
Beberapa hari telah berlalu sejak mereka berangkat meninggalkan kota Shuijing, semua nampak berjalan dengan lancar dan selama beberapa hari ini tidak ada serangan ataupun orang-orang yang menghadang mereka, tentunya sang permaisuri sangat senang dengan keadaan tenang tersebut, akan tetapi, tetua Liu Changhai dan Lin Feng malah merasa ada yang aneh.
Ketika mereka datang ke kota Shuijing, mereka sempat di hadang beberapa kali oleh anggota Organisasi Assassin yang telah bekerja di bawah perintah adik sang kaisar, namun entah kenapa sekarang mereka malah tidak muncul, padahal seharusnya mereka sudah tahu kalau sang permaisuri akan kembali ke ibukota kekaisaran.
"Suasana tenang ini sangat aneh, sejak kita berangkat meninggalkan kota Shuijing sampai sekarang, kita belum melihat satu orangpun musuh yang datang menyerang" ucap tetua Liu Changhai.
"Bukankah begini lebih bagus guru? Perjalanan kita bisa lebih aman dan juga tidak tertunda karena serangan musuh" ujar Lin Tian.
"Memang benar suasana tenang seperti ini sangatlah bagus, tapi yang aku takutkan ini adalah ketenangan sebelum badai" kata tetua Liu Changhai.
Suasana di perjalanan memang sangat tenang bahkan sampai membuat beberapa prajurit merasakan perasaan yang nyaman, mereka bahkan tidak nampak waspada sama sekali dan hanya bersantai sambil mengobrol selama perjalanan.
Akan tetapi, tetua Liu Changhai dan Lin Feng malah merasa sebaliknya, mereka berdua benar-benar tidak merasakan kenyamanan dengan suasana tenang tersebut, mereka berdua malah merasakan adanya ancaman yang sangat besar yang sedang mengintai mereka semua dari suatu tempat.
Tidak lama kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja merasakan keberadaan aura membunuh, aura tersebut memang terasa samar, namun Lin Feng merasa yakin bahwa aura tersebut memanglah aura membunuh, tapi lagi-lagi hanya Lin Feng yang bisa merasakan keberadaan aura tersebut, bahkan tetua Liu Changhai saja masih tidak bisa merasakan keberadaan aura tersebut.
"Guru, apa guru merasakan aura ini?" tanya Lin Feng.
"Aura? aura apa yang kau maksud Feng'er?" tanya tetua Liu Changhai.
"Guru, aku mohon agar tetap waspada, aku yakin musuh yang menghadang kita sangat kuat, karena hanya aku yang bisa merasakan aura membunuhnya" jawab Lin Feng.
Tetua Liu Changhai tentu saja mempercayai apa yang dikatakan oleh Lin Feng, karena diantara mereka semua hanya Lin Feng saja yang sangat peka terhadap aura membunuh, bahkan sudah sangat terbiasa dengan aura tersebut, tapi bukan berarti mereka tidak bisa merasakan aura membunuh, hanya saja, mereka tidak bisa merasakan aura yang telah disembunyikan dengan baik seperti Lin Feng.
GRRROOOAARRR!!
Selang beberapa menit setelah Lin Feng merasakan aura membunuh tersebut, terdengar suara raungan monster yang sangat nyaring dan menggema di seluruh hutan, mereka semua benar-benar kaget ketika mendengar suara tersebut, dengan sigap para prajurit langsung bersiaga dan mempersiapkan senjatanya.
Dari kejauhan mulai nampak sosok monster yang sangat besar, awalnya mereka semua mengira bahwa monster tersebut hanyalah monster liar yang kelaparan, namun setelah mengamati dengan baik, mereka semua akhirnya menyadari bahwa monster di hadapan mereka adalah seekor Beast Spirit bersama dengan seorang manusia di atas punggungnya.
"Jangan takut, dia hanya sendirian bersama dengan Beast Spirit, kita pasti bisa mengalahkannya dengan mudah" ucap salah seorang prajurit.
"Tidak, dia tidak sendirian!" ujar Lin Feng.
Benar saja apa yang di katakan oleh Lin Feng, dari arah belakang Beast Spirit tersebut muncul Beast Spirit yang lainnya bersama dengan pemiliknya masing-masing, para prajurit yang sebelumnya merasa yakin akan menang, dalam sesaat mental mereka langsung turun, mereka tidak akan seperti itu jika yang di hadapan mereka adalah pasukan manusia saja, tapi dihadapan mereka sekarang adalah pasukan manusia bersama Beast Spirit.
Tidak hanya itu saja, mereka semua tentunya mengetahui kalau Beast Spirit tersebut bukanlah Beast Spirit yang lemah, dari auranya saja sudah bisa dirasakan bahwa Beast Spirit yang musuh mereka miliki adalah Beast Spirit yang kuat, bahkan yang terlemah diantara Beast Spirit tersebut berada di tingkatan Langit bintang 7.
"Aku juga tidak tahu guru, tapi entah kenapa aku merasa seperti pernah bertemu dengan Beast Spirit seperti ini sebelumnya" ucap Lin Feng.
"Apa kau pernah berhadapan dengan mereka sebelumnya?" tanya tetua Liu Changhai.
"Tidak guru, aku belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya, hanya saja aura yang dimiliki oleh Beast Spirit mereka terasa tidak asing bagiku" jawab Lin Feng.
Lin Feng kembali memutar otaknya untuk mengingat dimana dia pernah bertemu dengan Beast Spirit aneh seperti itu, setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Lin Feng bisa mengingat bahwa dia pernah berhadapan dengan Beast Spirit yang memiliki aura yang sama saat masih berada di hutan para monster.
"Aku ingat sekarang, mereka adalah Beast Spirit yang berasal dari hutan para monster, tapi tidak mungkin mereka semua bisa masuk ke hutan tersebut dan menjinakkan Beast Spirit sebanyak itu" ucap Lin Feng.
"Sial, sepertinya yang akan kita hadapi bukanlah musuh yang sembarangan" ujar tetua Liu Changhai.
"Lin Tian dan kalian semuanya, lindungi yang mulia permaisuri, aku dan Lin Feng yang akan menghadapi mereka semua" lanjut tetua Liu Changhai.
"Baik tetua!" jawab para prajurit serempak.
"Lin Tian, panggil singa es untuk membantu kalian" ucap Lin Feng.
"Baik kak Feng" jawab Lin Tian.
Setelah itu, tetua Liu Changhai dan Lin Feng langsung memacu kuda mereka untuk mendekat ke arah musuh, sementara Lin Tian langsung memanggil singa es untuk membantu mereka menjaga permaisuri dan juga anak-anaknya.
Tetua Liu Changhai dan Lin Feng langsung menghentikan laju kuda mereka setelah agak dekat dengan musuh yang menghadang jalan mereka, mereka berdua agak terkejut setelah melihat musuh yang menghadang mereka ternyata adalah para anggota Organisasi Assassin.
"Darimana mereka mendapatkan kekuatan seperti ini" gumam Lin Feng.
"Hey kau, kenapa seorang Assassin sepertimu malah membantu sang kaisar, bukankah ketua Organisasi sudah mengatakan untuk membantu adik kaisar?" tanya Assassin yang memimpin pasukan tersebut.
"Ini sudah yang kesekian kalinya, aku bahkan sudah lelah untuk mengatakan siapa aku sebenarnya" jawab Lin Feng.
"Apa maksudmu?" tanya ketua Assassin tersebut.
"Aku bukanlah anggota Organisasi Assassin, aku juga bukan anggota Asosiasi pembunuh bayaran, tapi aku adalah raja pembunuh yang akan mengambil nyawa kalian semua" jawab Lin Feng kemudian menarik pedang kayu roh di punggungnya.
Mendengar jawaban Lin Feng membuat para Assassin tersebut tertawa lantang, lalu Assassin yang memimpin kelompok mereka berkata dengan sombongnya. "Kalau kau adalah seorang raja pembunuh, maka aku adalah dewa kematian."