Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-248. Menuju hutan misterius


Setelah selesai makan, Lin Feng meminta Yun Ling untuk tetap berada di sana dan menantinya, Lin Feng juga meminta Yun Ling untuk menceritakan lebih banyak lagi tentang hutan misterius yang tadi dia katakan, karena Lin Feng merasa tertarik dengan hutan misterius tersebut, terlebih lagi dengan apa yang ada di dalamnya.


Cukup lama mereka berdua mengobrol, bahkan sampai membuat beberapa tamu merasa tidak nyaman, bahkan ada juga yang merasa tidak senang dengan kedekatan mereka berdua, hingga pada akhirnya ada beberapa pemuda yang menghampiri mereka berdua dan salah satunya, langsung menggebrak meja mereka.


"Brakk!... Hei pelayan, aku rasa kau sudah cukup lama melayani sampah ini, sekarang kau harus melayani kami!" ujar salah seorang dari pemuda tersebut.


"Maaf tuan-tuan sekalian, saya tidak bisa melayani tuan semua, lebih baik tuan meminta bantuan pada pelayan yang lain" ucap Yun Ling.


"Kami tidak ingin pelayan yang lain, kau tenang saja, kami pasti akan memberikan bayaran yang sangat besar padamu" ucap pemuda tersebut.


"Tuan-tuan sekalian, aku rasa kalian sudah kelewatan, sebaiknya jangan mengganggu waktu kami" ujar Lin Feng.


"Diam kau! aku tidak berbicara dengan sampah sepertimu" ucap pemuda tersebut.


Lin Feng menghela nafas panjang, jika bukan karena aturan negeri awan yang melarang pertarungan bebas, mungkin sejak awal para pemuda tersebut sudah dihabisi olehnya, selain itu, Lin Feng juga tidak ingin membuat masalah di negeri awan, karena dia masih ingin berada di sana untuk waktu yang lama.


"Aku mohon untuk tidak mengganggu kami, karena ada satu hal penting yang harus kami bicarakan, jika tidak..."


"Jika tidak apa?!" tanya pemuda tersebut sinis.


"Jika tidak, kalian akan aku buat merasakan yang namanya kematian" jawab Lin Feng.


"Hahahaha! Kalian dengar itu? Pemuda sampah ini akan membuat kita merasakan kematian, apa kalian percaya dengan apa yang dia katakan?" tanya pemuda tersebut, dengan maksud merendahkan.


"Tentu saja tidak!" jawab pemuda lainnya.


Lin Feng kembali menghela nafasnya, lalu dengan santainya Lin Feng melepaskan aura dewa kematiannya dan langsung mengarahkannya kepada para pemuda tersebut, dalam sekejap para pemuda tersebut langsung terdiam, tubuh mereka gemetaran, wajah mereka berubah pucat dengan keringat dingin yang mulai bercucuran.


Tidak hanya para pemuda tersebut, bahkan seluruh orang yang ada di restoran maupun penginapan tersebut, bisa merasakan kengerian dari aura dewa kematian, sehingga membuat suasana penginapan seketika berubah hening, mereka semua nampak ketakutan, bahkan mereka merasa seolah-olah dewa kematian sedang turun di penginapan tersebut.


"Sebelumnya aku sudah memperingkatkan kalian, tapi kalian malah menantang ku, sekarang lihat akibat perbuatan kalian. Gara-gara kalian, semua orang merasakan ketakutan" ucap Lin Feng.


"Satu hal yang perlu kalian ketahui, jika bukan karena aku masih ingin berada di sini, maka kalian akan bunuh sejak tadi" lanjutnya.


Setelah beberapa saat berlalu, Lin Feng kemudian menarik kembali aura dewa kematiannya, sesaat setelah itu, tekanan intimidasi yang sangat mengerikan langsung menghilang, semua orang yang ada di penginapan akhirnya bisa bernafas dengan lega, tapi tidak dengan orang-orang yang ada di restoran.


Meskipun aura dewa kematian yang dikeluarkan oleh Lin Feng telah menghilang sepenuhnya, namun orang-orang yang berada di restoran masih merasakan kengerian, mereka semua hanya terdiam dan tidak ada satupun yang berani berbicara, bahkan tubuh mereka semua masih nampak gemetaran karena ketakutan.


Sedangkan beberapa pemuda sebelumnya masih berlutut dengan tubuh yang masih gemetaran, mereka semua seolah-olah sedang memohon pengampunan kepada Lin Feng, padahal sebenarnya Lin Feng tidak mengancam mereka sama sekali, bahkan Lin Feng tidak menghiraukan mereka lagi.


"Yun Ling, aku punya permintaan" ucap Lin Feng.


"Katakan saja tuan, selama aku mampu maka akan aku kabulkan" ujar Yun Ling semangat.


"Hutan misterius? Memangnya apa yang ingin tuan lakukan di sana?" tanya Yun Ling penasaran.


"Bukan apa-apa, aku hanya penasaran dengan hutan tersebut dan ingin menjelajahinya, tapi kau tenang saja, aku pasti akan memberikan bayaran yang besar untuk itu" jawab Lin Feng.


"Baiklah tuan, saya bersedia menemani tuan, sekalipun tidak dibayar karena memang saya tidak meminta bayaran untuk itu, tapi kapan anda akan berangkat tuan?" tanya Yun Ling.


"Sekarang, kita akan berangkat sekarang juga" jawab Lin Feng.


"Baik tuan!" ujar Yun Ling.


Setelah itu, mereka berdua langsung bergegas meninggalkan restoran, namun sebelum pergi menuju ke hutan misterius, Yun Ling pergi menemui pemilik penginapan terlebih dahulu, untuk meminta izin, tentunya Yun Ling juga mengajak Lin Feng, agar pemilik restoran merasa yakin dengannya dan tidak menuduhnya sedang berbohong.


Setelah mendapatkan izin dari pemilik penginapan, mereka berdua kemudian pergi ke rumah Yun Ling, karena Yun Ling ingin melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum masuk ke hutan misterius. Sesampainya di rumah Yun Ling, raut wajah Lin Feng nampak berubah ketika melihat kondisi rumah Yun Ling.


"Selamat datang di rumahku tuan, maaf karena rumahku sangat tidak layak untuk tuan" ucap Yun Ling canggung.


"Tidak masalah, karena aku sudah terbiasa dengan kehidupan yang sederhana" ujar Lin Feng.


Yun Ling kemudian mengajak Lin Feng masuk kedalam rumahnya, lalu memperkenalkan Lin Feng kepada ayah dan juga ibunya, Yun Ling juga menceritakan kepada kedua orang tuanya bahwa mereka akan pergi menuju ke hutan misterius, meskipun awalnya kedua orang tuanya nampak ragu, namun setelah Lin Feng meyakinkan mereka, akhirnya mereka memberikan izin.


"Baiklah tuan, tapi saya mohon untuk melindungi anak saya, karena dia adalah harta yang sangat berharga untuk kami berdua" ucap ayah Yun Ling.


"Tenang saja tuan, aku berjanji akan membawanya kembali dengan selamat" jawab Lin Feng.


Setelah mengobrol cukup lama, mereka berdua kemudian berpamitan kepada kedua orang tua Yun Ling. Setelahnya, mereka berdua langsung berangkat menuju ke gerbang teleportasi menuju ke hutan misterius.


"Dimana gerbang itu berada?" tanya Lin Feng.


"Di Utara negeri awan tuan" jawab Yun Ling.


"Baiklah, kalau begitu kita akan terbang saja, agar lebih cepat" ucap Lin Feng.


"Tapi, aku tidak bisa terbang tuan" ujar Yun Ling.


Lin Feng tidak menghiraukan perkataan Yun Ling dan langsung memunculkan sepasang sayap Phoenix di punggungnya, setelah itu, Lin Feng kemudian menggenggam tangan Yun Ling dan langsung melesat terbang ke arah Utara.


Di negeri awan sendiri, tidak ada larangan bagi para kultivator untuk terbang, sehingga semua kultivator tingkat tinggi akan selalu nampak terbang ke sana-kemari di langit kota negeri awan, baik itu pada siang ataupun malam hari.


Selain tidak dilarangnya terbang di kota tersebut, ada hal lain yang selalu dinantikan oleh semua penduduk ataupun pengunjung negeri awan, yaitu arena pertarungan hidup dan mati, mereka yang mempunyai masalah, sangat dilarang untuk melakukan pertarungan bebas, tapi mereka dipersilahkan menyelesaikannya di atas arena.


Yang membuat hal tersebut sangat ditunggu oleh semua orang adalah, saat pertarungan berlangsung, para penonton dipersilahkan untuk melakukan pertaruhan, yang tentunya akan sangat menguntungkan untuk mereka.