
"Seperti yang sudah di umumkan oleh pemimpin sekte, hari ini adalah hari pertandingan antara murid tetua Zhang dan murid tetua Liu, kita akan sama-sama menyaksikan kehebatan mereka dalam pertarungan nanti, tapi sebelum itu izinkan aku mengumumkan sedikit peraturan dalam pertarungan ini.."
"..Pertama, sesama murid sangat dilarang untuk saling membunuh. Kedua, selama pertarungan diperbolehkan menggunakan senjata apapun asalkan jangan sampai melukai lawan terlalu parah. Ketiga, jika kedua murid tetua Liu mau, mereka berdua bisa menantang seluruh murid tetua Zhang tapi jika mereka tidak mau maka cukup dua orang saja.."
".. Dan yang keempat, lawan akan dinyatakan kalah apa bila telah menyerah atau keluar dari arena. Semua peraturan sudah aku umumkan, sekarang kita mulai saja pertandingannya" ucap tetua Xiao Jian Zheng.
Para murid langsung bersorak gembira saat mereka mendengar pertandingan akan segera di lakukan, semua orang tentunya sangat penasaran siapa murid tetua Zhang yang akan bertanding melawan murid tetua Liu, selain itu mereka juga penasaran, apakah murid tetua Liu akan mampu menghadapi murid tetua Zhang atau tidak.
Tidak hanya para murid saja yang merasa penasaran, bahkan pemimpin sekte serta para tetua lain juga sudah tidak sabaran dan sangat penasaran dengan pertandingan mereka, mereka semua tentu mengetahui kekuatan murid tetua Zhang, namun mereka juga tidak bisa menebak sekuat apakah murid tetua Liu yang sangat misterius, yang bahkan kultivasinya tidak bisa mereka lihat.
"Baiklah, tetua Liu silahkan pilih muridmu yang akan bertanding lebih dulu, begitu juga dengan anda tetua Zhang" ucap tetua Xiao Jian Zheng.
Tetua Liu Changhai kemudian menanyakan kepada kedua muridnya siapa yang akan bertanding lebih dulu, Zhao Tian langsung mengatakan kepada tetua Liu Changhai bahwa dialah yang akan pertama kali bertanding. Sedangkan tetua Zhang dia mempersilahkan siapa saja diantara muridnya yang ingin bertanding lebih dulu.
Setelah mengatakan dia yang akan bertanding lebih dulu, Zhao Tian langsung naik ke atas arena dan memperkenalkan dirinya kepada seluruh murid sekta.
"Perkenalkan namaku adalah Zhao Tian" ucap Zhao Tian.
Beberapa saat setelah Zhao Tian memperkenalkan dirinya, murid dari tetua Zhang langsung naik ke atas arena, dia adalah Zhang Lian, salah satu murid andalan tetua Zhang yang merupakan pemuda anggota keluarga Zhang, sekaligus bawahan Zhang Jun.
"Yo sampah, jika kau mengaku kalah sekarang maka aku akan mengampuni dirimu" ujar Zhang Lian.
"Wah ini sangat aneh, padahal jelas-jelas aku mendengar gonggongan anjing, tapi aku tidak melihat ada anjing disini" ucap Zhao Tian.
"Hey teman, apa kau juga mendengar suara gonggongan anjing barusan?" tanya Zhao Tian pada Zhang Lian.
Seketika para penonton langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dan pertanyaan yang dilontarkan oleh Zhao Tian kepada Zhang Lian, bahkan wajah tetua Xiao Jian Zheng sampai memerah karena menahan tawa.
"Ka-kau, berani-beraninya kau mempermalukan aku!" ujar Zhang Lian kesal.
"Tetua, cepat mulai pertandingannya agar aku bisa langsung menghajar sampah ini" lanjutnya.
"Baiklah, karena kau sudah tidak sabar maka pertandingannya bisa dimulai sekarang!" jawab tetua Xiao Jian Zheng.
Setelah pertandingan dimulai, Zhang Lian langsung melesat dengan cepat ke arah Zhao Tian dan langsung menyerangnya secara membabi buta. Zhang Lian menyerang dengan sangat cepat, bahkan tidak tanggung-tanggung, Zhang Lian langsung menggunakan seluruh kekuatannya.
Akan tetapi, Zhao Tian masih bisa menahan dan menghindari setiap tendangan dan pukulan yang mengarah padanya dengan sangat santai, bahkan Zhao Tian terlihat sama sekali tidak kesulitan menghindari setiap serangan yang mengarah padanya.
Hal ini tentu saja karena tingkat kekuatan dan kultivasi mereka yang berbeda, Zhang Lian masih berada di ranah Body Tempering bintang dua, sedangkan Zhao Tian berbeda satu tingkatan di atas Zhang Lian, yaitu ranah Body Tempering bintang tiga.
Tapi untuk Zhang Lian, jelas-jelas dia sudah tidak punya kesempatan untuk menang melawan Zhao Tian, karena selain dari tingkat kultivasinya yang lebih rendah, energi atau kekuatan Zhao Tian juga jauh lebih tinggi darinya, belum lagi kekuatan yang di dapatkan Zhao Tian dari singa es, tentunya dari segi manapun Zhao Tian tetap jauh lebih unggul.
"Sialan, kenapa kau hanya menghindar, apa kau terlalu takut untuk melawan diriku!" ucap Zhang Lian.
"Santai saja, sebaiknya kita bermain lebih lama lagi" jawab Zhao Tian.
"*******, aku akan menghancurkan mu lalu setelah itu aku akan menghancurkan seluruh keluargamu!" ujar Zhang Lian kesal.
Zhao Tian tiba-tiba terdiam setelah mendengar perkataan Zhang Lian yang menyebabkan satu pukulan Zhang Lian berhasil mendarat di tubuhnya, Zhao Tian bahkan sampai terpental beberapa langkah kebelakang karena pukulan tersebut.
"Hahahaha, akhirnya pukulan ku bisa mengenaimu, berikutnya aku akan.."
"Diam!, berani-beraninya kau mengancam keluargaku, aku sama sekali tidak punya masalah denganmu tapi kau malah mengancam keluargaku" ujar Zhao Tian memotong ucapan Zhang Lian.
Aura yang sangat besar meledak dari tubuh Zhao Tian, seketika udara di arena pertarungan langsung berubah menjadi sangat dingin sampai membuat para murid menggigil kedinginan, bahkan mereka semua harus menggunakan energi Qi untuk menahan udara dingin tersebut.
"Dasar bocah bodoh, dia benar-benar telah melakukan kesalah besar" gumam Zhao Feng.
Wajah Zhang Lian tiba-tiba berubah menjadi pucat pasi, tubuhnya gemetaran bukan hanya karena udara yang dingin tapi juga karena rasa takut yang tiba-tiba saja menyerang dirinya.
Zhao Tian menatap tajam ke arah Zhang Lian, Zhao Tian kemudian mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya kepada Zhang Lian.
"Belenggu Jiwa Es!" ucap Zhao Tian sinis.
"Tian'er jangan!" ujar Liu Changhai.
"Arrkhhh!" Zhang Lian tiba-tiba saja berteriak dengan keras karena merasakan rasa dingin di tubuhnya.
Rasa dingin tersebut benar-benar menyiksa Zhang Lian bahkan membuat tulang-tulangnya terasa seperti membeku menjadi es, beberapa saat kemudian tubuh Zhang Lian tiba-tiba menjadi kaku dan tidak lama setelah itu tubuh Zhang Lian benar-benar membeku seperti es.
"Kurang ajar!, berani sekali kau menyakiti muridku!" ujar tetua Zhang Kaibo kemudian langsung melesat ke arena pertarungan.
Tetua Zhang Kaibo yang telah tersulut emosi kemudian langsung menyerang Zhao Tian, namun dengan cepat serangan tersebut di halangi oleh tetua Liu Changhai yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Tetua Zhang, ini adalah pertarungan antara anak muda, kita orang tua seharusnya tidak ikut campur" ucap Liu Changhai.