
Semua orang yang menyaksikan perbuatan Lin Feng tentunya dibuat sangat kaget, mereka semua benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng akan memotong tangan Assassin tersebut, padahal dengan menghancurkan kultivasinya saja sudah dianggap sangat cukup untuk memberikannya hukuman.
Namun sayangnya Lin Feng bukanlah orang yang bermurah hati seperti itu, bahkan menurutnya dengan memotong satu tangan saja masih jauh dari kata cukup untuk hukuman, lagipula jika tidak diperlakukan demikian, maka Assassin tersebut tidak akan pernah mau membuka mulutnya.
"Ka-kau benar-benar sangat kejam, suatu saat nanti kau pasti akan mati dengan sangat mengenaskan!" ujar Assassin tersebut sambil menahan rasa sakit di tangannya.
"Jangan urusi kematian ku, sekarang yang akan mati adalah dirimu, jadi sebaiknya kau mengatakan semua yang kami perlukan sebelum kau bertemu dengan dewa kematian" ucap Lin Feng sinis.
"Sudah aku katakan bahwa aku tidak akan memberitahukan apapun kepada kalian, bahkan jika dewa kematian datang sendiri!" bantah Assassin tersebut.
"Kau akan sangat menyesal karena sudah berbicara seperti itu, andai saja kau tahu bahwa orang yang ada di hadapanmu sekarang mungkin lebih mengerikan dari dewa kematian" gumam Feng Baojia.
Karena Assassin tersebut tetap memilih untuk bungkam dan tidak mau mengatakan informasi apapun kepada mereka, Lin Feng kemudian melepaskan aura membunuhnya yang sangat besar, namun Lin Feng hanya mengarahkan aura membunuhnya kepada Assassin tersebut, sehingga yang lainnya tidak akan merasakan tekanan intimidasi.
Tubuh Assassin tersebut kembali bergetar hebat ketika aura membunuh Lin Feng menerpa tubuhnya, wajahnya seketika langsung menjadi pucat dengan keringat dingin yang mulai bercucuran, mungkin jika kultivasinya belum hancur, Assassin tersebut masih bisa bertahan menggunakan energinya, tapi sekarang dia hanya manusia biasa yang tidak memiliki sedikitpun energi Qi.
Aura membunuh yang dilepaskan oleh Lin Feng langsung menyiksa jiwa Assassin tersebut, dia ingin sekali berteriak karena rasa takut yang sekarang dia rasakan, namun mulutnya seperti terkunci dan suaranya seperti lenyap begitu saja, melihat Lin Feng yang sekarang berada di hadapannya, tidak ada ubahnya seperti dia benar-benar sedang bertemu dengan dewa kematian.
"Sekarang katakan padaku siapa yang telah mempekerjakan kalian, jika tidak! Maka aku akan memberikan sesuatu yang sangat mengerikan dari pada kematian" ucap Lin Feng sinis.
"Ka-kami para Assassin telah berjanji dan bersumpah setia kepada adik kaisar, dia jugalah yang telah memberikan kami misi untuk menangkap putri Feng Yue Yin" jawab Assassin tersebut.
"Tidak mungkin, jadi dalang dari pemberontakan ini adalah adikku sendiri" ucap Feng Jing Quo kaget.
"Bagus sekarang kau tidak dibutuhkan lagi" ujar Lin Feng kemudian mengangkat pedangnya.
"Tidak Lin Feng! Jangan bunuh dia sekarang, karena aku masih ingin mengetahui informasi yang lain darinya" ucap Feng Jing Quo menghentikan Lin Feng.
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan membunuhnya" jawab Lin Feng.
Setelah itu, Feng Jing Quo memerintahkan para prajurit untuk memenjarakan Assassin tersebut di penjara bawah tanah, Feng Jing Quo juga memerintahkan para prajurit untuk menjaga Assassin tersebut dengan ketat dan tidak memperbolehkan siapapun mendekatinya, kecuali Feng Jing Quo sendiri.
Feng Jing Quo nampak kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa, pikirannya benar-benar kacau, memang benar Feng Jing Quo telah mengetahui tentang pengkhianatan adiknya dari tetua Liu Changhai, namun Feng Jing Quo masih sangat berharap bahwa semua itu tidak nyata, tapi setelah mendengar secara langsung dari Assassin tersebut, Feng Jing Quo benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Perasaannya sekarang benar-benar kacau, ada rasa sedih, kecewa, kesal dan juga marah di saat yang bersamaan, meskipun begitu Feng Jing Quo tetap tidak bisa diam saja, bagaimanapun juga dia harus mengetahui alasan dari pemberontakan adiknya tersebut.
"Yang mulia, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya salah seorang petinggi istana.
"Lalu bagaimana jika tujuannya tidak baik?" tanya Jin Feng Huang.
"Jika memang tujuannya tidak baik, maka tidak ada jalan lain selain peperangan" jawab Feng Jing Quo.
"Mulai sekarang, aku perintahkan kepada para bangsawan untuk mempersiapkan pasukan kalian, tingkatkan keamanan ibukota, bagaimanapun juga, jangan sampai ada musuh yang masuk ke istana lagi" ucap Feng Jing Quo tegas.
"Maaf jika aku lancang yang mulia, tapi coba yang mulia pikirkan lagi dengan baik, bagaimana cara para Assassin tersebut masuk ke istana dan menyamar sebagai prajurit? Bukankah pengawalan istana sangat ketat?" tanya Lin Feng.
"Apa maksudmu Lin Feng? Apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan?" tanya Feng Jing Quo bingung.
"Jika diizinkan, aku ingin yang mulia mengumpulkan semua prajurit istana di satu tempat" jawab Lin Feng.
"Untuk apa kau melakukan hal tersebut?" tanya salah seorang petinggi.
"Yang mulia, mohon anda lakukan saja seperti yang dikatakan oleh Feng'er, karena aku yakin dengan apa yang akan dilakukan oleh muridku" ujar tetua Liu Changhai.
Feng Jing Quo nampak bingung dengan perkataan tetua Liu Changhai, pasalnya dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang akan Lin Feng lakukan, sementara para petinggi istana nampak sangat kesal dengan hal tersebut, namun ada juga diantara mereka yang menyetujui keinginan Lin Feng, karena mereka sudah bisa menebak apa yang akan Lin Feng lakukan.
Setelah memikirkannya dengan baik, Feng Jing Quo akhirnya menyetujui keinginan Lin Feng, Feng Jing Quo kemudian memerintahkan jendral utama kekaisaran untuk mengumpulkan semua prajurit istana di halaman belakang istana yang cukup luas, setelah itu mereka semua langsung menuju ke sana.
Para prajurit istana tentunya sangat bingung dengan hal tersebut, pasalnya mereka tidak mendapatkan pemberitahuan apapun dan tiba-tiba saja mereka dikumpulkan di satu tempat, bahkan prajurit penjaga istana juga ada di tempat tersebut.
"Lin Feng, sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Feng Jing Quo.
"Baiklah, aku tidak akan banyak bicara dan langsung saja pada intinya, sekarang kalian keluarlah" ucap Lin Feng lantang.
Semua orang kaget mendengar perkataan Lin Feng, karena mereka sama sekali tidak mengerti apa maksudnya, siapa yang harus keluar? Akan tetapi, ada beberapa prajurit yang menunjukkan raut wajah khawatir, namun mereka tetap mencoba untuk bersikap tenang dan biasa saja.
"Ini peringatan terakhir dariku, keluar sekarang atau aku sendiri yang akan datang pada kalian!" ujar Lin Feng.
"Lin Feng apa maksud semua ini, siapa yang kau suruh keluar?" tanya Feng Jing Quo.
"Baiklah, kalau begitu lihat baik-baik" jawab Lin Feng kemudian tiba-tiba menghilang dari hadapan semua orang.