Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-180. Gelar Raja Malam (Night King)


Huise kemudian menarik keluar jiwa Naga api hitam dan langsung menyerapnya, setelah itu, ukuran tubuh Huise bertambah menjadi lebih besar lagi, yang sebelumnya hanya seukuran seekor kuda, sekarang Huise sudah seukuran seekor gajah dewasa, bahkan auranya juga terasa lebih mendominasi dibandingkan dengan sebelumnya.


"Huise apa kau baik-baik saja?" tanya Lin Feng khawatir.


"Aku baik-baik saja tuan" jawab Huise.


"Syukurlah kalau begitu, sekarang kau bisa kembali ke tubuhku" ucap Lin Feng.


"Baik tuan!" jawab Huise, kemudian kembali masuk ke tubuh Lin Feng.


Bersamaan dengan kembalinya Huise kedalam tubuh Lin Feng, kekuatan yang sebelumnya dipinjamkan oleh Huise juga telah menghilang dari tubuh Lin Feng, tingkat kultivasi Lin Feng juga kembali ke tingkatan aslinya, yaitu ranah Earth Spiritual bintang satu, meskipun begitu, Lin Feng tetap tidak menyangka bahwa kultivasinya bisa naik dengan sangat cepat, padahal sebelumnya dia hanya berada di ranah Master Spiritual bintang lima.


"Meskipun hanya sementara, tapi setidaknya aku sudah mendapatkan gambaran seperti apa rasanya berada di ranah Expert" gumam Lin Feng kemudian melesat terbang kembali ke istana.


Sementara itu di istana kekaisaran, Feng Jing Quo nampak sedang tertunduk diam di hadapan mayat adiknya, Feng Jing Quo nampak merasa senang dan sedih di saat yang bersamaan, dia merasa senang karena malapetaka yang disebabkan adiknya telah berlalu, dia juga merasa senang karena ibukota kekaisaran tidak hancur sepenuhnya, tapi Feng Jing Quo juga merasa sedih, karena telah kehilangan saudaranya.


"Andaikan saja kau tidak melakukan semua ini, mungkin kau akan tetap hidup sampai sekarang, kalaupun kau ingin menjadi kaisar, kenapa kau tidak memintanya kepadaku secara baik-baik? Kenapa kau harus melakukan hal keji seperti ini?" ucap Feng Jing Quo.


Tidak lama kemudian, Lin Feng datang menghampiri Feng Jing Quo yang masih menyayangkan perbuatan adiknya tersebut, karena melihat keadaan Feng Jing Quo yang nampak sedih, Lin Feng kemudian mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Feng Jing Quo dan langsung menghampiri tetua Liu Changhai yang masih menyembuhkan dirinya.


Degh... Jantung Lin Feng tiba-tiba saja terasa sangat sakit saat melihat keadaan gurunya, Lin Feng benar-benar tidak menyangka bahwa gurunya bisa mendapatkan luka yang sangat parah, padahal gurunya memiliki kekuatan fisik yang sangat luar biasa.


"Maafkan aku guru, karena aku masih belum bisa melindungi guru" ucap Lin Feng pelan.


Lin Feng kemudian duduk di hadapan tetua Liu Changhai, setelah itu Lin Feng langsung mengalirkan energi Qi-nya kepada tetua Liu Changhai, meskipun tidak sepenuhnya, tapi dengan mengalirkan energi Qi-nya, tentu bisa membantu mempercepat penyembuhan luka-luka yang dialami oleh gurunya tersebut.


***


Beberapa hari telah berlalu dengan sangat cepat, keadaan kekaisaran juga sudah mulai membaik, para prajurit kekaisaran yang tersisa, membantu para penduduk untuk memperbaiki kediaman mereka dan bangunan-bangunan yang telah hancur, sementara untuk para monster dan Beast Spirit, Lin Feng memerintahkan mereka untuk mengabdi kepada kekaisaran Feng dengan menjadi Beast Spirit para prajurit.


Keadaan tetua Liu Changhai juga sudah membaik, meskipun masih belum pulih sepenuhnya, namun tetua Liu Changhai sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, karena keadaan sudah aman sepenuhnya, permaisuri dan anak-anaknya juga telah diizinkan untuk kembali ke ibukota kekaisaran.


Di ruang tahta istana kekaisaran, Feng Jing Quo sedang mengadakan pertemuan dengan para petinggi istana, untuk membicarakan masalah kekaisaran mereka saat ini, karena setelah mengalami kekacauan yang hampir saja menghancurkan ibukota kekaisaran, tentunya akan datang masalah lain yang harus dipikirkan, misalnya seperti biaya perbaikan dan lain sebagainya.


"Saat ini kita kekurangan biaya untuk memperbaiki semua kerusakan yang terjadi di ibukota, selain itu kita juga kekurangan bahan makanan untuk semua penduduk yang selamat, aku ingin kalian semua memberikan pendapat terbaik yang kalian miliki untuk mengatasi masalah ini" ucap Feng Jing Quo.


"Yang mulia, menurut pendapatku, kita harus meminta bantuan dari kekaisaran yang lainnya, meskipun kemungkinan mereka akan membantu sangat kecil, tapi apa salahnya jika kita mencobanya" ucap salah seorang petinggi istana.


"Saran tersebut memang sangat baik, tapi keadaan kita sedang mendesak sekarang, kita juga membutuhkan bantuan secepat mungkin, kalaupun kekaisaran lainnya mau membantu kekaisaran kita, tapi kapan mereka akan sampai? Bukankah jarak diantara kekaisaran sangatlah jauh?" ucap petinggi lainnya.


"Yang mulia, menurut pendapatku, sebaiknya kita meminta bantuan dari kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah kekaisaran kita, meskipun tidak banyak, tapi bantuan mereka akan sampai dengan cepat" jawab petinggi tersebut.


"Lalu bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Feng Jing Quo.


"Kedua saran tadi sangat bagus yang mulia, jadi bagaimana jika kita melakukan keduanya, bantuan dari kerajaan memang akan lebih cepat, tapi kita pasti juga membutuhkan bantuan dari kekaisaran lainnya" jawab petinggi istana yang lainnya.


"Benar yang mulia, kami sangat setuju dengan saran tersebut"


"Baiklah, kalau begitu segera kirim utusan kepada kekaisaran yang lainnya dan tuliskan surat untuk meminta bantuan pada setiap kerajaan" ujar Feng Jing Quo.


Setelah masalah tersebut terselesaikan, Feng Jing Quo kemudian membahas masalah yang lainnya, yaitu mengenai Lin Feng yang telah membantu mengatasi kekacauan tersebut, bahkan bisa dikatakan bahwa Lin Feng adalah orang yang sangat berjasa dalam menyelamatkan kekaisaran, tentunya mereka tidak bisa hanya sekedar mengucapkan 'terimakasih' saja.


Feng Jing Quo berniat untuk mengangkat Lin Feng sebagai panglima perang tertinggi kekaisaran Feng, bahkan Feng Jing Quo sampai berniat untuk memberikan gelar pahlawan kepada Lin Feng, sementara para petinggi istana justru ingin menjadikan Lin Feng sebagai pengawal pribadi Feng Jing Quo, karena menurut mereka semua, hanya Lin Feng saja yang bisa menjaga keamanan Feng Jing Quo.


"Tunggu dulu, aku sangat tidak setuju dengan apa yang kalian bicarakan sekarang" ujar Lin Feng.


"Apa maksudmu Lin Feng? Kami tidak bisa hanya berterimakasih kepadamu setelah semua yang kau lakukan" ucap Feng Jing Quo.


"Benar sekali tuan Lin Feng, setidaknya jelaskan alasanmu menolak kesempatan ini" ujar salah seorang petinggi membenarkan.


"Aku hanya ingin bebas dan tidak terikat dengan apapun" jawab Lin Feng singkat.


"Baiklah, bagaimana dengan gelar pahlawan itu?" tanya Feng Jing Quo.


"Aku juga tidak akan menerima gelar tersebut dan sebaiknya, jangan menyebutkan namaku kepada para penduduk" jawab Lin Feng.


"Kalau begitu, bagaimana dengan gelar kak Feng selama ini?" tanya Feng Baojia.


"Gelar? Apa maksudmu?" tanya Feng Jing Quo.


"Selama berada di sekte Phoenix Emas, kami mendengarkan banyak cerita luar biasa mengenai kak Feng, di sana mereka semua memanggilnya dengan gelar Raja Malam" jawab Feng Baojia.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menyebarkan berita kepada semua orang, bahwa yang telah menyelamatkan kekaisaran Feng adalah seorang pemuda yang bergelar raja malam" ucap Feng Jing Quo.


"Lin Feng, apa kau setuju?" tanya Feng Jing Quo.


"Terserah kalian saja" jawab Lin Feng acuh.