Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-420. Perang besar 6


Setelah Yama melepaskan aura dewa kematian dari tubuhnya, tekanan intimidasi yang dirasakan oleh Qian Ling Chen sedikit berkurang, begitu juga dengan tekanan yang dirasakan oleh bangsa iblis lainnya. Meski begitu, aura dewa kematian Yama hanya bisa mengimbangi aura dewa kematian Lin Feng, sementara aura yang lainnya, masih belum bisa diatasi oleh Yama dan masih mengintimidasi bangsa iblis.


"Qian Ling Chen, gunakan senjata terkuat yang kau miliki, karena yang akan kita hadapi saat ini bukanlah senjata sembarangan" ucap Yama.


"Baik guru!" jawab Qian Ling Chen, kemudian mengeluarkan pedang berwarna merah yang tersimpan dalam tubuhnya.


Yama tentunya juga mengeluarkan senjata andalannya, yang berbentuk sebuah kapak berwarna hitam dan memiliki aura yang tidak kalah dengan aura dewa kematian. Senjata milik Yama bisa dikatakan sebagai salah satu senjata spesial, tapi aura serta kekuatannya sangat berbeda dengan senjata spesial lainnya, karena senjata tersebut dipenuhi dengan aura kematian.


Di sisi lain.


Huise yang sedang mengawasi jalannya peperangan, tiba-tiba saja mengalihkan pandangannya ke arah Lin Feng yang sedang berhadapan dengan Yama dan Qian Ling Chen, ia kemudian menghubungi Lin Feng untuk membantunya melawan Yama dan Qian Ling Chen, namun Lin Feng menolak dan memerintahkan Huise untuk tetap mengawasi pasukan raja malam.


Huise tentunya sangat keberatan dengan perintah Lin Feng, karena bagaimanapun juga, Yama dan Qian Ling Chen tidak mudah untuk dihadapi, tapi setelah mendengar penjelasan Lin Feng, Huise akhirnya mengerti maksud Lin Feng melarangnya, atau bisa dikatakan jika Lin Feng tidak benar-benar melarangnya untuk membantu, namun Lin Feng hanya ingin Huise mambantu disaat yang tepat.


"Aku mengerti tuan, kalau begitu aku akan tetap mengawasi para pasukan" jawab Huise.


"Bagus, ketika aku memberikan tanda padamu, saat itulah kau harus melakukan serangan" ucap Lin Feng.


"Baik tuan!" jawab Huise.


Kembali ke Lin Feng.


Setelah menghubungi Huise, Lin Feng kemudian menghilang dari pandangan Yama dan Qian Ling Chen, sesaat kemudian, Lin Feng telah muncul kembali dihadapan mereka berdua sambil menebaskan pedangnya dengan kecepatan tinggi, namun serangannya berhasil ditahan dengan mudah oleh Yama, tapi disaat yang bersamaan, Qian Ling Chen tiba-tiba saja terlempar sangat jauh.


Yama nampak terkejut, karena ia tidak mengetahui apa yang terjadi pada Qian Ling Chen, lalu ia mengalihkan pandangannya ke samping dan akhirnya mengetahui penyebab Qian Ling Chen terlempar, yaitu tendangan Lin Feng yang benar-benar tidak disadari oleh mereka berdua, padahal Yama berhasil membaca gerakan pedang Lin Feng, tapi tidak mengetahui jika Lin Feng juga akan menendang Qian Ling Chen disaat bersamaan.


Ketika Yama masih larut dalam keterkejutannya, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari dari hadapan Yama, sesaat kemudian, Lin Feng kembali muncul di hadapan Qian Ling Chen yang masih melayang di udara, lalu dengan gerakan yang sangat cepat, Lin Feng menendang tubuh Qian Ling Chen sekali lagi, sehingga membuat Qian Ling Chen terbang ke atas dengan sangat cepat. Setelah itu, Lin Feng kembali menghilang dan muncul di atas tubuh Qian Ling Chen, lalu menebaskan pedangnya ke tubuh Qian Ling Chen.


Akan tetapi, Qian Ling Chen berhasil menahan tebasan pedang Lin Feng dengan pedangnya, sehingga membuatnya hanya terlempar ke bawah dengan sangat cepat dan kemudian menghantam tanah. Sementara itu, Yama yang menyaksikan dari kejauhan hanya bisa tercengang melihat kecepatan Lin Feng, bahkan ia sendiri tidak bisa memungkiri jika kecepatan Lin Feng benar-benar luar biasa, karena Lin Feng berpindah-pindah tempat hanya dalam hitungan sepersekian detik.


"Sial, bocah ini benar-benar tidak bisa dipandang se..." belum sempat Yama menyelesaikan kalimatnya, ucapannya tiba-tiba saja terhenti karena Lin Feng sudah berada tepat di hadapannya, bahkan pedang emas hitam sudah hampir mengenai tubuhnya.


"Sial! Hampir saja aku mati, jika pedang itu mengenai tubuhku sedikit saja, maka akibatnya akan sangat fatal" gumam Yama kesal.


"Cihh! Lagi-lagi aku gagal menebas kalian berdua" ujar Lin Feng kesal.


"Hahahaha! Jangan terlalu gegabah bocah, ingatlah jika kami berdua dan kau sendirian!" jawab Yama.


"Benarkah? Lalu dimana yang satu lagi?" tanya Lin Feng.


Yama mengerutkan alisnya, ia baru menyadari jika Qian Ling Chen tidak muncul lagi setelah terjatuh ke tanah karena serangan Lin Feng, padahal ia sudah memperingati Qian Ling Chen untuk tidak jauh-jauh darinya, karena hal itu akan sangat berbahaya untuk keselamatannya. Karena penasaran, Yama kemudian mengarahkan pandangannya ke tempat Qian Ling Chen terjatuh, ia benar-benar kaget ketika melihat Qian Ling Chen tengah berhadapan dengan Huise.


"Sejak kapan dia..." Yama tidak bisa melanjutkan perkataannya, karena ia benar-benar bingung dan tidak tahu kapan Huise muncul di sana.


"Sejak awal, kau selalu menganggap aku hanya sendirian, karena itulah kau sampai melupakan kalau aku tidak sendirian!" jawab Lin Feng.


Sebelumnya, setalah menyerang Qian Ling Chen dan membuatnya terlempar ke tanah, Lin Feng langsung menghubungi Huise melalui telepati, ia memerintahkan Huise untuk mengahadapi Qian Ling Chen agar tidak menghalangi pertarungannya dengan Yama, lalu untuk mengalihkan perhatian Yama, Lin Feng menyerangnya secara tiba-tiba, sehingga Yama kehilangan fokus dan tidak mengawasi Qian Ling Chen dan saat itulah, Huise menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di hadapan Qian Ling Chen.


"Hahahaha! Hebat, kau benar-benar bocah yang sangat hebat, tapi jangan pernah berpikir jika kau sudah menang, karena pertarungan yang sesungguhnya akan dimulai dari sekarang!" ucap Yama.


"Kalau begitu, kenapa kau masih saja mengoceh, iblis sialan!" jawab Lin Feng yang tiba-tiba saja berada di hadapan Yama, sambil mengayunkan pedangnya.


"Cihh! Jangan gunakan trik yang sama untuk menyerang ku, karena itu tidak akan berguna lagi!" ujar Yama, kemudian menahan tebasan pedang Lin Feng dengan kapaknya, tapi saat senjatanya yang berupa kapak tersebut berhasil menahan pedang Lin Feng, ia tiba-tiba saja terlempar sekali lagi, bahkan perutnya terasa sangat sakit.


"Tapi sepertinya trik itu masih bisa mengelabui mu" jawab Lin Feng.


"Hahahaha! Aku benar-benar tidak menyangka jika kau akan memandangku seperti kau menendang Qian Ling Chen, tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi la..." perkataan Yama lagi-lagi terpotong karena tendangan Lin Feng telah lebih dulu mendarat di wajahnya, sehingga membuatnya terlempar sekali lagi!


"Tapi nyatanya, aku berhasil melakukannya lagi" ucap Lin Feng.


"Kau... Kau benar-benar membuatku marah, bocah sialan!" Yama berteriak dengan sangat keras, karena ia benar-benar sudah sangat marah kepada Lin Feng, ia bahkan tidak menyangka jika seorang dewa iblis sepertinya bisa dipermainkan oleh seorang manusia.