
Mereka semua sangat kaget mendengar perkataan pelayan tersebut, bahkan pangeran sendiri juga nampak sangat terkejut. Pasalnya, dia yang selama ini seorang pangeran, bahkan belum pernah menggunakan koin platinum untuk membeli sesuatu apa lagi makanan, lalu bagaimana seorang pemuda dengan pakaian yang nampak lusuh, bisa membayar makanan dengan koin platinum?.
"Apa yang kau katakan? Bagaimana mungkin orang ini membayar dengan koin platinum?" tanya pemilik restoran marah.
"Yang aku katakan memang benar tuan, ini adalah buktinya" jawab pelayan tersebut sambil menunjukkan koin platinum yang sebelumnya diberikan oleh Lin Feng.
Pangeran mahkota yang sangat penasaran, kemudian mengambil salah satu koin platinum yang ditunjukkan oleh pelayan tersebut untuk memeriksanya, setelah beberapa saat berlalu, pangeran mahkota mengembalikan koin platinum tersebut kepada pelayan.
Setelah itu, pangeran mahkota langsung menghampiri meja Lin Feng dan meminta maaf kepadanya. "Aku benar-benar minta maaf atas perbuatan temanku, ini semua hanya kesalahpahaman belaka" ucap pangeran mahkota.
"Sudahlah, aku tidak terlalu memikirkannya, hanya saja makanan dan minuman ini jadi terbuang sia-sia" jawab Lin Feng.
"Tenang saja, sebagai permintaan maafku, maka aku akan menggantikan makanan yang terbuang itu" ucap pangeran mahkota.
"Yang mulia, apa yang anda lakukan? Kenapa bersikap sopan kepada orang ini?" tanya Ma Kong Li.
"Hey! Koin platinum siapa yang telah kau curi? Apa jangan-jangan kau sudah menyusup ke gudang harta kekaisaran?" tanya Ma Kong Li sinis.
"Ma Kong Li, cukup! Jangan pernah asal bicara!" jawab pangeran mahkota.
Ma Kong Li nampak sangat kesal karena dibentak oleh pangeran, selama ini dia sama sekali tidak pernah dibentak oleh pangeran mahkota, bahkan keputusannya selama ini selalu dianggap benar oleh pangeran mahkota. Akan tetapi, Ma Kong Li juga tidak bisa berbuat apa-apa dan kemudian menjauh dari meja tersebut.
Setelah Ma Kong Li pergi, pangeran mahkota kemudian duduk di hadapan Lin Feng dan kemudian memerintahkan para pelayan untuk menyediakan makanan serta minuman untuk mereka semua.
"Aku benar-benar minta maaf atas perbuatan temanku padamu" ucap pangeran mahkota.
"Sudahlah, jangan dipikirkan" jawab Lin Feng santai.
"Perkenalkan namaku adalah Luo Yuan" ucap pangeran mahkota memperkenalkan dirinya.
"Namaku Lin Feng" jawab Lin Feng.
"Apakah tuan Lin bukan berasal dari kekaisaran Luo?" tanya Luo Yuan.
"Tidak, aku adalah pendatang tempat asalku berada di kekaisaran Feng di benua timur" jawab Lin Feng.
"Benarkah? Kalau begitu aku ucapkan selamat datang pada saudara Lin Feng" ucap Luo Yuan.
"Terimakasih pangeran" jawab Lin Feng singkat.
Tidak lama kemudian, para pelayan kembali datang ke lantai atas dengan membawa makanan serta minuman untuk mereka semua, lalu setalah meletakkan makanan dan minuman yang mereka bawa di atas meja, para pelayan kemudian pergi meninggalkan lantai atas.
Pada akhirnya mereka semua makan bersama, meskipun Luo Yuan dan Lin Feng hanya makan berdua saja di meja Lin Feng, sementara Ma Kong Li dan teman-teman pangeran yang lainnya, makan di meja yang berbeda, meskipun suasana tersebut sangat tenang, namun Lin Feng tetap bisa merasakan tatapan kebencian yang diarahkan Ma Kong Li kepada dirinya.
"Andai saja aku akan segera pergi dari kota ini, maka akan aku pastikan hari ini adalah hari terakhir kau melihat dunia ini" batin Lin Feng.
Setelah selesai makan, mereka melanjutkan obrolan mereka yang menurut Lin Feng sangat-sangat tidak penting, bahkan teman-teman pangeran yang sebelumnya juga memperkenalkan diri mereka kepada Lin Feng, bahkan mereka mencoba untuk akrab dengan Lin Feng, kecuali Ma Kong Li, yang masih sangat benci dengan Lin Feng.
"Lin Feng apa kau datang ke ibukota untuk ikut masuk ke dunia kuno?" tanya Gao Ming, tuan muda keluarga Gao.
"Dunia kuno? Tempat apa itu?" tanya Lin Feng bingung.
"Eh, jadi kau tidak mengetahuinya ya? Padahal aku berpikir kau datang karena ingin masuk ke dunia kuno" jawab Gao Ming.
"Dunia kuno adalah sebuah dunia yang sangat aneh, tidak ada yang mengetahui asal dari dunia tersebut, namun para kultivator selalu menunggu gerbang dimensi menuju ke dunia kuno terbuka, karena di dunia kuno tersebut terdapat banyak sekali sumberdaya dan artefak tingkat tinggi" jawab Luo Yuan.
"Memangnya kapan gerbang dimensi itu akan terbuka?" tanya Lin Feng.
"Beberapa hari lagi, di kaki gunung Yunshan" jawab Luo Yuan.
"Kedengarannya menarik, mungkin aku juga akan datang ke sana" ucap Lin Feng.
"Hahahaha! Apa kau pikir masuk ke dunia kuno sama seperti masuk ke ibukota kekaisaran, untuk ke sana setidaknya kultivasimu harus berada di ranah Earth Spiritual seperti kami" ujar Ma Kong Li menghina Lin Feng.
"Kalau saudara Lin Feng memang ingin ke sana, maka ikut saja denganku, agar aku bisa melindungi saudara" ucap Luo Yuan.
"Terimakasih" jawab Lin Feng singkat.
"Kalian lihat saja nanti, siapa yang akan melindungi siapa" batin Lin Feng.
Setelah mengobrol cukup lama, mereka semua kemudian memutuskan untuk kembali ke istana kekaisaran, Luo Yuan sebenarnya ingin mengajak Lin Feng, namun sayangnya Lin Feng langsung menolak ajakan Luo Yuan dengan alasan masih ingin menikmati suasana kota yang sangat ramai.
Tidak lama setelah pangeran dan teman-temannya pergi meninggalkan restoran, Lin Feng akhirnya juga memutuskan untuk beranjak dari tempat tersebut, karena Lin Feng ingin mencari penginapan untuk tempatnya tinggal selama berada di ibukota kekaisaran.
Namun saat Lin Feng sampai di lantai dasar restoran tersebut, pelayan yang sebelumnya datang menghampiri Lin Feng sambil menyerahkan koin platinum yang sebelumnya Lin Feng berikan.
"Tuan, uang yang tuan berikan sebelumnya sangat berlebih, sebaiknya tuan membayar dengan koin emas saja" ucap pelayan yang sebelumnya melayani Lin Feng.
"Satu koin platinum anggap saja sebagai bayaran untuk makanan dan minuman yang aku pesan, selebihnya kau ambil saja" jawab Lin Feng.
"Ta-tapi tuan..."
"Sudahlah, aku memberikannya untukmu" ujar Lin Feng.
"Te-terimakasih tuan" ucap pelayan tersebut.
"Kalau begitu aku pergi sekarang" ujar Lin Feng kemudian beranjak pergi dari restoran tersebut.
Raut wajah pelayan tersebut nampak sangat senang karena mendapatkan bayaran yang sangat besar, bahkan jika sekarang dia dipecat dari pekerjaannya bukanlah hal yang masalah baginya, karena dengan enam koin platinum yang tersisa di tangannya, pelayan tersebut bisa mendirikan restoran yang bahkan jauh lebih mewah lagi.