Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-182. Meminta izin


Lin Feng cukup kesulitan mendapatkan izin dari pemimpin sekte dan tetua sekte lainnya, pasalnya mereka tidak ingin kehilangan murid kebanggan mereka begitu saja, terlebih lagi mereka tidak tahu berapa lama Lin Feng akan meninggalkan sekte Phoenix Emas, bahkan mereka sampai berjanji akan memberikan sumberdaya yang lebih banyak lagi kepada Lin Feng, asalkan Lin Feng tetap berada di sekte.


Akan tetapi Lin Feng menjelaskan kepada mereka bahwa alasannya untuk pergi bukan hanya sekedar ingin mencari sumberdaya, tapi Lin Feng juga ingin menambah wawasan dan juga pengalamannya, Lin Feng juga berjanji kepada mereka semua, sampai kapanpun dia tidak akan masuk ke sekte lain dan akan selalu menjadi murid sekte Phoenix Emas.


Setelah begitu banyak penjelasan yang disampaikan oleh Lin Feng, akhirnya Jin Feng Huang dan para tetua sekte memberikan izin kepada Lin Feng, meskipun agar berat bagi mereka semua, tapi mereka juga menyadari beberapa hal yang sudah pasti, diantaranya adalah Lin Feng akan tetap pergi baik dalam waktu cepat atau lambat, lalu dengan berada di sekte Phoenix Emas, belum tentu Lin Feng bisa membangkitkan potensi dirinya yang sesungguhnya.


"Kalau begitu kapan kau akan berangkat?" tanya Jin Feng Huang.


"Secepatnya, mungkin setelah berpamitan dengan keluargaku, aku akan langsung pergi" jawab Lin Feng.


"Baiklah, kami hanya bisa berharap agar kau kembali dengan selamat dan jangan sampai melupakan kami semua" ucap Jin Feng Huang.


"Aku tidak mungkin melupakan kalian dan sekte ini, bagaimanapun juga, sekte ini sudah menjadi rumah kedua bagiku" ujar Lin Feng.


"Baiklah, pemimpin dan para tetua sekalin, aku pergi sekarang" ucap Lin Feng sambil memberikan hormat.


Setelah itu, Lin Feng langsung kembali ke kediaman tetua Liu Changhai untuk menemui guru dan keempat adik seperguruannya, setelah sampai di sana, Lin Feng cukup kaget karena ternyata merek telah menunggu kedatangannya di halaman kediaman tersebut, tentunya dengan raut wajah yang sedih.


"Kak Feng, kami dengar dari guru kau akan pergi, apakah itu benar?" tanya Lin Tian.


"Benar sekali, aku akan pergi meninggalkan sekte" jawab Lin hanya.


"Kalau begitu aku akan mengikuti mu" ucap Lin Tian.


"Tidak! Aku tidak akan membawa siapapun diantara kalian semua, terutama kau Lin Tian, ingatlah bahwa sekarang kau sudah mempunyai tanggung jawab, tetaplah berada di sekte dan jaga mereka semua" ujar Lin Feng.


"Untuk kalian berdua, belajarlah dengan giat dan jangan menyusahkan guru ataupun membuat masalah, atau aku sendiri yang akan menghukum kalian" ucap Lin Feng pada Feng Baojia dan Feng Guan.


"Dan untukmu Feng Yue Yin, kau harus merawat guru dengan baik" ucap Lin Feng kemudian langsung menghilang.


Meskipun Feng Baojia dan adik-adiknya adalah anak dari seorang kaisar, tapi di sekte Phoenix Emas dan khususnya di kediaman tetua Liu Changhai, mereka bertiga bukanlah apa-apa kecuali seorang murid biasa, selain itu, mereka bertiga juga sudah menganggap Lin Feng sebagai kakak tertua mereka.


Mereka berempat nampak terdiam menatap tempat Lin Feng berdiri sebelumnya, mereka juga tidak menyangka bahwa waktu kebersamaan mereka dengan Lin Feng sudah berakhir, bahkan mereka semua tidak ada yang mengetahui kapan Lin Feng akan kembali, entah itu selama beberapa bulan, ataupun selama beberapa tahun, hanya Lin Feng yang tahu kapan dia akan kembali.


***


Setelah menghilang dari kediaman tetua Liu Changhai, Lin Feng muncul kembali di luar sekte Phoenix Emas dan langsung melesat terbang menuju ke kota Zuanshi, kepergiannya kali ini tentunya akan sangat lama, jadi Lin Feng memutuskan untuk menemui keluarganya terlebih dahulu.


"Semoga saja kakek tidak keberatan dengan keputusan ini" gumam Lin Feng.


Setelah terbang selama hampir dua puluh menit, Lin Feng akhirnya sampai di kota Zuanshi, kedatangan Lin Feng tentunya disambut dengan hormat oleh penjaga gerbang kota, karena mereka semua sudah mengetahui identitas Lin Feng yang merupakan cucu dari penguasa kota.


"Selamat datang tuan muda" ucap salah seorang penjaga gerbang.


"Terimakasih" jawab Lin Feng singkat kemudian berjalan melewati para prajurit tersebut.


Lin Feng kemudian langsung menuju ke wilayah keluarga Lin agar bisa menemui ibunya dengan cepat, terlebih lagi, meminta izin kepada ibunya akan sangat mudah jika dibandingkan dengan kakeknya. Dan jika dia langsung menemui kakeknya di istana kekaisaran, kemungkinan besar, dia tidak akan mendapatkan izin sama sekali.


Setelah beberapa menit berjalan kaki, Lin Feng akhirnya sampai di wilayah keluarga Lin, seperti para penjaga gerbang kota sebelumnya, para penjaga gerbang wilayah keluarga Lin juga langsung menyambut kedatangan Lin Feng dengan sangat hormat.


"Selamat datang kembali tuan muda" sapa para prajurit tersebut sambil memberikan hormat.


"Terimakasih, apa ibu ada di kediamannya?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja tuan muda, sedangkan Patriark masih berada di istana kekaisaran" jawab salah satu prajurit tersebut.


"Baiklah, lanjutkan tugas kalian" ucap Lin Feng kemudian berjalan melewati mereka semua.


"Baik tuan muda" jawab para prajurit tersebut.


Lin Feng kemudian langsung berjalan menuju kekediaman ibunya, ada sedikit rasa ragu di hati Lin Feng saat ingin menemui ibunya, karena takut ibunya akan melarang keinginannya tersebut, tapi Lin Feng tetap berusaha untuk membulatkan tekadnya, karena semua ini demi kebaikan dirinya dan semua orang yang disayanginya.


"Tok... Tok... Tok..."


"Ibu..." ucap Lin Feng setelah mengetuk pintu kediaman ibunya.


"Tuan muda, nona sudah menunggu tuan di taman belakang" ucap seorang pelayan setelah membuka pintu.


"Baiklah, aku akan ke sana" jawab Lin Feng kemudian menuju ke taman belakang.


Setelah sampai di taman belakang, Lin Feng langsung menghampiri ibunya yang sedang duduk di bangku yang ada di taman tersebut.


"Ibu" ucap Lin Feng.


"Feng'er, sudah lama sekali kau tidak kembali, ibu benar-benar merindukanmu" jawab Lin Hua sambil memeluk Lin Feng dengan erat.


"Aku juga sangat merindukan ibu" ujar Lin Feng.


"Ada apa Feng'er, apa kau ingin menyampaikan sesuatu kepada ibu?" tanya Lin Hua.


Dengan berat hati Lin Feng kemudian menyampaikan maksud kedatangannya kepada Lin Hua, namun Lin Feng juga langsung mengatakan bahwa dia tidak akan pernah pergi jika ibunya tidak memberikan izin, karena menurut Lin Feng kepergiannya hanya akan sia-sia saja, jika ibunya tidak memberikan restu.


Lin Hua hanya bisa tersenyum lembut mendengar penjelasan putranya, Lin Hua kemudian menyentuh pipi Lin Feng dengan tangan lembutnya, sambil berkata. "Feng'er, meskipun ibu masih sangat merindukanmu, tapi ibu juga tidak ingin menahan dirimu di sini, karena ibu tahu, kau ingin menjadi lebih kuat lagi."


"Jadi, ibu mengizinkan aku pergi?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja nak, asalkan kau harus kembali dengan cepat dan bawakan ibu seorang menantu" jawab Lin Hua.


"Ka-kalau masalah itu, a-aku masih belum memikirkannya Bu" jawab Lin Feng gugup.