
Karena Lin Feng sudah tidak sabar lagi ingin melihat pedangnya, tuan Hao kemudian langsung mengajak Lin Feng menuju ke ruang bawah tanah, padahal sebenarnya tuan Hao sangat ingin membawakan pedang tersebut secara langsung, namun tuan Hao tidak mampu untuk mengangkatnya.
Setibanya di ruang bawah tanah, Lin Feng cukup tertegun melihat sebilah pedang yang terbuat dari kayu, yang ada di atas meja, meskipun hanya terbuat dari kayu, namun pedang tersebut nampak sangat indah, dengan warna hitam yang sangat mengkilap.
Di samping pedang tersebut terdapat sarung pedang yang juga sangat indah, dengan ukiran-ukiran yang dibuat oleh tuan Hao, untuk memperindah tampilannya, sarung pedang tersebut juga berwarna hitam, yang juga terbuat dari dahan pohon roh, selain dari sarung pedang, tuan Hao juga membuatkan sabuk khusus untuk membawa pedang.
"Jadi bagaimana?, apakah pedang ini sesuai dengan keinginan tuan Lin Feng?" tanya tuan Hao.
"Hahahaha, tidak hanya sesuai, bahkan pedang ini sangat sempurna" jawab Lin Feng tertawa lantang.
Lin Feng kemudian meraih pedang kayu tersebut, dengan santai dan tenang, Lin Feng mengangkat pedang tersebut dan mencoba mengayunkannya, meskipun ukurannya sudah sangat kecil dan sudah menjadi pedang, namun Lin Feng masih bisa merasakan berat dari pedang kayu tersebut.
Sementara tuan Hao nampak sangat tercengang, pasalnya, Lin Feng mengayunkan pedang kayu tersebut sama seperti mengayunkan pedang kayu biasan, padahal sebelumnya, tuan Hao sudah mencoba mengangkat pedang tersebut, namun tidak ada hasilnya sama sekali.
"Tuan Lin Feng, aku minta maaf jika pedang ini tidak tajam, anda tentunya mengetahui bahwa bahan pembuatannya adalah dari kayu" ucap tuan Hao.
"Siapa bilang pedang ini tidak tajam" ujar Lin Feng.
Lin Feng kemudian berjalan mendekati salah satu tongkat besi yang ada di dekat mereka berdua, lalu dengan santainya Lin Feng mengayunkan pedang kayunya ke arah tongkat besi tersebut, hanya dengan satu kali tebasan santai saja, tongkat besi tersebut sudah terpotong menjadi dua, serta bekas potongannya sangatlah mulus.
Tuan Hao hanya bisa tercengang sambil melebarkan kedua matanya, dia benar-benar tidak pernah menyangka bahwa pedang kayu tumpul tersebut, bisa memotong tongkat besi dengan sangat mulus, padahal sangat jelas terlihat kalau Lin Feng tidak menggunakan energi Qi sama sekali.
"Bagaimana kau bisa melakukannya?" tanya tuan Hao penasaran.
"Itu rahasia" jawab Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng kembali berjalan menghampiri tuan Hao, Lin Feng kemudian mengucapkan terimakasih atas bantuan tuan Hao dan tidak lupa, Lin Feng memberikan biaya tambahan untuk tuan Hao, karena Lin Feng juga mengetahui bahwa, tuan Hao pasti mengalami banyak kerugian yang besar ketika mengerjakan pedang pesanannya.
"Tuan muda Lin Feng ini.."
"Ini adalah bayaran yang sangat pantas untuk tuan Hao" ujar Lin Feng.
Tuan Hao benar-benar tidak bisa percaya dengan bayaran yang Lin Feng berikan, sebelumnya Lin Feng sudah memberikannya sepuluh koin platinum yang senilai dengan seribu koin emas, lalu sekarang, Lin Feng memberikan tambahan sebanyak lima belas koin platinum yang senilai dengan seribu lima ratus koin emas.
Setelah selesai, Lin Feng kemudian berpamitan kepada tuan Hao, karena sekarang Lin Feng harus bersiap-siap untuk melakukan tugasnya, tugas yang akan Lin Feng lakukan adalah tugas yang diberikan oleh dirinya sendiri, itulah yang membedakan Lin Feng yang sekarang dengan Zhao Feng sewaktu di bumi.
Memang pekerjaannya sama-sama menjadi pembunuh, akan tetapi, ketika masih di bumi, Zhao Feng atau Lin Feng melakukan pembunuhan karena tugas yang diberikan oleh seseorang, sedangkan sekarang, Lin Feng melakukan pembunuhan karena kehendaknya sendiri.
"Kalian akan bertemu dengan malaikat maut tidak lama lagi" gumam Lin Feng.
Tuan Hao yang merupakan seorang kultivator, tentunya bisa merasakan aura membunuh yang sangat kuat dari tubuh Lin Feng, namun tuan Hao mencoba untuk tetap bersikap tenang, agar tidak menyinggung perasaan Lin Feng, karena mau bagaimanapun juga, tuan Hao tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan Lin Feng.
Meskipun begitu, tuan Hao tetap merasa khawatir dengan Lin Feng, walaupun tuan Hao tidak mengetahui apa yang akan Lin Feng lakukan, namun, tuan Hao tetap berharap agar Lin Feng baik-baik saja.
"Semoga saja dia tidak melakukan sesuatu yang bisa membuatnya berada dalam kesulitan" ucap tuan Hao pelan.
"Entah kenapa aku tiba-tiba saja menyukai pemuda itu" lanjutnya.
Setelah meninggalkan tempat tuan Hao, Lin Feng kemudian kembali ke penginapan secara diam-diam, sambil menunggu malam tiba, Lin Feng memilih untuk berkultivasi agar pikirannya bisa tenang, karena menurut Lin Feng, dia tidak akan bisa membunuh kalau pikirannya tidak tenang sama sekali.
Selain untuk menenangkan pikirannya, dengan berkultivasi Lin Feng juga bisa meningkatkan energinya, tidak hanya itu saja, bahkan dengan berkultivasi, Lin Feng mampu mendapatkan ketenangan batin, padahal selama menjadi pembunuh bayaran sewaktu di bumi, Lin Feng tidak pernah mendapatkan ketenangan batin sama sekali.
"Dengan begini, pekerjaanku akan jadi lebih mudah" gumam Lin Feng.
**
Waktu terus berlalu dengan sangat cepat, Lin Feng nampak sedang bersiap-siap di dalam kamarnya, dengan pakaian yang serba hitam, serta penutup wajah, membuat Lin Feng benar-benar terlihat seperti seorang Assassin, sama seperti masih di bumi, Lin Feng tidak meletakkan pedangnya di pinggang, melainkan menyandang pedang tersebut di punggungnya.
Sebenarnya Lin Feng tidak terpikirkan tentang masalah itu sama sekali, namun entah kenapa tuan Hao sepertinya sangat mengerti dengan keinginan Lin Feng, sebab tuan Hao memberikan sabuk khusus untuk bisa meletakkan pedang di punggung, tentunya hal tersebut sangat cocok daripada meletakkan pedang di pinggang, karena akan mempersulit gerakan Lin Feng nantinya.
"Tuan Hao benar-benar sangat mengerti keinginanku" gumam Lin Feng.
Setelah semua persiapannya selesai, Lin Feng kemudian menghilang dari dalam kamar dan langsung muncul di atap bangunan penginapan, mata Lin Feng menatap tajam ke arah wilayah keluarga Huang, dari tatapan tajam Lin Feng, sudah bisa ditebak bahwa malam ini, akam benar-benar menjadi malam yang buruk bagi keluarga Huang.
Lin Feng kemudian melompat dari atap bangunan penginapan ke atap bangunan yang lain dengan sangat cepat, karena sudah terlatih bergerak dengan cepat dan senyap sewaktu di bumi, gerakan Lin Feng yang sekarangpun tidak menimbulkan suara sama sekali, gerakannya benar-benar seperti angin malam yang sejuk namun mematikan.