Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-262. Apa itu kau?


Pertarungan antara Lin Feng dan Luo Ning masih terus berlanjut, kecepatan keduanya nampak sangat seimbang, meskipun Lin Feng masih belum menggunakan kecepatan penuhnya, serta Lin Feng juga tidak menggunakan kekuatan penuhnya dan hanya menggunakan kekuatan yang setara dengan perempuan tersebut.


Jika Lin Feng ingin mengalahkannya, mungkin sejak awal perempuan tersebut sudah tidak bisa berkutik lagi, tapi Lin Feng tidak mau melakukan itu, karena dia masih penasaran dengan kecepatan serta kemampuan perempuan tersebut, terlebih lagi, perempuan tersebut mengingatkannya dengan Luo Ning.


"Kenapa sejak tadi kau hanya menghindar dan menahan serangan ku? Apa kau tidak mau melakukan serangan?" tanya Luo Ning.


"Apa kau yakin ingin aku melakukan serangan?" tanya Lin Feng dengan maksud merendahkan.


"Cihh, jangan remehkan aku!" ujar Luo Ning, kemudian meningkatkan kecepatan dan kekuatan serangannya.


Semakin lama mereka bertarung, Lin Feng menemukan beberapa kesamaan antara perempuan tersebut dengan Luo Ning, bahkan sampai membuat Lin Feng merasa sangat yakin kalau perempuan itu adalah Luo Ning, yaitu terdapat kilatan petir di setiap gerakan serangannya.


Swush... Aura yang sangat besar meledak dari tubuh Luo Ning saat dia mengaktifkan kekuatan tubuh petir surga, aura biru yang sangat besar nampak menyelimuti tubuh Luo Ning, tidak lama kemudian, aura biru tersebut berubah menjadi petir yang terus berderak di tubuhnya.


Lin Feng benar-benar sangat terkejut melihat petir yang menyelimuti tubuh perempuan tersebut, tentunya Lin Feng sangat mengenali kekuatan petir serta aura yang sangat besar tersebut, yang hanya dimiliki oleh satu orang yang dikenalinya, yaitu Luo Ning.


"Luo Ning hentikan, ini aku Lin Feng!" ujar Lin Feng mencoba untuk menghentikan Luo Ning.


"Apa?!" ujar Luo Ning kaget.


Boom... Dhuar.... Ledakan yang cukup besar terjadi saat serangan Luo Ning menghantam tubuh Lin Feng, serangan yang sangat cepat dan sangat kuat tersebut sampai membuat Lin Feng terlempar dan menabrak pohon di belakangnya, bahkan sampai membuat pohon tersebut roboh.


Untungnya serangan tersebut tidak melukai Lin Feng, karena tubuhnya dilindungi oleh jubah hitam pemberian Dewi Nuwa, selain itu, kekuatan petir yang menghantam dirinya juga langsung di serap oleh tanda petir surga, jika tidak, mungkin Lin Feng akan mendapatkan luka yang parah.


"Lin Feng, apa itu benar-benar kau?" tanya Luo Ning memastikan.


"Benar, ini aku" jawab Lin Feng kemudian membuka penutup wajahnya.


Luo Ning tersentak kaget saat Lin Feng membuka penutup wajahnya, ia kemudian bergegas menghampirinya Lin Feng dan membantunya berdiri. "Ma-maaf, aku benar-benar minta maaf" ucap Luo Ning menyesali perbuatannya.


"Tidak apa-apa, lagipula ini adalah salah ku karena tidak memperkenalkan diri sejak awal" jawab Lin Feng.


"Tapi serangan mu kuat juga, jika bukan karena kekuatanku yang telah meningkat mungkin aku akan terluka parah" ucap Lin Feng.


"Aku benar-benar minta maaf" ucap Luo Ning tertunduk lesu.


"Sudahlah, lagipula aku tidak apa-apa" ujar Lin Feng menenangkan Luo Ning.


"Tapi kenapa kau berpenampilan seperti Assassin? Apa kau memang sudah jadi Assassin?" tanya Lin Feng.


Luo Ning kemudian menjelaskan alasan kenapa dia berpenampilan seperti Assassin dengan sangat rinci, tidak ada satupun yang tidak Luo Ning ceritakan kepada Lin Feng, bahkan Luo Ning juga menceritakan latihan keras yang ia jalani hanya untuk bisa menandingi Lin Feng.


Lin Feng mendengarkan cerita Luo Ning dengan sangat serius, dia benar-benar tidak pernah menyangka bahwa telah terjadi banyak masalah selama kepergiannya, tapi Lin Feng juga tidak menyangka bahwa Luo Ning akan sangat nekat melakukan misi yang berbahaya tersebut.


Dan satu hal yang membuat Lin Feng benar-benar terkejut adalah, Luo Ning yang melakukan latihan berat hanya karena ucapannya sebelum pergi meninggalkan istana kekaisaran Luo, meskipun begitu, Lin Feng juga nampak sangat kagum dengan perubahan Luo Ning yang sekarang.


"Setelah dua tahun tidak bertemu, sekarang kau nampak berbeda" ucap Lin Feng.


"Kau salah, aku masih sama seperti dulu" ujar Lin Feng.


Luo Ning terdiam beberapa saat sambil memandangi wajah Lin Feng. "Itu memang benar, karena tatapan matamu masih saja tajam dan penuh dengan aura membunuh" ucap Luo Ning.


"Jadi, selama ini kau kemana saja?" tanya Luo Ning penasaran.


"Selama ini aku pergi ke negeri awan, padahal aku hanya berada di sana selama dua bulan, tapi siapa sangka di benua biru sudah dua tahun berlalu" jawab Lin Feng.


Mereka berdua terus mengobrol dan membahas seputar perjalanan mereka selama dua tahun terakhir, Luo Ning menanyakan banyak hal kepada Lin Feng, terlebih lagi mengenai negeri awan, karena sebenarnya Luo Ning juga sangat tertarik untuk datang ke sana.


Karena terlalu asyik mengobrol, mereka berdua bahkan tidak sadar kalau matahari sudah hampir tenggelam, obrolan mereka baru terhenti ketika keduanya sudah merasa lapar dan kemudian memutuskan untuk bermalam di hutan tersebut.


"Apa kau merasa senang saat menjadi Assassin?" Lin Feng tiba-tiba bertanya dengan serius.


"Maksudmu?" tanya Luo Ning.


"Apa kau menikmati saat kau membunuh manusia, atau kau merasa senang saat melakukan pembunuhan?" tanya Lin Feng.


"Awalnya aku memang takut, tapi setelah sering melakukan pembunuhan, aku akhirnya terbiasa, bahkan terkadang aku merasa sangat ingin membunuh seseorang" jawab Luo Ning.


"Ternyata begitu, perasaan yang kau rasakan itu namanya adalah niat membunuh, semakin sering kau membunuh seseorang, maka niat membunuhmu akan semakin besar, perasaan tersebut akan terus bertambah sampai akhirnya akan membuatmu merasakan haus akan darah" ucap Lin Feng menjelaskan.


"Lalu, bagaimana denganmu? Apa kau juga memiliki niat membunuh?" tanya Luo Ning.


"Kalau aku bisa dikatakan sebagai seseorang yang harus akan darah, orang-orang bahkan memberiku julukan sebagai raja pembunuh" jawab Lin Feng.


"Sepertinya kau tidak kaget sama sekali, apa kau tidak merasa takut?" tanya Lin Feng.


"Takut? Apa yang harus aku takutkan, karena selama aku berjalan pada jalan kebenaran, tidak akan ada yang bisa membuatku takut" jawab Luo Ning.


"Benarkah? Jadi, apa kau tidak takut dengan dewa kematian?" tanya Lin Feng.


"Dewa kematian? Aku tidak akan takut padanya, jika dia ada di hadapanku sekarang, mungkin aku akan langsung menantangnya bertarung" jawab Luo Ning.


"Lalu, bagaimana jika dewa kematian itu adalah aku?" tanya Lin Feng, kemudian mengeluarkan tawa yang aneh.


"Hahahaha! Sejak kapan kau pandai bercanda seperti ini?" tanya Luo Ning.


"Aku tidak bercanda" batin Lin Feng.


Meskipun Luo Ning tertawa lantang dan menganggap perkataan Lin Feng hanyalah omong kosong belaka, tapi entah kenapa hati Luo Ning merasa sangat yakin kalau Lin Feng tidak berbohong, hatinya bahkan merasa percaya pada perkataan Lin Feng tersebut.


"Ada apa ini? Kenapa hatiku merasa sangat yakin dengan perkataan Lin Feng tadi, apa jangan-jangan Lin Feng memang benar seorang dewa kematian?" Luo Ning membatin.