Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-250. Menelusuri hutan misterius


Yun Ling yang hanya menyaksikan pertarungan mereka sejak tadi, kemudian datang menghampiri Lin Feng, yang sedang memandangi mayat beruang sisik naga yang telah terpotong-potong, setelah berada di dekat Lin Feng, Yun Ling langsung menanyakan keadaannya.


"Bagaimana keadaan anda tuan?" tanya Yun Ling.


"Aku baik-baik saja" jawab Lin Feng santai.


"Untuk yang kesekian kalinya aku merasa kagum padanya, dia memang sangat hebat, bahkan Demon beast tingkat tujuh bukanlah tandingannya, aku jadi penasaran seberapa kuat tuan Lin Feng sebenarnya?" batin Yun Ling.


Yun Ling kemudian berjalan menghampiri mayat beruang sisik naga, lalu Yun Ling mengambil sebuah kristal berwarna hitam yang ada di dalam tubuh beruang tersebut, setelah mengambilnya, Yun Ling kemudian menyerahkannya kepada Lin Feng, namun Lin Feng menolaknya.


"Simpan saja untukmu, mungkin suatu saat nanti kau akan memerlukan kristal itu" ucap Lin Feng.


Setelah itu, mereka berdua langsung melanjutkan perjalanannya untuk menyusuri hutan misterius tersebut, selama perjalanan, mereka berdua telah banyak memburu Heaven beast dan mengambil dagingnya, untuk di jual ketika mereka kembali ke negeri awan.


***


Waktu terus berlalu dengan sangat cepat, perjalanan mereka dalam menyusuri hutan misterius juga sudah sangat jauh, bahkan sekarang matahari sudah hampir terbenam, namun selama perjalanan tersebut, Lin Feng tidak menemukan apapun yang berguna untuknya.


Karena sebentar lagi akan malam, mereka berdua kemudian memutuskan untuk beristirahat dan bermalam di hutan tersebut, sebenarnya Lin Feng masih ingin melanjutkan perjalanannya, namun Yun Ling nampak sudah sangat lelah, sehingga Lin Feng memutuskan untuk beristirahat.


"Aku akan mencari kayu bakar, kau tunggu saja di sini" ucap Lin Feng.


"Baik tuan" ujar Yun Ling.


Setelah itu, Lin Feng langsung pergi meninggalkan Yun Ling untuk mencari kayu bakar. Dua puluh menit kemudian, Lin Feng akhirnya kembali dengan membawa kayu bakar, Lin Feng juga nampak membawa dua ekor kelinci yang telah ia buru sebelumnya.


Lin Feng kemudian meletakkan kayu bakar di tanah dan langsung membuat api unggun, untuk membakar kelinci yang telah ia buru, serta untuk menghangatkan tubuh mereka saat malam tiba, karena udara di hutan pastinya akan sangat dingin saat malam.


"Besok kita akan melanjutkan perjalanan, jika masih tidak menemukan apapun, maka kita akan kembali ke negeri awan" ucap Lin Feng, sambil membakar daging kelinci yang sebelumnya.


"Baik tuan" ujar Yun Ling.


"Tuan, apa aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya Yun Ling.


"Silahkan" jawab Lin Feng singkat.


"Saat berada di dekat tuan, aku bisa merasakan aura yang sangat agung, seolah-olah aku sedang melihat sosok seorang dewa, tapi di saat bersamaan aku juga merasakan aura kematian yang sangat besar pada tuan, seolah-olah aku sedang melihat sosok dewa kematian, jadi siapa tuan sebenarnya?" tanya Yun Ling.


"Aku bukan siapa-siapa melainkan hanya manusia biasa" jawab Lin Feng.


"Aku bisa menjadi dewa saat orang-orang menghargai ku, tapi aku juga bisa menjadi dewa kematian saat orang-orang menggangguku" lanjutnya.


"Ternyata begitu, maaf jika aku sudah lancang tuan, tapi aku benar-benar mengagumi tuan" ucap Yun Ling.


"Tidak apa-apa" ujar Lin Feng.


Tidak lama kemudian, daging kelinci yang sejak tadi dibakar oleh Lin Feng akhirnya matang, Lin Feng kemudian menyerahkan satu daging bakar kelana Yun Ling, sedangkan yang satunya untuk dirinya sendiri, setelah itu, mereka berdua langsung memakan daging bakar tersebut dengan sangat lahap.


"kau tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun padamu" ucap Lin Feng menenangkan Yun Ling.


Yun Ling terdiam dan tertunduk malu, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng bisa mengetahui apa yang sedang dia pikirkan. "Ma-maafkan aku tuan" ucap Yun Ling.


"Sudahlah, lupakan saja, wajar jika kau memikirkan hal itu" jawab Lin Feng kemudian menutup matanya.


Yun Ling yang sebelumnya tertunduk malu, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Lin Feng, beberapa saat kemudian, Yun Ling menghela nafas panjang dan mencoba untuk membuang semua pikiran anehnya.


"Aku yakin tuan tidak akan melakukan apapun padaku" gumam Yun Ling, kemudian menutup matanya hingga tertidur lelap.


***


Keesokan harinya, Yun Ling yang sedang tertidur lelap langsung membuka matanya, saat rasa hangat dari cahaya matahari pagi menerpa tubuhnya, Yun Ling kemudian bergegas bangkit dan langsung mengarahkan pandangannya ke bawah pohon tempat Lin Feng tidur semalam.


Yun Ling tiba-tiba tersentak kaget saat melihat tidak ada siapa-siapa di bawah pohon tersebut, pikiran-pikiran aneh mulai muncul lagi di pikirannya, bahkan Yun Ling sampai berpikir bahwa Lin Feng telah meninggalkannya sendirian.


Namun beberapa saat kemudian, Yun Ling akhirnya menghela nafas lega, saat melihat Lin Feng sedang melakukan gerakan aneh tidak jauh dari pohon tempatnya tidur, karena penasaran, Yun Ling kemudian menghampiri Lin Feng.


"Selamat pagi tuan, apa yang sedang tuan lakukan?" tanya Yun Ling.


"Aku sedang berolahraga" jawab Lin Feng, yang sedang melakukan Push up.


"Olahraga? Apa itu?" tanya Yun Ling bingung.


"Olahraga itu sama dengan latihan, tapi olahraga hanya melatih dan menguatkan fisik seseorang, olahraga juga bisa membuat kondisi tubuh seseorang menjadi lebih baik dan membuat tubuh tetap sehat" jawab Lin Feng.


Beberapa saat kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja menghentikan aktivitasnya dan langsung bangkit. "Karena kau sudah bangun, sebaiknya kita melanjutkan perjalanan sekarang" ucap Lin Feng.


"Baik tuan" ujar Yun Ling.


Tidak lama kemudian, mereka berdua langsung meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka, untuk menyusuri hutan misterius. Dalam perjalanan kali ini, Lin Feng benar-benar berharap agar bisa menemukan sesuatu yang berharga baginya, jika tidak, maka perjalanannya akan sangat sia-sia.


Namun setelah menyusui hutan sampai siang, Lin Feng dan Yun Ling masih tidak berhasil menemukan apapun, yang mereka temui sepanjang jalan hanyalah Heaven beast dan Demon beast, bahkan sudah tidak terhitung lagi berapa banyak Demon beast yang dibunuh oleh Lin Feng.


"Sepertinya memang tidak ada apa-apa di hutan ini" ucap Lin Feng.


"Lalu apa kita akan tetap melanjutkan perjalanan?" tanya Yun Ling.


"Sebaiknya kita kembali saja ke negeri awan" jawab Lin Feng.


GRROOAR!...


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba saja terdengar raungan yang sangat keras, bersamaan dengan raungan tersebut, aura yang sangat besar dan mengerikan juga langsung menerpa tubuh mereka, bahkan Yun Ling sampai gemetaran olehnya.


"Sepertinya keberuntungan masih memihak ku" gumam Lin Feng