
Ketika aura yang sangat besar dan mengerikan tersebut menerpa tubuh mereka semua, seketika itu juga mereka langsung merasakan takut yang sangat luar biasa, bahkan tubuh mereka juga gemetaran dengan sangat hebat. Tidak hanya itu saja, aura yang sangat besar dan sangat mengerikan itu juga memaksa mereka untuk berlutut di hadapan Lin Feng, sementara Zhu Lien, Zhu Ling dan Bai Jia Xing, mereka langsung pingsan, bahkan Zhu bersaudara sudah pingsan jauh sebelum Lin Feng melepaskan auranya.
Aura dewa kematian yang Lin Feng lepaskan tidak hanya bisa dirasakan oleh mereka yang berada di istana kekaisaran saja, melainkan orang-orang yang ada di ibukota juga dapat merasakan aura tersebut, tapi mereka tidak merasakan tekanan apapun, karena jarak mereka dengan Lin Feng yang sangat jauh. Sehingga, yang dapat mereka rasakan hanyalah kengeriannya saja, meski begitu, kengerian yang mereka rasakan sudah cukup untuk membuat mereka semua merinding dan gemetar ketakutan.
"A-aura macam apa ini? Ke-kenapa tekanannya sangat luar biasa dan kenapa rasanya sangat mengerikan?!" ujar Liang Jin Hu.
"Te-ternyata di-dia memang bukan manusia biasa, bahkan auranya saja jauh lebih besar dari aura para dewa!" salah seorang petinggi istana menimpali.
"Cihh! Sudah aku katakan sebelumnya, tidak bisakah kalian diam saja?!" Lin Feng yang sudah sangat kesal kemudian menyerang mereka semua sekaligus.
Liang Jin Hu dan empat belas petinggi istana hanya bisa pasrah saat Lin Feng mulai menebas mereka satu-persatu, bukannya mereka tidak bisa melawan, tapi memang mereka dipaksa untuk tidak bisa melakukan perlawanan, karena aura yang dilepaskan oleh Lin Feng telah menindas mereka semua, bahkan mereka juga dipaksa untuk berlutut oleh aura yang mengerikan tersebut, padahal mereka telah mencoba untuk melawan dengan segenap tenaga dan kekuatan yang mereka miliki, tapi tetap saja tidak bisa.
Beberapa saat kemudian, ke-lima belas iblis tersebut telah berhasil ditebas oleh Lin Feng menjadi potongan-potongan kecil, tapi tidak lama setelah itu, tubuh mereka yang telah terpotong-potong malam kembali bersatu dan mereka semua kembali hidup seperti semula. Namun Lin Feng yang sudah terlanjur kesal dengan mereka, langsung melanjutkan aksinya lagi dan kejadian tersebut terus berulang-ulang sampai tidak terhitung lagi.
Meskipun Lin Feng sangat kesal karena mereka semua tidak bisa mati, tapi sebenarnya Lin Feng juga sangat menikmati perbuatannya itu, karena selama ini dia tidak pernah bisa menyiksa seseorang sampai benar-benar puas, tapi setelah bertemu dengan Liang Jin Hu dan empat belas bawahannya, Lin Feng benar-benar sangat senang karena bisa menyiksa mereka semua sampai berulang-kali, bahkan Lin Feng juga menunjukkan senyuman yang mengerikan ketika menebas mereka semua.
"Benar-benar menyenangkan!" ujar Lin Feng
Huise hanya bisa tersenyum kecut melihat apa yang dilakukan oleh tuannya, bahkan sampai saat ini Huise masih sulit mempercayai jika tuannya adalah pembunuh berdarah dingin. "Sepertinya tuan sangat suka dengan mainan barunya" Huise bergumam dalam hatinya.
Setelah hampir setengah jam berlalu, Lin Feng akhirnya menghentikan aksinya, bukan karena sudah lelah atau kehabisan tenaga, tapi karena dia sudah merasa bosan menebas mereka semua. Meski sejujurnya Lin Feng sangat menikmati penyiksaan yang dia lakukan, tapi tentunya dia juga bisa merasa bosan, karena para iblis tersebut tidak kunjung mati.
"Kenapa kau berhenti, apa kau sudah lelah?" tanya Liang Jin Hu yang telah utuh seperti semula lagi, bahkan sekarang ia sudah bisa berdiri karena Lin Feng telah menarik aura dewa kematian yang sebelumnya ia lepaskan.
"Aku tidak lelah sedikitpun, bahkan aku sangat menikmati semua ini! Tapi sayangnya, aku juga sudah bosan bermain-main dengan kalian" jawab Lin Feng.
"Jangan salah paham, justru sekarang adalah saatnya untuk serius" jawab Lin Feng, kemudian tersenyum sinis pada mereka semua.
"Hahahaha! Kau bahkan tidak bisa membunuh kami, lalu kenapa sekarang kau malah berkata seperti itu?" Liang Jin Hu tertawa lantang ketika mendengar perkataan Lin Feng.
"Kau benar! Aku memang tidak bisa membunuh kalian hanya dengan tebasan biasa saja, jadi aku berpikir untuk mulai menggunakan energi spiritual" jawab Lin Feng.
Setelah itu, pedang emas hitam dan pedang dewa naga tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya, pedang emas hitam mengeluarkan cahaya merah kehitaman yang nampak seperti kilatan petir, sementara pedang dewa naga mengeluarkan cahaya berwarna kuning keemasan yang sangat terang. Aura yang keluar dari kedua pedang tersebut juga sangat mengerikan, terutama aura yang dimiliki oleh pedang emas hitam.
"Aura ini... Kenapa aura ini terasa seperti aura pedang emas?" Liang Jin Hu bertanya dalam hatinya, sambil mengamati pedang emas hitam yang ada di tangan kiri Lin Feng. "Tapi jika dilihat dari bentuknya, pedang ini benar-benar jauh berbeda dengan pedang emas, atau jangan-jangan ini hanya firasat ku saja?" lanjutnya.
Saat Liang Jin Hu masih termenung karena memikirkan kesamaan aura antara pedang Lin Feng dan pedang emas yang sangat melegenda, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan mereka semua dan sesaat kemudian, Lin Feng telah muncul kembali di belakang salah seorang petinggi istana, bersamaan dengan munculnya Lin Feng, tubuh petinggi istana tersebut juga langsung terpotong menjadi tiga bagian dan terjatuh ke lantai istana.
Setelah terpotong menjadi tiga bagian, hal yang sangat mengejutkan pun terjadi, karena potongan tubuh petinggi tersebut tidak menyatu kembali, justru setiap potongan tubuhnya terlihat tengah diselimuti oleh kekuatan petir berwarna merah, hingga akhirnya setiap potongan tubuh petinggi tersebut meledak dan berubah menjadi kabut darah.
"Seperti yang aku duga, sehebat apapun kemampuan kalian, tapi kalian tetaplah bangsa iblis yang tidak bisa menahan kekuatan petir surga!" ucap Lin Feng.
Liang Jin Hu dan ke-tiga belas petinggi istana kekaisaran Liang yang tersisa benar-benar kaget mendengar perkataan Lin Feng, sebab mereka tidak pernah menyangka, jika Lin Feng ternyata memiliki kekuatan petir surga di tubuhnya. Seluruh bangsa iblis tentunya mengetahui tentang kekuatan petir surga, karena kekuatan petir tersebut adalah kekuatan terbesar yang paling mereka takuti.
"Ke-kenapa kau bisa..."
"Tentu saja aku bisa, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini!" ujar Lin Feng, kemudian mulai menyerang para iblis tersebut.
Setelah mengetahui jika Lin Feng memiliki kekuatan petir surga, Liang Jin Hu dan yang lainnya benar-benar tidak berani meremehkannya lagi, bahkan sekarang mereka benar-benar takut untuk berhadapan dengan Lin Feng, karena di hadapan kekuatan petir surga, kemampuan mereka yang bisa memulihkan diri dengan sangat cepat tidak akan ada gunanya sama sekali.