
Lin Jianheeng hanya bisa menghela nafas berat mendengar perkataan anak tertuanya, karena apa yang di katakan oleh Lin Duan bisa jadi adalah kebenarannya, mungkin memang Lin Feng yang masih belum ingin kembali dan tidak ingin ditemukan oleh siapapun. Meskipun begitu mereka tetap saja masih belum bisa tenang sebelum mengetahui bagaimana keadaan Lin Feng saat ini, sebab mereka semua juga mengetahui bahwa Lin Feng pergi dalam keadaan terluka.
"Baiklah, kalau begitu ayah akan kembali ke istana kota sekarang, mungkin mereka di sana sudah menunggu kedatangan ayah" ucap Lin Jianheeng kemudian pergi menuju ke istana kota.
Saat ini Lin Jianheeng adalah raja kota Zuanshi yang baru, setelah melakukan pertemuan dengan para patriark klan yang ada di kota Zuanshi beberapa bulan yang lalu dan mereka semua setuju serta mendukung Lin Jianheeng untuk menjadi raja kota, begitu juga dengan kaisar yang sangat mendukung keputusan mereka semua, karena menurut kaisar tidak ada lagi yang lebih cocok menjadi raja kota Zuanshi selain Lin Jianheeng.
Keputusan kaisar dan semua patriark keluarga yang ada di kota Zuanshi ternyata memang tidak salah, karena sudah terbukti dengan sangat jelas, sejak Lin Jianheeng menjadi raja kota yang baru, keadaan kota Zuanshi perlahan-lahan berangsur membaik, Lin Jianheeng bahkan mengangkat para ptriark dari masing-masing keluarga untuk menjadi petinggi dan pejabat istana.
Bahkan Lin Jianheeng mengubah semua peraturan kota Zuanshi yang pernah di buat oleh Zhang Jiangwu dengan peraturan yang baru. sebelumnya saat Zhang Jiangwu menjadi penguasa kota, prajurit dan pejabat istana hanya bisa di pegang oleh anggota keluarga Zhang, tapi sekarang semua keluaga atau klan bisa ikut andil dalam kota Zuanshi, baik itu menjadi pejabat atau bahkan menjadi prajurit istana atau kota.
Sesampainya di istana kota, kedatangan Lin Jianheeng disambut dengan sangat hormat oleh semua orang, tidak ada satupun dari mereka yang berani memandang rendah ataupun berpikir hal-hal yang buruk tentang Lin Jianheeng, sebab mereka semua sudah sangat senang bisa bekerjasama dan menjadi orang kepercayaan Lin Jianheeng di dalam istana kota.
"Selamat datang yang mulia" ucap mereka semua serempak.
"Terimakasih, silahkan duduk kembali" jawab Lin Jianheeng ramah.
"Jadi, masalah apa yang sedang kita hadapi sekarang?" tanya Lin Jianheeng.
"Jawab yang mulia, seperti yang sudah kita semua ketahui, saat ini wilayah keluarga Zhang hanyalah sebuah wilayah kosong setelah dihancurkan, menurutku bagaimana kalau wilayah tersebut kita gunakan saja untuk kepentingan kota Zuanshi" ucap patriark keluarga Yang memberikan pendapatnya.
"Lalu, apakah kalian sudah memikirkan wilayah itu akan digunakan untuk apa?" tanya Lin Jianheeng.
"Begini yang mulia, sebelumnya kami semua sudah membicarakan hal ini dan kami mendapatkan sebuah keputusan bersama, yaitu kami semua setuju untuk menggunakan wilayah tersebut sebagai tempat untun membangun akademi, tapi tentunya keputusan ini akan kami serahkan lagi kepada yang mulia" jawab patriark keluarga Chen.
"Akademi, bukankah sudah banyak sekte di wilayah kekuasaan kota Zuanshi, lalu untuk apa lagi kita membangun akademi?" tanya Lin Jianheeng.
"Begini yang mulia, meskipun sudah ada sekte-sekte yang berdiri di wilayah kekuasaan kota Zuanshi, lalu para anak-anak dan pemuda juga bisa belajar di keluarga mereka masing-masing, tapi tentunya mereka juga membutuhkan pendidikan yang lebih baik lagi dan tidak semua anak-anak ataupun pemuda dari setiap keluarga bisa masuk ke sekte-sekte, lalu dengan adanya akademi ini, maka mereka yang tidak bisa bergabung dengan sekte, bisa masuk ke akademi dan mendapatkan pelajaran yang lebih baik tentang dunia kultivator" jawab patriark keluarga Xiao.
"Baiklah, keputusan yang kalian bicarakan ini memang keputusan yang sangat baik, aku menyetujui pembangunan akademi ini, tapi masalah siapa yang akan menjadi pemimpin akademi itu nanti, biarkan aku sendiri yang memutuskan" ucap Lin Jianheeng.
"Kami sama sekali tidak keberatan yang mulia" ujar semua orang serempak.
Setelah itu mereka semua melanjutkan pembicaraannya mengenai masalah-masalah internal yang terjadi di kota Zuanshi, mulai dari masalah yang terjadi diantara para penduduk, laporan para penduduk mengenai keresahan mereka akibat para bandit kota, sampai masalah internal lainnya yang terjadi di kota Zuanshi.
Selama beberapa bulan yang sudah berlalu, tidak hanya keadaan kota Zuanshi saja yang sudah menjadi lebih baik, tapi keadaan sekte Phoenix Emas juga sudah kembali seperti sediakala, bahkan keadaan sekte Phoenix Emas sudah menjadi jauh lebih baik dari sebelum peperangan yang mengakibatkan sekte Phoenix Emas hampir hancur, saat ini sekte Phoenix Emas sudah menjadi jauh lebih besar dan jauh lebih megah dari sebelumnya.
Tidak hanya sekte saja yang menjadi jauh lebih besar dan lebih megah, bahkan kekuatan sekte juga sudah bertambah kuat, murid-murid sekte yang berbakat dan jenius dilatih dan di jadikan pasukan khusus milik sekte Phoenix Emas yaitu pasukan Phoenix, selain itu nama sekte Phoenix Emas juga menjadi semakin terkenal di seluruh wilayah kekaisaran Feng, terlebih lagi setelah semua orang mengetahui bahwa sang raja malam adalah salah satu murid sekte Phoenix Emas.
Sang raja malam juga sudah menginspirasi dan menjadi panutan bagi seluruh murid sekte Phoenix Emas yang pernah menyaksikan kehebatannya secara langsung, namun bagi para murid-murid sekte Phoenix Emas yang baru, mereka hanya menganggap bahwa sang raja malam hanyalah omong kosong belaka yang terlalu di besar-besarkan.
"Guru, menurutmu dimana kak Feng sekarang?" tanya Lin Tian pada Liu Changhai.
"Hahh, percuma kau menanyakan hal itu pada guru, karena sampai sekarang guru juga tidak mengetahui dimana dia berada" jawab tetua Liu Changhai.
"Aku hanya bisa berharap semoga kakak cepat pulang, agar dia bisa membungkam mulut-mulut murid baru yang selalu saja merendahkannya" ujar Lin Tian kesal.
"Sudahlah, jangan kau hiraukan mereka semua, lagipula semakin mereka tidak peduli dengan Feng'er maka itu akan semakin baik" ucap tetu Liu Changhai.
"Kenapa guru berkata seperti itu?" tanya Lin Tian.
"Bukankah kau tau sendiri kalau kakakmu itu adalah orang yang sama sekali tidak tergila-gila pada ketenaran dan nama baik, karena baginya semua itu hanyalah omong kosong belaka" jawab tetua Liu Changhai.
Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba beberapa murid datang menghampiri mereka berdua, tetua Liu Changhai bisa melihat bahwa mereka semua adalah murid-murid sombong yang hanya banyak bicara saja, namun tetua Liu Changhai mencoba untuk tetep tenang dan santai.
"Hormat kami tetua dan senior" ucap mereka serempak.
"Tetua, ada yang ingin kami tanyakan" ucap salah satu murid.
"Silahkan" jawab tetua Liu Changhai.
"Kami dengan sang raja malam adalah salah satu murid guru, apakah itu benar?" tanya murid tersebut.
"Hahh, bisakah kalian tidak membahas hal itu sekarang?" tanya tetua Liu Changhai.