
Setelah kemunculan para Assassin yang sebelumnya, selama perjalanan mereka bertiga cukup banyak mendapatkan halangan dari para Assassin, namun semuanya bukanlah halangan yang terlalu berarti bagi mereka bertiga, dengan Lin Feng seorang diri saja sudah bisa menghabisi mereka semua dengan sangat mudah.
Hingga setelah beberapa jam kembali berlalu, akhirnya mereka bertiga sampai di kota Shuijing, namun halangan mereka masih belum selesai, karena sekarang para penjaga kota Shuijing tidak mempercayai keaslian lencana kekaisaran yang mereka tunjukkan, para penjaga kota bahkan menganggap mereka sebagai pengkhianat kekaisaran.
"Apa yang kalian katakan, kami adalah orang-orang utusan kaisar untuk menemui yang mulia permaisuri" ujar Lin Tian kesal.
"Jangan banyak bicara bocah, kami tidak akan percaya begitu saja sebelum kami membuktikan keaslian lencana tersebut" jawab salah seorang penjaga.
"Maaf tuan penjaga, kalau memang begitu yang kalian inginkan, sekarang kalian bisa memanggil Patriark keluarga Qing untuk datang ke sini" ucap tetua Liu Changhai sopan.
"Pak tua, siapa kau yang berani memberikan kami perintah?" tanya salah seorang penjaga sinis.
Lin Tian yang sangat kesal mendengar pertanyaan penjaga tersebut langsung menyerang penjaga tersebut, namun tindakannya tiba-tiba saja dihentikan oleh seseorang yang memakai armor berwarna emas, para penjaga yang melihat kedatangan orang tersebut langsung menunduk hormat.
"Hormat kami jendral" ucap para penjaga gerbang.
"Siapa kalian? kenapa kalian sangat berani membuat kekacauan di kota Shuijing?" tanya seseorang yang dipanggil jendral.
"Kami tidak bermaksud untuk membuat kekacauan, namun mereka sudah sembarangan bicara kepada guruku, selain itu, mereka juga menahan kami karena tidak percaya dengan lencana kekaisaran yang kami tunjukkan" jawab Lin Feng kesal.
"Tunjukkan padaku lencana yang kau maksudkan" ucap jendral tersebut.
"Silahkan diperiksa jendral" ujar tetua Liu Changhai sambil menunjukkan lencana kekaisaran.
Jendela tersebut kemudian meraih lencana di tangan tetua Liu Changhai, lalu memeriksanya dengan seksama, setelah memeriksa dengan teliti, raut wajah jendral tersebut langsung berubah bahkan langsung bersikap hormat kepada tetua Liu Changhai dan kedua muridnya.
"Maafkan atas kelalaian para prajurit kami tuan, aku sudah memeriksa lencana ini dan lencana kalian memang adalah lencana kekaisaran" ucap jendral ramah.
"Apa!" ujar prajurit penjaga gerbang kaget.
"Kalian semua akan mendapat hukuman karena sudah bersikap lancang kepada utusan yang mulia kaisar" ujar jendral tegas.
"Ba-baik jendral" jawab para prajurit penjaga gerbang serempak.
Setelah meminta maaf kepada tetua Liu Changhai dan kedua muridnya, lalu jendral tersebut juga mengantarkan tetua Liu Changhai dan kedua muridnya menuju ke wilayah keluarga Qing, agar mereka tidak perlu lagi mencari dimana letak wilayah keluarga Qing.
"Baiklah tuan, sekarang kalian bisa melanjutkan perjalanan sendiri, karena di depan sana adalah wilayah keluarga Qing" ucap jendral tersebut ramah.
"Terimakasih jendral" kata tetua Liu Changhai.
"Tidak perlu sungkan tuan, lagipula prajurit penjaga gerbang sudah menghambat perjalanan anda, jadi sudah seharusnya saya membantu tuan" jawab jendral tersebut.
Jendral tersebut kemudian memberikan hormat kepada tetua Liu Changhai, setelah itu langsung pergi meninggalkan mereka bertiga, tidak lama setelah jendral tersebut pergi, tetua Liu Changhai dan kedua muridnya langsung melanjutkan langkah kaki mereka menuju ke wilayah keluarga Qing.
Tatapan mata yang tajam langsung terarah kepada mereka bertiga saat mereka memasuki wilayah keluarga Qing, dari tatapan mereka semua sudah sangat jelas terlihat bahwa mereka tidak menyukai tetua Liu Changhai dan kedua muridnya, entah karena mereka orang asing atau ada hal lainnya, yang jelas hanya mereka yang tahu apa alasannya.
"Maaf jika kedatangan kami mengganggu kalian semua, tapi kami adalah utusan yang mulia kaisar yang akan menjadi pengawal permaisuri" jawab tetua Liu Changhai.
"Utusan kaisar? tunjukkan bukti nya!" ujar prajurit tersebut.
Tetua Liu Changhai kemudian menunjukkan lencana khusus yang diberikan oleh kaisar sebelumnya, prajurit tersebut langsung meraih lencana yang ada di tangan tetua Liu Changhai dan kemudian memeriksanya dengan sangat teliti, setelah beberapa saat berlalu, prajurit itu akhirnya mengembalikan lencana tersebut kepada tetua Liu Changhai.
"Sekarang kalian bertiga ikut aku" ucap rajurit tersebut.
Tetua Liu Changhai tidak menjawab perkataan prajurit tersebut, mereka bertiga langsung mengikuti prajurit tersebut yang nampaknya menuju ke salah satu bangunan yang sangat megah, meskipun mereka sekarang berjalan mengikuti prajurit yang tadi menghentikan mereka, tapi tatapan tajam dari semua orang masih tetap terarah kepada mereka.
Tidak lama kemudian mereka berempat akhirnya sampai di hadapan bangunan yang sangat megah tersebut, meskipun tidak dijelaskan secara langsung, namun mereka bertiga sudah bisa menebak kalau bangunan tersebut adalah kediaman Patriark keluarga Qing.
"Kalian bertiga tunggu di sini, aku akan masuk dan memberikan laporan, kalian bisa tetap tinggal atau langsung di usir itu semua tergantung perintah Patriark" ucap prajurit tersebut.
Tetua Liu Changhai, Lin Feng dan Lin Tian hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju, mereka bertiga tidak pernah menyangka bahwa keluaga Qing adalah keluarga yang sangat berhati-hati, padahal sudah sangat jelas bahwa mereka bertiga adalah utusan kaisar, tapi tetap saja mereka harus menunggu terlebih dahulu.
Selang beberapa menit kemudian, prajurit yang sebelumnya datang kembali menghampiri mereka, prajurit tersebut kemudian mengatakan bahwa mereka bertiga dipersilahkan untuk masuk dan bertemu dengan permaisuri, prajurit tersebut juga mengatakan bahwa kedatangan mereka sudah ditunggu oleh permaisuri.
"Selamat datang di keluarga Qing, maaf jika kalian mendapatkan sambutan yang tidak ramah dari anggota keluargaku" ucap seorang pria tua yang sedang duduk di kursi khusus.
"Terimakasih Patriark, kami merasa senang karena telah dipersilahkan menemui yang mulia permaisuri" jawab tetua Liu Changhai.
"Tunggu! siapa kalian? kenapa wajah kalian sangat asing?" tanya seorang perempuan yang mengenakan mahkota di kepalanya.
"Wajar jika yang mulia permaisuri merasa asing dengan wajah kami, karena memang kami bertiga bukan berasal dari ibukota kekaisaran, kami bertiga adalah utusan sekte Phoenix Emas" jawab tetua Liu Changhai.
"Apa kalian utusan tuan Jin Feng Huang?" tanya sang permaisuri kaisar.
"Benar sekali yang mulia" jawab tetua Liu Changhai.
"Cih, apa hebatnya mengirim orang-orang sekte seperti kalian? kalian bertiga bahkan jauh lebih lemah daripada pengawal ayahku, bahkan salah satu dari kalian tidak memiliki tingkatan kultivasi, bagaimana mungkin kalian mampu melindungi kami?" tanya pangeran pertama yang bernama Feng Baojia.
Lin Feng yang menyadari bahwa dialah yang dimaksud oleh sang pangeran, hanya bisa tersenyum kecil dibalik penutup wajahnya, Lin Feng juga lebih memilih untuk diam dan tidak menghiraukan perkataan pangeran tersebut.
"Kenapa kau diam saja? seharusnya kau sadar diri bahwa kau adalah sampah yang tidak berguna" ujar pangeran mahkota.
(Halo semuanya, maaf jika Author jarang update atau update hanya satu chapter sehari, bukannya tidak bisa update lebih dari satu chapter sehari, atau bukannya tidak bisa rutin Update, hanya saja keadaan Author sekarang masih belum pulih sepenuhnya, jadi Author harap kalian semua bisa memakluminya....
Jangan lupa untuk tetap mendukung novel Night King : My Life Journey dengan cara memberikan Like dan Vote, lalu bagi para sultan jangan sungkan-sungkan untuk memberikan hadiah....
Terimakasih karena masih setia bersama NK:MJL see you next chapter Bai Bai...👻👻)