah jarak keduanya agak dekat, naga merah langsung mengayunkan cakarnya, sementara Lin Feng menebaskan pedangnya.
Pertarungan sengit kembali terjadi antara keduanya, sama seperti sebelumnya, naga merah menyerang Lin Feng dengan menggunakan ekor, cakar serta hembusan nafas apinya, begitu juga dengan Lin Feng yang masih setia menggunakan pedang kayu roh.
Pertarungan keduanya berlangsung sangat lama, bahkan sampai sudah hampir satu jam berlalu, tapi belum ada satupun dari mereka yang terluka, baik Lin Feng maupun naga merah, mereka berdua terus berusaha sekuat tenaga untuk saling mengalahkan.
Sebenarnya Lin Feng bisa mengalahkan naga merah dengan mudah, jika menggunakan kekuatan Huise, akan tetapi Lin Feng tidak mau melakukan hal tersebut, karena Lin Feng ingin menggunakan kekuatannya sendiri dan bukan kekuatan Huise.
Beberapa saat kemudian, Lin Feng melihat celah pada pergerakan naga merah, Lin Feng langsung memanfaat kesempatan tersebut untuk menyerang titik lemahnya, Lin Feng kemudian bergerak dengan sangat cepat menuju ke bawah leher naga tersebut, namun sayangnya Lin Feng malah tertangkap oleh naga merah.
"Grooaarr!!" Naga merah meraung dengan sangat keras, kemudian mencengkeram tangannya yang menggenggam tubuh Lin Feng dengan sangat keras.
"Si-sial!" ujar Lin Feng sambil berusaha menahan cengkraman tangan naga tersebut.
Naga merah nampak kesal karena cengkeraman tangannya berhasil di tahan oleh Lin Feng, naga merah tersebut kemudian menyemburkan nafas apinya kepada Lin Feng, tapi tetap saja serangannya tidak berefek apapun pada Lin Feng.
Setelah itu, naga merah tiba-tiba melepaskan cengkeraman tangannya dan langsung mengibaskan ekornya dengan sangat cepat, serangan yang sangat cepat tersebut tidak bisa dihindari oleh Lin Feng, sehingga membuatnya terlempar dan terjatuh ke tanah dengan sangat cepat.
Dhuar!... Ledakan yang cukup besar terjadi saat tubuh Lin Feng menghantam tanah, bahkan sampai meninggalkan lekukan yang cukup besar. "Da-dasar naga sialan!" ucap Lin Feng terbata-bata, karena menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Beberapa saat kemudian, Lin Feng bangkit kembali dan langsung melesat terbang ke arah naga merah, melihat hal itu, naga merah semakin marah, karena serangannya masih belum berhasil menumbangkan Lin Feng, naga merah kemudian terbang ke bawah dengan kecepatan tinggi.
Selang beberapa detik, naga merah membuka mulutnya lebar-lebar, setelah itu, naga merah langsung menembakkan kekuatan energi kegelapan dari mulutnya, akan tetapi, serangan energi kegelapan tersebut tidak mengenai Lin Feng, karena sesaat sebelum energi kegelapan tersebut mengenainya, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang.
BBOOOMMMMM!!!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi saat kekuatan energi kegelapan tersebut menghantam daratan, sehingga meninggalkan lekukan di tanah, yang membentuk seperti kawah dengan ukuran yang cukup besar dan sangat dalam.
Sementara itu, Lin Feng yang sebelumnya menghilang telah muncul kembali tepat di bawah leher naga merah, lalu dengan gerakan yang sangat cepat, Lin Feng langsung menebaskan pedang kayu roh pada leher naga tersebut.
Serangan yang dilakukan Lin Feng memang berhasil mengenai naga tersebut, tapi serangan itu masih belum cukup kuat untuk menembus sisik naga merah yang sangat keras, karena serangan Lin Feng barusan, naga merah akhirnya menyadari posisi Lin Feng yang sekarang berada di bawah lehernya.
"Sisik naga ini benar-benar sangat keras, kalau begitu akan aku coba menggunakan aura pedang" gumam Lin Feng.
Lin Feng kemudian menyerap kembali aura dewa kematiannya, setelah itu, Lin Feng langsung melepaskan aura pedangnya yang juga sangat besar, Lin Feng juga melepaskan energi spiritualnya yang kemudian membentuk seperti pedang raksasa berwarna merah kehitaman, yang ukurannya bahkan melebihi ukuran tubuh naga merah.
Setelah itu, Lin Feng langsung melompat dari punggung naga merah, Lin Feng kemudian menebaskan pedang raksasa yang tercipta dari energi spiritualnya dan aura pedang miliknya.
Naga merah yang merasakan keberadaan energi yang sangat besar di atasnya, langsung mengalihkan tubuhnya, kemudian menembakkan kekuatan energi kegelapan sekali lagi.
DHUUAARR!!
Ledakan yang sangat besar kembali terjadi ketika kedua kekuatan tersebut beradu, tapi sayangnya, kekuatan energi kegelapan yang ditembakkan oleh naga merah masih kalah kuat dibandingkan dengan pedang Lin Feng, sehingga membuat kekuatan energi kegelapan tersebut musnah.
Sedangkan pedang Lin Feng yang tercipta dari energi spiritual dan aura pedang miliknya, masih tetap bergerak dengan sangat cepat, hingga akhirnya pedang tersebut mengenai tubuh naga merah, sampai membuat tubuhnya terluka parah, meskipun begitu, naga merah masih tetap bertahan dan masih belum mati.
"Akan aku akhiri sekarang juga!" ujar Lin Feng.
Lin Feng kemudian menggenggam erat pedang kayu roh ditangannya, setelah itu, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dan langsung muncul di bawah leher naga merah yang juga telah terluka, lalu dengan gerakan yang sangat cepat, Lin Feng langsung menebaskan pedangnya.
Tebasan pedang Lin Feng tersebut berhasil melukai leher naga merah, tapi serangan itu masih belum bisa mengenai titik lemah naga merah, namun Lin Feng masih belum mau berhenti dan kembali menebaskan pedangnya berulang kali, sampai akhirnya berhasil mengenai titik lemah naga tersebut, yang ternyata adalah sebuah kristal merah yang terletak pada bagian dalam lehernya.
"Grroaarrr!!" naga merah meraung karena kesakitan.
Setelah kristal tersebut hancur, energi kegelapan yang ada di tubuhnya mulai menghilang secara perlahan-lahan, bahkan warna merah pada sisik juga nampak memudar secara perlahan-lahan, sampai akhirnya naga tersebut benar-benar mati dan tubuhnya terjatuh ke tanah.
Dhuar!... Ledakan yang cukup besar kembali terdengar menggema di hutan untuk yang kesekian kalinya, namun ledakan tersebut bukanlah karena serangan, melainkan karena tubuh naga merah yang terjatuh dan menghantam tanah.
"Aneh, kenapa naga ini langsung mati setelah kristal itu hancur? Apa jangan-jangan kristal itu adalah jantungnya? Tapi kenapa ada di dalam leher?" gumam Lin Feng kebingungan.
"Sudahlah, yang penting aku sudah berhasil mengalahkannya" ucap Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng langsung terbang ke bawah dengan perlahan-lahan, namun saat kakinya menginjak tanah, Lin Feng tiba-tiba saja memuntahkan seteguk darah segar, serta dadanya yang terasa sangat sakit.
"Ke-kenapa ini?" ucap Lin Feng sambil menahan sakit di dalam dadanya.
"Tuan, anda harus segera beristirahat, karena tuan mendapatkan luka dalam yang lumayan, selain itu, tuan juga telah kehilangan banyak energi saat bertarung melawan naga merah" jawab Huise.