
Para murid keluarga Qing yang menyaksikan hal tersebut tentunya sangat kaget sekaligus merasa kagum disaat yang bersamaan, mereka bahkan bertepuk tangan karena merasa kagum dengan penampilan Lin Feng. Bagaimana tidak, Lin Feng hanya memerlukan satu pukulan biasa untuk menjatuhkan lawannya bahkan sampai membuatnya tidak bisa bergerak lagi.
Mereka semua tentunya mengetahui bahwa tidak mudah untuk menjatuhkan lawan hanya dengan satu pukulan saja, bahkan sampai membuat lawan pingsan saat itu juga, karena hal tersebut memerlukan ketepatan dan juga kekuatan pukulan yang besar, jika hanya ketepatan saja dan tidak ada kekuatan, mungkin musuh tidak akan langsung tumbang seperti yang Lin Feng lakukan.
"Hebat, pertunjukan yang sangat hebat, sekarang kami telah mendapatkan pelajaran berarti dari pertarungan tuan dan teman kami tadi" ucap salah seorang pemuda.
"Kalau begitu apa aku bisa pergi sekarang? Atau masih ada yang ingin mengajakku untuk berlatih tanding?" tanya Lin Feng.
"Tidak tuan, kami tidak bodoh seperti dia, kami tentunya bisa melihat sekuat apa tuan yang sesungguhnya" jawab pemuda lainnya.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang" ujar Lin Feng kemudian pergi meninggalkan tempat latihan murid klan Qing.
***
Sementara itu di tempat lain, setelah menemui Lin Feng dan meminta maaf kepadanya, kedua pangeran dan putri langsung menuju ke taman yang ada di belakang kediaman Patriark keluarga Qing, yang mana di sana telah ada tetua Liu Changhai, Patriark keluarga Qing dan juga ibu mereka, yaitu sang permaisuri.
Kedatangan mereka bertiga dengan raut wajah yang kurang enak di pandang, tentunya mengundang rasa penasaran pada tetua Liu Changhai, Patriark keluarga Qing dan juga permaisuri, pasalnya mereka bertiga sebelumnya pergi dengan raut wajah yang ceria dan sekarang malah kembali dengan raut wajah yang murung.
"Ada apa ini? Kenapa kalian sangat murung?" tanya Qing Zhong Xian.
"Tidak ada apa-apa kakek, kami baru saja bertemu dengan tuan Lin Feng dan meminta maaf kepadanya, tapi sepertinya tuan Lin Feng masih sangat marah kepada kakak pertama" jawab Feng Yue Yin.
"Ternyata itu masalahnya, maafkan atas perlakuan muridku tuan putri, sifat Feng'er memang sedikit keras dan juga dingin, tapi sebenarnya dia adalah orang yang sangat baik" ucap tetua Liu Changhai.
"Ini semua salahku, kalau saja aku tidak bersikap lancang kepada tuan Lin Feng, mungkin kita sudah bisa berteman dengannya sekarang" ujar Feng Baojia menyesali perbuatannya.
"Pangeran mahkota tenang saja, Feng'er hanya memerlukan waktu untuk bisa menenangkan dirinya, karena memang dia sangat membenci orang yang menghina ibu dan juga keluarganya, bahkan terkadang dia tidak segan-segan untuk membunuh orang tersebut" ucap tetua Liu Changhai.
"Ah ya! Ada hal yang ingin aku tanyakan mengenai Lin Feng, kenapa aku sama sekali tidak merasakan adanya aura kultivasi pada dirinya?" tanya Qing Zhong Xian.
"Itu benar, apakah Lin Feng memiliki teknik khusus untuk melindungi kultivasinya?" Qing Xiu Yin menimpali.
"Masalah itu tidak ada yang mengetahuinya, bahkan aku sendiri sebagai guru tidak bisa mengetahui bagaimana cara dia bisa melindungi aura kultivasinya, entah teknik apa yang telah dia gunakan, tapi yang jelas muridku yang satu itu adalah pemuda yang sangat spesial." Jawab tetua Liu Changhai.
"Paman, apakah tuan Lin Feng sangat hebat?" tanya Feng Guan.
Setelah itu, Tetua Liu Changhai juga menceritakan tentang Asosiasi pembunuh bayaran yang telah dihancurkan oleh Lin Feng, yang mana hampir seluruh pasukan Asosiasi pembunuh bayaran dikalahkan dan dibantai oleh Lin Feng seorang diri saja.
Qing Zhong Xian, Qing Xiu Yin dan ketiga anaknya tentunya tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut mereka, bahkan mereka sempat tidak mempercayai apa yang telah diceritakan oleh tatua Liu Changhai, karena menurut mereka hal tersebut sangatlah mustahil untuk dilakukan.
Bagaimana mungkin mereka bisa percaya, seorang pemuda berumur enam belas tahun mampu menghabisi begitu banyak pembunuh bayaran hanya seorang diri, jangankan mereka berlima, bahkan jika ada orang lain yang mendengar cerita tersebut, mereka juga pasti tidak akan percaya dengan apa yang diceritakan oleh tetua Liu Changhai.
Akan tetapi, apa yang diceritakan oleh tetua Liu Changhai adalah kebenarannya, tidak peduli mereka semua akan percaya atau tidak, tapi memang hal itulah yang telah dilakukan oleh Lin Feng, bahkan di kota Zuanshi cerita tentang kehebatan Lin Feng sudah menyebar ke seluruh penjuru kota.
"Meskipun masih sulit bagiku untuk mempercayai cerita tetua Liu, tapi jika dihubungkan antara cerita tersebut dan aura membunuh yang kemarin kita rasakan, maka semuanya menjadi masuk akal" ucap Qing Zhong Xian.
"Tidak Patriark, aura membunuh tersebut memang sudah ada sejak lama, bahkan aku juga pernah merasakan hal yang sama dan saat itu, Feng'er masih belum menjadi muridku" kata tetua Liu Changhai.
"Lin Feng, siapa kau sebenarnya" gumam Qing Zhong Xian.
Setelah itu, mereka melanjutkan obrolan mereka seputar kultivasi, kedua pangeran dan putri juga lebih banyak bertanya kepada tetua Liu Changhai tentang masalah kultivasi yang mereka temui, meskipun bukan muridnya, namun dengan senang hati, tetua Liu Changhai memberikan mereka bertiga arahan yang benar dalam berkultivasi.
Qing Xiu Yin yang merasa senang dengan cara tetua Liu Changhai mengajar, langsung memintanya untuk menjadi guru ketiga anaknya, namun sayangnya tetua Liu Changhai masih belum bisa menerima mereka bertiga, karena untuk sekarang dia masih ingin fokus pada Lin Feng dan juga Lin Tian.
"Kalau memang begitu keputusan tetua Liu, aku juga tidak bisa memaksa keinginanku, tapi jika suatu saat tetua Liu berubah pikiran dan mau menerima mereka, maka katakan saja padaku" ucap Qing Xiu Yin.
"Tentu saja yang mulia" jawab tetua Liu.
"Kalau memang guru ingin mengangkat mereka sebagai murid, kami sama sekali tidak keberatan guru, lagipula aku akan merasa sangat senang jika mereka yang menjadi adik seperguruan ku" ujar Lin Tian yang baru saja datang dan kebetulan mendengar pembahasan mereka.
"Hormat yang mulia, maaf jika kedatanganku mengejutkan kalian semua" lanjutnya.
"Kau ini ada-ada saja, mana mungkin guru bisa menjadi guru untuk yang mulia pangeran dan juga tuan putri, seharusnya mereka mendapatkan guru yang lebih baik lagi" ucap tetua Liu Changhai.
"Kenapa tidak tetua, anda adalah guru yang sangat cocok untuk ketiga anakku" ujar Qing Xiu Yin.
Tetua Liu Changhai hanya bisa menghela nafas panjang mendengar perkataan permaisuri, dia benar-benar sudah tidak bisa menolak lagi, namun karena masih bimbang dengan keputusan tersebut, tetua Liu Changhai kemudian meminta waktu untuk berpikir sampai mereka tiba di istana kekaisaran nanti.