
Setelah itu, Lin Feng dan yang lainnya langsung pergi menuju ke tempat pelatihan para prajurit, ketika Lin Feng sampai ditempat pelatihan, para prajurit yang sedang beristirahat langsung berdiri dan memberikan hormat kepada Lin Feng, mereka semua nampak sangat senang karena Lin Feng akhirnya bisa datang menemui mereka semua.
Sebenarnya mereka bisa saja langsung menerobos tanpa adanya kehadiran Lin Feng, tapi mereka enggan melakukan itu dan lebih memilih untuk menunggu kehadiran Lin Feng. Sebab, mereka semua telah setuju untuk membuat Lin Feng bangga dan mereka juga berjanji untuk tidak mengecewakan Lin Feng, bahkan para prajurit telah bersumpah, jika mereka gagal menerobos maka itu adalah akhir dari hidup mereka.
Tidak lama kemudian, salah seorang prajurit memberanikan diri untuk maju dan menghadap Lin Feng, sebelum berbicara, prajurit tersebut berlutut untuk menunjukan rasa hormatnya kepada Lin Feng. "Yang mulia, hamba mewakili seluruh prajurit kerajaan dunia bawah, mengucapkan terimakasih karena yang mulia sudah mau datang kemari" ucap prajurit tersebut.
"Selain itu, kami juga ingin yang mulia menjadi saksi sumpah kami semua" lanjutnya.
"Sumpah? Apa maksudmu?" tanya Lin Feng bingung.
Seluruh prajurit dunia bawah kemudian mengeluarkan senjata mereka masing-masing, lalu melukai telapak tangannya, yang membuat darah mereka mengalir cukup deras. "Kami bersumpah, akan selalu setia kepada yang mulia Lin Feng sang raja malam dan dewa kematian, kami juga bersumpah, jika kami gagal menerobos maka kami akan mengakhiri hidup kami sendiri!" ucap para prajurit serempak.
Lin Feng tersentak kaget mendengar sumpah para prajuritnya, perkataan mereka menggema bagaikan gemuruh petir yang sangat besar, bahkan sumpah mereka berhasil membuat jiwa Lin Feng bergetar, tidak lama kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja menghela nafas pajang, lalu menggelengkan kepalanya. "Kalian ini ada-ada saja, kenapa harus mengucapkan sumpah seperti itu? Apakah kalian sadar, jika kalian mati maka kekuatan pasukan akan berkurang" ucap Lin Feng.
"Kami sangat sadar akan hal itu yang mulia, maka dari itu, kami semua bertekad untuk tidak gagal" jawab prajurit yang berlutut di hadapan Lin Feng.
"Baiklah, sebagai raja dunia bawah, aku menerima sumpah kalian dan akan menjadi saksi keberhasilan kalian" ucap Lin Feng dengan suara keras.
"Terimakasih yang mulia!" jawab semua prajurit.
Setelah Lin Feng menerima sumpah yang mereka ucapkan, para prajurit kemudian mengeluarkan sumberdaya mereka masing-masing dari cincin penyimpanannya, lalu mereka melakukan penyerapan secara bersamaan, lalu ketika mereka semua mulai melakukan penyerapan, Lin Feng meminta Huise untuk memasang penghalang di sekitar para prajurit, karena ada sesuatu yang harus ia lakukan untuk seluruh prajuritnya.
Huise kemudian menuruti perintah Lin Feng tanpa keraguan sedikitpun dan langsung menciptakan pelindung disekitar para prajurit, setelah pelindung berbentuk kubah transparan terpasang, Lin Feng kemudian berjalan masuk kedalam pelindung tersebut, lalu melepaskan aura dewa kematian yang sangat mengerikan. Lin Feng melepaskan aura dewa kematian bukan untuk menyakiti para prajurit, melainkan untuk meningkatkan persentase keberhasilan mereka, karena biasanya para kultivator akan berhasil meningkatkan kekuatannya saat berada di bawah tekanan yang besar, namun jika mereka gagal, maka mereka akan langsung mati.
Dua Minggu kemudian.
Setelah melakukan penyerapan selama dua minggu penuh, para prajurit akhirnya berhasil menyerap semua energi yang terkandung di dalam sumberdaya masing-masing, tubuh mereka semua juga sudah dipenuhi oleh energi spiritual dan hanya tinggal menunggu waktu saja, sebelum mereka bisa menerobos ke ranah selanjutnya, namun disaat seperti inilah keberuntungan mereka tidak akan berguna sama sekali, karena berhasil atau tidaknya mereka menerobos, tergantung dengan diri mereka sendiri.
Boom!
Boom!
Boom!
Sementara itu, Lin Feng dan yang lainnya masih menunggu dengan sabar, mereka juga nampak senang ketika mendengar suara ledakan teredam tersebut, tapi kesenangan mereka masih belum sempurna, karena masih banyak prajurit yang masih belum berhasil menerobos ke ranah selanjutnya, bahkan Lin Feng nampak sedikit khawatir dan takut jika mereka akan gagal, karena kekuatannya pasti akan berkurang jika diantara para prajurit akan ada yang gagal, meskipun hanya satu orang.
"Tuan, anda tidak perlu khawatir, yakinlah pada mereka semua" ucap Huise.
"Aku tahu Huise, karena itulah aku menerima sumpah mereka semua, tapi aku tetap tidak bisa tenang sebelum mereka semua berhasil" jawab Lin Feng, "tapi apapun hasilnya nanti, aku akan tetap bangga kepada mereka semua" lanjutnya.
Waktu terus bergulir dengan sangat cepat, tidak terasa matahari sudah tenggelam, sedangkan para prajurit masih berkultivasi, meskipun sudah lebih dari setengah pasukan yang berhasil menerobos, namun Lin Feng masih belum bisa tenang, karena masih ada begitu banyak prajuritnya yang masih belum berhasil menerobos ke ranah selanjutnya.
Tengah malam.
Penantian panjang Lin Feng yang disertai dengan rasa khawatir akhirnya terbalaskan, ketika para prajurit yang tersisa berhasil menerobos ke ranah selanjutnya tepat saat tengah malam tiba. Dengan begitu, seluruh prajuritnya berhasil menerobos ke ranah Matrial Emperor dan tidak ada seorangpun yang gagal, bahkan ada beberapa prajurit yang kultivasinya berhasil meningkat sampai tiga bintang.
Ketika para prajurit telah selesai menstabilkan pondasi kultivasinya, Lin Feng kemudian memerintahkan mereka semua untuk berkumpul, karena ia ingin mengucapkan selamat kepada mereka semua.
"Aku ucapkan selamat atas terobosan yang kalian capai, meski memakan waktu yang lumayan lama, tapi kalian semua benar-benar membuatku bangga, sebagai gantinya kalian aku izinkan untuk beristirahat dan akan kembali berlatih ketika aku memberikan perintah" ucap Lin Feng.
"Aku juga akan memberikan kalian tambahan sumberdaya sebagai hadiah karena telah berhasil menerobos ke ranah selanjutnya. Kalian boleh bangga dengan apa yang kalian dapatkan sekarang, tapi jangan pernah merasa sombong sedikitpun, karena masih banyak yang jauh lebih kiat dibandingkan kalian semua. Dan yang terakhir, mulai sekarang pasukan ini aku namakan sebagai pasukan Raja Malam!" lanjut Lin Feng.
"Terimakasih yang mulia!" jawab seluruh prajurit serempak.
"Baiklah, sekarang mari kita kembali ke kerajaan, agar kalian bisa beristirahat" ucap Lin Feng, kemudian mereka semua kembali ke kerajaan dunia bawah.
Keesokan harinya, Lin Feng langsung mengumpulkan seluruh bawahannya di ruang tahta, karena ada hal penting yang harus ia sampaikan kepada mereka semua.
"Huise" ucap Lin Feng.
"Aku mengerti tuan" jawab Huise, ia kemudian menyampaikan informasi yang telah ia dengar dari dewa kehidupan, agar mereka semua mengerti tentang kehebatan dan kekuatan Yama.