
Lin Feng mengangkat sudut bibirnya mendengar perkataan Lin Tian, tentu saja dia tidak akan langsung beristirahat begitu saja, sedangkan saat ini di tangannya sudah ada sebuah jurus yang harus dia pelajari, terlebih lagi nama jurus tersebut terdengar sangat serasi dengan dirinya.
Jurus yang ada pada Lin Tian adalah jurus pedang yang mengandalkan kekuatan es, tentunya jurus tersebut sangatlah cocok dengan Lin Tian yang sekarang sudah bisa mengendalikan sedikit kekuatan es milik singa es, lalu jurus yang dimiliki oleh Lin Feng, adalah jurus yang memang benar-benar sesuai dengan dirinya.
Tetua Liu Changhai sendiri sebenarnya sudah sangat lama ingin memberikan kedua jurus tersebut kepada mereka, namun tetua Liu Changhai masih bimbang karena takut mereka tidak akan bisa menguasainya, namun seiring berjalannya waktu, kekuatan mereka berdua malah sangat cocok dengan jurus tersebut, seakan-akan kedua jurus tersebut memang diciptakan untuk keduanya.
"Sekarang kita harus mulai mempelajarinya, meskipun kita tidak bisa menguasainya malam ini, tapi setidaknya kita sudah mengetahui dasar-dasar dari jurus yang diberikan oleh guru" ucap Lin Feng.
Lin Feng dan Lin Tian kemudian membuka dan mulai membaca kitab jurus mereka masing-masing, dengan perlahan-lahan mereka mulai membaca dengan sangat teliti serta mencoba untuk memahami setiap penjelasan yang ada didalam kitab jurus tersebut.
"Penjelasannya memang membingungkan, tapi sepertinya aku mengetahui sumber kekuatan utama dari jurus ini" gumam Lin Feng.
***
Keesoakan harinya, tetua Liu Changhai serta kedua muridnya nampak sedang bersiap-siap untuk segera berangkat ke kota Shuijing, sebelum mereka berangkat, Jin Feng Huang kembali mengingatkan mereka bertiga bahwa perioritas utama mereka adalah nyawa permaisuri dan anak-anaknya, Jin Feng Huang juga mengingatkan untuk sebisa mungkin menghindari pertarungan.
Setelah dirasa siap, tetua Liu Changhai kemudian memanggil elang es yang merupakan Beast Spiritnya, udara di sekte Phoenix Emas seketika langsung berubah saat elang es datang dan mendarat di lapangan sekte yang luas, para murid yang belum pernah melihat elang es sebelumnya, nampak sangat kagum dengan Beast Spirit tersebut.
"Aku benar-benar tidak pernah menyangka bahwa Beast Spirit tetua Liu adalah Beast Spirit yang sangat kuat."
"Tetua Liu Changhai adalah tetua yang kuat, tentu saja Beast Spirit miliknya juga kuat."
"Semoga saja suatu saat nanti aku bisa mendapatkan Beast Spirit yang kuat seperti itu,"
Tetua Liu Changhai yang bisa mendengar perkataan mereka, memilih untuk tetap diam dan tidak menghiraukan apa yang mereka katakan, justru malah Lin Tian yang nampak tersenyum lebar dan merasa bangga karena gurunya dipuji oleh murid-murid sekte.
"Baiklah, kalau begitu kami berangkat sekarang" ucap tetua Liu Changhai.
"Aku akan menunggu kalian di kekaisaran" jawab prajurit kaisar yang juga masih berada di sekte.
Setelah itu, tetua Liu Changhai, Lin Feng dan juga Lin Tian langsung melompat naik ke atas punggung elang es dan mereka langsung melesat terbang menuju ke kota Shuijing, tidak lama setelah tetua Liu Changhai dan kedua muridnya pergi, prajurit kaisar juga langsung berpamitan untuk segera kembali ke ibukota kekaisaran.
"Aku akan ikut denganmu ke ibukota" ucap Jin Feng Huang.
"Apakah anda benar-benar akan ikut ke ibukota?" tanya prajurit tersebut memastikan.
"Benar sekali, aku sudah sangat lama tidak bertemu dengan teman lamaku, lagipula sekte ini akan tetap aman di bawah penjagaan para tetua" jawab Jin Feng Huang.
"Baiklah, kalau begitu mari kita berangkat sekarang" ajak prajurit kaisar. Setelah itu, mereka berdua langsung berangkat menuju ke ibukota kekaisaran.
***
Sedangkan Lin Feng sendiri, meskipun semalam mereka berdua mempelajari jurus tersebut secara bersamaan, tapi Lin Feng sudah bisa mengetahui dan mengerti dasar-dasar dari jurus tujuh tebasan kematian, sekarang Lin Feng hanya tinggal menghafal gerakannya dan mempraktekkan jurus tersebut secara langsung.
Bisa dikatakan bahwa saat ini, Lin Feng hanya tinggal mempelajari jurus tersebut secara sempurna, sementara Lin Tian masih harus memahami jurus miliknya terlebih dahulu, hal ini terjadi bukan berarti jurus Lin Feng mudah dipelajari, justru jika dibandingkan dengan jurus Lin Tian, jurus milik Lin Feng malah lebih sulit untuk dipelajari.
Namun karena Lin Feng adalah pemuda yang pintar serta berbakat, tentu saja dia bisa mempelajari jurus apapun dengan mudah dan jauh lebih cepat, selain itu, Lin Feng yang sekarang adalah Lin Feng yang berasal dari bumi, yang memang sudah memiliki kecerdasan yang lumayan tinggi.
"Aku merasa senang karena kalian sudah mulai mempelajari jurus yang aku berikan, semoga saja kalian berdua bisa menguasai jurus tersebut dengan cepat" ucap tetua Liu Changhai.
"Guru tenang saja, kami berjanji akan menguasai jurus ini dengan cepat agar kami bisa menunjukkannya kepada guru" jawab Lin Tian.
"Jika aku mengatakan kalau aku sudah bisa menguasai sedikit jurus ini, kira-kira apa yang akan guru katakan tentang itu?" batin Lin Feng.
"Sudahlah, kalian bisa menunjukkannya kapan saja, sekarang kalian harus tetap fokus mempelajari jurus tersebut" ujar tetua Liu Changhai.
"Baik guru" jawab Lin Feng dan Lin Tian serempak.
"Guru? berapa jauh lagi perjalanan kita?" tanya Lin Tian.
"Dengan kecepatan terbang kita yang sekarang dan kalau tidak ada yang menghadang, kemungkinan siang nanti kita sudah sampai di kota Shuijing" jawab tetua Liu Changhai.
"Ternyata tidak terlalu jauh" ucap Lin Tian pelan.
"Tentu saja tidak jauh karena kita terbang, coba saja kalau menggunakan kuda, mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi" ujar tetua Liu Changhai.
"Sudah jangan bertanya lagi dan fokus pada jurus yang sedang kau pelajari" lanjutnya.
***
Waktu terus berlalu, tidak terasa sudah dua jam lebih mereka terbang dengan menggunakan elang es, hanya tinggal satu atau dua jam lagi sebelum mereka bertiga sampai di kota Shuijing, namun sayangnya perjalanan mereka terpaksa harus tertunda dan terhenti sementara waktu, karena mereka tiba-tiba saja di hadang oleh beberapa orang berpakaian layaknya Assassin.
"Sebenarnya aku tidak ingin berbasa-basi dengan kalian, tapi aku terpaksa harus bertanya karena aku ingin tahu siapa yang membayar kalian" ucap Lin Feng santai.
Penampilan Lin Feng yang juga tidak ada ubahnya seperti seorang Assassin tentu saja membuat beberapa orang tersebut kaget, mereka benar-benar nampak bingung dengan keberadaan Lin Feng di atas punggung elang es.
"Kenapa kau bisa berada di pihak mereka?, bukankah ketua Organisasi sudah mengatakan kalau kita akan berpihak kepada keluarga bangsawan" ucap salah seorang Assassin bingung.