
Jin Zhan Shi yang sedang mengendalikan tubuh Lin Feng, langsung menyerang para patung prajurit yang ada di sekitarnya, berbeda dengan Huise yang masih bersusah payah menghadapi para patung tersebut, Jin Zhan Shi justru malah nampak santai dan sama sekali tidak kesulitan menghadapi mereka semua.
Bahkan hanya dengan menggunakan tangan kosong saja, Jin Zhan Shi sudah berhasil menghancurkan beberapa patung prajurit dengan sangat cepat, Jin Zhan Shi bahkan tidak menghiraukan tatapan tajam patung raja yang terus mengarah kepadanya, tatapan patung raja tersebut, bisa diibaratkan seperti tatapan singa yang siap menangkap buruannya.
"Manusia! Siapa kau sebenarnya? Kenapa kekuatanmu bisa setara denganku?" tanya patung raja.
"Setara? Jika bukan karena menggunakan tubuh tuan, maka kau akan melihat kekuatanku yang sesungguhnya" jawab Jin Zhan Shi yang sekarang mengendalikan tubuh Lin Feng.
Setelah itu, Jin Zhan Shi kembali melanjutkan aksinya menghancurkan patung-patung prajurit yang masih tersisa, patung raja tersebut nampak sangat marah, matanya kembali bersinar terang dan kemudian menembakkan cahaya berwarna merah seperti cahaya laser ke arah Jin Zhan Shi.
Jin Zhan Shi mengarahkan tangan kanannya ke depan dan menahan cahaya laser tersebut, sama seperti kaca yang memantulkan cahaya, serangan dari patung rasa tersebut malah berbalik ke arahnya saat di tahan oleh Jin Zhan Shi, namun patung raja berhasil menghindari serangan yang berbalik tersebut.
"Jin Zhan Shi, selesaikan dengan cepat" ucap Lin Feng dari dalam ruang jiwanya.
"Baik tuan" jawab Jin Zhan Shi.
Swush... Jin Zhan Shi mengeluarkan aura yang sangat besar dan membuat tubuhnya melayang di udara, setelah itu, Jin Zhan Shi mengangkat tangannya kanannya ke atas, dari telapak tangan Jin Zhan Shi kemudian muncul bola energi berwarna merah, dari dalam bola energi tersebut muncul petir berwarna merah yang langsung menyambar ke berbagai arah.
Kekuatan dari petir berwarna merah tersebut benar-benar sangat besar, bahkan sampai menghancurkan apa saja yang tersambar olehnya, para patung prajurit yang masih tersisa juga langsung hancur saat terkena serangan dari petir merah, setelah semua patung prajurit hancur, Jin Zhan Shi tiba-tiba saja menghilang dari pandangan.
Hanya dalam waktu kurang dari satu detik, Jin Zhan Shi telah muncul kembali di atas kepala patung raja, Jin Zhan Shi kemudian menghantam kepala patung tersebut dengan bola energi yang ada di tangannya.
Boom!...
Ledakan yang sangat besar terjadi, saat kekuatan bola energi tersebut mengenai kepala petung raja dan membuatnya hancur saat itu juga, bersamaan dengan hancurnya patung raja, singgasana yang menjadi tempat duduk patung raja sebelumnya tiba-tiba saja bergetar, beberapa saat kemudian singgasana tersebut bergerak ke samping dan membuka sebuah pintu menuju ke ruangan rahasia yang ada di belakang singgasana tersebut.
"Tuan, aku telah menyelesaikan tugas yang tuan berikan, sekarang aku akan kembali" ucap Jin Zhan Shi kemudian menutup matanya.
"Terimakasih Jin Zhan Shi" jawab Lin Feng sambil membuka matanya.
"Kekuatannya benar-benar sangat hebat, tapi aku masih penasaran bagaimana kekuatan Huise yang sebenarnya" batin Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng langsung berjalan menuju ke arah singgasana dan langsung masuk ke dalam ruang rahasia yang telah terbuka, sesampainya di dalam ruang rahasia, raut wajah Lin Feng langsung berubah ceria, karena di dalam ruang rahasia tersebut, terdapat banyak sekali harta, artefak dan juga sumberdaya.
Tanpa basa-basi lagi, Lin Feng langsung memasukkan semua koin emas serta koin platinum yang ada di hadapannya, tidak hanya itu saja, bahkan armor, senjata dan semua sumberdaya yang ada di sana langsung menghilang dan masuk ke dalam cincin penyimpanan Lin Feng.
Di hadapan Lin Feng saat ini terdapat tiga meja besar, yang mana di atas meja besar tersebut, telah tersusun begitu banyak gulungan dengan sangat rapi, Lin Feng kemudian menghampiri salah satu meja, dan memeriksa satu gulungan yang ada di atasnya. Setelah itu, Lin Feng langsung memeriksa gulungan yang ada di atas meja yang lainnya.
"Pantas saja di susun terpisah, ternyata sesuai dengan tingkatan jurus dari masing-masing gulungan" gumam Lin Feng.
Tiga meja yang ada di hadapan Lin Feng tentunya membedakan masing-masing tingkatan jurus pada gulungan yang tersusun di atasnya, pada meja pertama, gulungan yang tersusun di atasnya adalah jurus tingkat Tinggi, sedangkan meja kedua, adalah jurus tingkat Bumi dan meja ketiga, adalah jurus tingkat Langit.
"Kakek pasti akan sangat senang jika aku memberikannya semua ini, dengan begitu keluarga Lin akan menjadi semakin kuat" gumam Lin Feng, kemudian memasukkan semua gulungan tersebut kedalam cincin penyimpanannya.
Setelah selesai, Lin Feng langsung berniat untuk pergi dari tempat tersebut, namun langkahnya tiba-tiba saja terhenti saat melihat ada sebuah kotak kecil yang mengambang di sudut ruangan, Lin Feng kemudian menghampiri kotak kecil tersebut dan langsung meraihnya. Setelah itu, Lin Feng langsung membuka kotak kecil tersebut.
Isi dari kotak kecil tersebut ternyata adalah sebuah gulungan berwarna hitam, aura yang terpancar dari gulungan tersebut juga sangat besar dan sama seperti aura membunuh milik Lin Feng, karena penasaran, Lin Feng langsung mengambil gulungan tersebut, namun sayangnya, gulungan tersebut tidak bisa dibuka dan seperti tersegel oleh sesuatu.
"Sebaiknya aku simpan saja dulu, setelah kembali nanti aku akan mencari cara untuk membukanya" gumam Lin Feng.
Setelah memasukkan gulungan hitam tersebut kedalam cincin penyimpanannya, Lin Feng langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dan keluar dari ruangan bawah tanah, beberapa saat kemudian, pintu menuju ke ruang bawah tanah tiba-tiba saja tertutup dan kembali seperti semula, seperti tidak pernah ada ruang bawah tanah sebelumnya di tempat tersebut.
"Meskipun menghadapi cukup banyak kesulitan, tapi sangat sepadan dengan apa yang aku dapatkan" gumam Lin Feng.
"Apa tuan masih ingin melanjutkan perjalanan di dunia kuno ini?" tanya Huise.
"Tentu saja, karena masih banyak sumberdaya yang menunggu untuk di panen" jawab Lin Feng.
"Kalau begitu sebaiknya tuan menuju ke arah Utara" ucap Huise.
"Kenapa harus ke sana?" tanya Lin Feng.
"Saat aku mengendalikan tubuh tuan dan bertarung dengan patung-patung prajurit tadi, aku sempat merasakan keberadaan sesuatu di arah Utara, hanya saja aku tidak mengetahui apa yang ada di sana" jawab Huise.
"Kedengarannya sangat menarik, kalau begitu aku akan pergi ke arah Utara" ucap Lin Feng.
Lin Feng kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke arah Utara sesuai dengan saran Huise, meskipun tidak mengetahui apa yang ada di arah Utara yang dimaksud oleh Huise, namun Lin Feng percaya, yang dirasakan oleh Huise tidak mungkin salah dan bisa saja, di sana ada sesuatu yang bisa meningkatkan kekuatannya dengan cepat.