
Sementara itu, Tang Hao Yun justru mengerutkan alisnya ketika mendengar perkataan Feng Jing Quo, sebenarnya ia juga sempat berpikir jika Feng Jing Quo akan melamar putri kekaisaran Luo untuk putranya, ia bahkan sudah memikirkan cara untuk mengambil hati Luo Ming An, agar lamarannya lah yang akan diterima, tapi setelah mengetahui kebenarannya, ia justru merasa tidak perlu melakukan apapun.
"Dasar tidak tahu malu, hanya cucu seorang patriark berani melamar putri kaisar" ucap Tang Hao Yun.
"Kaisar Tang, mohon jaga ucapan anda!" ujar Luo Ming An, ia mencoba menghentikan kaisar Tang dari kehancuran.
"Maafkan aku yang mulia, tapi aku hanya ingin agar orang-orang tidak tahu malu ini sadar diri, memangnya mereka siapa berani melamar putri seorang kaisar terhormat seperti anda" jawab Tang Hao Yun, ia sengaja menegaskan kata terhormat untuk menyindir Lin Jianheeng.
"Kaisar Tang, jangan memandang rendah orang lain hanya karena jabatannya, aku juga tidak mempermasalahkan hal itu, lagipula memiliki niat yang baik" ucap Luo Ming An.
"Tidak apa-apa yang mulia, kami memang bukan dari keluarga kekaisaran, kami juga bukan dari keluarga terhormat, tapi setidaknya kami masih memiliki harga diri!" jawab Lin Jianheeng.
Tang Hao Yun dan rombongannya tertawa mendengar perkataan Lin Jianheeng, karena mereka menganggap jika Lin Jianheeng terlalu meninggikan harga dirinya sendiri, sementara Luo Ming An malah berkeringat dingin, ia benar-benar takut jika Lin Jianheeng tersinggung dengan ucapan Tang Hao Yun dan bisa saja, ia meminta cucunya untuk meratakan seluruh kekaisaran Luo.
"Cihh! Pria sialan ini benar-benar mempersulit keadaanku, apa dia tidak sadar jika sedang mengundang kehancurannya sendiri, jika hanya dia saja yang akan hancur tidak akan masalah, tapi bagaimana jika aku terkena imbasnya?!" Luo Ming An menggerutu kesal dalam hatinya, jika bukan karena menghormati Tang Hao Yun yang juga seorang kaisar, mungkin ia sudah turun dari tahtanya dan menghajar Tang Hao Yun saat itu juga.
"Sudahlah, karena niat kedatangan kalian dengan niat baik, maka sebaiknya jangan merusak kebaikan itu dengan hal-hal yang tidak penting" ucap Luo Ming An, ia mencoba untuk tetap bersikap tenang.
"Yang mulia kaisar, ini adalah putraku Tang Ming, dia adalah pemuda yang jenius dan baik hati, di usianya yang sudah menginjak 20 tahun ini, dia sudah mendapatkan pencapaian yang luar biasa, terutama dalam kultivasi" ucap Tang Hao Yun, memperkenalkan putranya dengan sombong.
"Salam hormat yang mulia" ucap Tang Ming sambil memberikan hormat kepada Luo Ming An.
"Benarkah? Pencapaian apa yang anda maksud, kaisar Tang?" tanya Luo Ming An.
Tang Hao Yun kemudian menceritakan dengan bangga tentang pencapaian putranya, yang telah berhasil memusnahkan pasukan besar bandit yang mengacau di salah satu kota yang ada di wilayah kekaisaran Tang, ia juga mengatakan jika putranya telah berhasil menciptakan aliansi sekte aliran putih di kekaisaran Tang untuk memerangi sekte aliran hitam, tapi tentunya cerita tersebut telah dilebih-lebihkan oleh Tang Hao Yun, agar bisa membuat Luo Ming An terkesan.
Lalu Tang Hao Yun juga mengatakan jika kultivasi putranya telah berada di ranah Tyrant bintang sembilan, yang tidak akan lama lagi akan segera naik ke ranah Nirvana. Setelah menceritakan semuanya, Tang Hao Yun kemudian meminta putranya untuk menunjukkan aura kultivasinya, agar orang-orang yang ada di sana percaya dengan perkataannya. Dan ternyata benar, kultivasi Tang Ming memang berada di ranah Tyrant bintang sembilan.
"Kaisar Tang, putra Anda benar-benar luar biasa" ucap Luo Ming An.
"Cihh! Apa hebatnya itu" lanjutnya di dalam hati.
"Terimakasih atas pujiannya yang mulia" jawab Tang Hao Yun, ia kemudian mengalihkan pandangannya pada Lin Jianheeng, "lalu, bagaimana dengan cucu anda patriark?" Tang Hao Yun bertanya dengan nada meremehkan.
"Dia adalah cucuku, namanya Lin Feng. Tidak seperti putra Anda, cucuku hanyalah pemuda biasa yang tidak memiliki pencapaian apapun, lalu tentang kultivasinya, aku sendiri juga tidak tahu" jawab Lin Jianheeng.
Sebenarnya perkataan Lin Jianheeng juga tidak salah, karena Lin Feng memang hanyalah pemuda biasa, tapi biasa dalam artian yang berbeda, jika pemuda biasa lainnya tidak bisa melakukan apa-apa, Lin Feng justru biasa melakukan pembunuhan yang sangat kejam. Benar-benar pemuda biasa!
"Jika Lin Feng adalah pemuda biasa, berarti kita semua yang ada di sini adalah sampah" Luo Ming An bergumam dalam hatinya.
"Hahahaha! Omong kosong apa yang anda bicarakan patriark? Bagaimana mungkin anda tidak mengetahui tingkat kultivasi cucu anda sendiri? Atau jangan-jangan Anda terlalu malu untuk menyebutkannya?" Tang Hao Yun semakin merendahkan Lin Jianheeng.
"Tapi memang itulah kenyataannya, yang mulia. Jika anda tidak percaya silahkan memeriksanya sendiri dan katakan apa yang anda lihat" jawab Lin Jianheeng.
Tang Hao Yun nampak kesal dengan perkataan Lin Jianheeng, tapi sesaat kemudian, ia langsung memendangi Lin Feng untuk mengetahui tingkat kultivasinya, namun ketika ia menyelidiki tubuh Lin Feng dari tempat duduknya, ia justru tidak menemukan apa-apa, jangankan tingkat kultivasi, bahkan ia tidak menemukan adanya aura kultivasi ditubuh Lin Feng.
Namun Tang Hao Yun masih tidak bisa mempercayai apa yang baru saja ia lihat, ia bahkan berpikir jika ia sedang tidak fokus sehingga tidak bisa melihat tingkat kultivasi Lin Feng, namun setelah memeriksa untuk yang kedua kalinya, Tang Hao Yun akhirnya yakin dengan apa yang telah ia lihat dengan matanya sendiri.
"Cihh! Aku tahu jika orang-orang seperti kalian memang tidak tahu malu, tapi aku tidak menyangka jika kalian begitu menjijikkan! Berani-beraninya kalian melamar putri kaisar untuk dinikahkan dengan sampah sepertinya" ucap Tang Hao Yun.
"Cukup! Aku benar-benar sudah muak mendengar hinaan yang kau lontarkan untuk keluargaku!" bentak Lin Feng.
"Hei sampah! Berani sekali kau membentak ayahku, apa kau sudah bosan hidup?!" ujar Tang Ming.
"Aku, bosan hidup? Apa kau tidak salah?" tanya Lin Feng.
"Cihh! Ternyata kau memang tidak tahu malu, sama seperti kakek mu itu, atau jangan-jangan kalian memang keturunan orang yang tidak tahu malu, aku yakin jika ibumu juga..."
"Cukup! Apa kalian tidak menghargai kehadiranku di sini?! Jika ingin bertengkar kenapa tidak di arena pertarungan saja, kenapa harus membuat keributan di istanaku?!" ujar Luo Ming An.
"Itu adalah saran yang sangat bagus yang mulia, kalau begitu bagaimana jika kita adakan duel antara Tang Ming dengan sampah ini, lalu yang kalah harus membatalkan lamarannya, apa yang mulia setuju?" tanya Tang Hao Yun.
"Sepertinya menarik" jawab Luo Ming An
"Lalu bagaimana dengan anda patriark?" Tapi jika anda takut, sebaiknya anda..."
"Aku setuju!" ujar Lin Jianheeng.