Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-110. Acara lelang 2


Mei Yin kemudian memperkenalkan senjata yang baru saja di bawa keliar oleh para pelayan tersebut kepada semua orang, dengan kemampuan khusus yang dimiliki oleh Mei Yin, tentunya Mei Yin dapat dengan mudah mengetahui temtang pedang yang merupakan senjata spirirtual tersebut, karena memang kemampuan mata Mei Yin juga berguna untuk mengetahui hal-hal seperti itu.


Setelah memperkenalkan pedang tersebut kepada mereka semua, Mei Yin langsung meletakkan harga pada pedang itu dan saat mereka semua diperbolehkan untuk menawar, hampir semua orang mulai melakukan tawaran dengan harga yang sesuai kemampuan mereka, mulai dari harga yang terendah sampai yang tertinggi.


Lin Feng yang belum pernah mengikuti yang namanya acara lelang sama sekali sewaktu masih di bumi, nampak cukup terhibur mendengar harga-harga yang di tawarkan oleh semua orang yang hadir, sebenarnya Lin Feng ingin ikut memberikan tawaran, namun karena pedang tersebut tidak berguna baginya, Lin Feng akhirnya mengurungkan niatnya untuk menawar.


"Selamat kepada tamu di ruangan khusus nomor lima, pedang ini menjadi milik anda" ucap Mei Yin.


"Mari kita lanjutkan, bawa barang berikutnya masuk" lanjutnya.


Para pelayan kemudian kembali datang ke panggung lelang, namun kali ini, mereka membawa beberapa buku dan bukan senjata, semua orang yang ada di sana tentunya sudah mengetahui buku yang di bawa oleh para pelayan tersebut adalah buku jurus, hanya saja mereka masih penasaran dengan tingkatan buku jurus tersebut.


Setelah itu, Mei Yin langsung menjelaskan tentang beberapa buku tersebut, mulai dari nama jurus sampai tingkatan jurus itu sendiri, setelah selesai menjelaskan, Mei Yin langsung menentukan harga awal dari masing-masing buku tersebut, yang nantinya akan dilelang satu persatu, baru saja selesai menyebutkan harga, semua kultivator yang merasa membutuhkan jurus tersebut langsung menawarkan harga.


**


Waktu terus berlalu, acara lelang juga sudah mendekati akhirnya, namun tidak ada satupun barang lelang yang membuat Lin Feng tertarik, sehingga selama acara lelang Lin Feng hanya menyaksikannya saja tanpa menawarkan harga sedikitpun, padahal sebenarnya Lin Feng sangat berharap akan ada barang yang membuatnya tertarik, tapi nyatanya tidak ada sama sekali.


"Semua barang yang dilelang hari ini sudah terjual habis dan hanya tinggal satu benda saja yang masih tersisa, kalian tentunya sudah tidak sabar ingin melihat benda tersebut dan inilah inti kristal jiwa milik monster harimau mata tiga dari hutan para monster" ucap Mei Yin.


Beberapa pelayan pria kemudian naik ke atas panggung sambil membawa kotak kaca yang berukuran cukup besar, di dalam kotak kaca tersebut terdapat sebuah inti kristal jiwa yang berukuran lumayan besar, semua orang yang sudah penasaran dari awal langsung merasa kagum dan bersemangat untuk mendapatkan inti kristal jiwa tersebut.


"Ini adalah inti kristal jiwa milik monster harimau iblis mata tiga, kalau kalian masih ragu dengan penjelasan yang aku berikan, maka rasakan sendiri auranya" ucap Mei Yin kemudian membuka kotak kaca tersebut.


Aura yang sangat besar langsung memenuhi ruangan lelang, meskipun ukurannya tidak terlalu besar, namun aura yang terkandung dalam inti kristal jiwa tersebut tidak bisa mereka anggap remeh. Pasalnya, hanya dengan satu inti kristal jiwa itu saja, sudah mampu membuat udara di ruangan lelang terasa sedikit sesak.


Karena mengetahui bahwa semua orang sudah tidak sabar untuk bersaing mendapatkan inti kristal jiwa tersebut, Mei Yin langsung meletakkan harga pada inti kristal jiwa tersebut yaitu sebanyak lima ratus koin emas, bisa dikatakan harga tersebut adalah harga yang sangat tinggi, namun bagi mereka yang merupakan keluarga bangsawan, harga tersebut bukanlah apa-apa sama sekali.


"Lima ratus lima puluh koin emas"


"Enam ratus koin emas" ujar tamu khusus nomor tiga.


Harga yang di tawarkan terus meningkat dengan pesat, Lin Feng yang menyaksikan dari ruangan khusus nomor satu hanya bisa tersenyum sinis, Lin Feng benar-benar tidak menyangka bahwa semua orang yang mengikuti acara lelang adalah orang-orang yang benar-benar luar biasa, mereka semua nampak tidak segan mengeluarkan banyak uang demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Pelelangan inti kristal jiwa terus berlanjut, harga yang ditawarkan juga sudah mencapai angka seribu lima ratus koin emas, namun harga tersebut masih terus naik dan nampak masih belum berhenti sedikitpun, hingga pada akhirnya ada seseorang yang memberikan tawaran yang membuat semua orang terdiam.


"Tiga puluh koin platimun" ucap tamu khusus nomor dua.


Tidak ada seorangpun yang berbicara setelah mendengarkan harga yang di tawarkan oleh tamu khusus nomor dua, karena mereka semua mengetahui, bahwa harga yang di tawarkan olehnya adalah harga yang sangat tinggi. Tiga puluh koin platimun adalah jumlah yang sangat besar, jika dijadikan koin emas, maka tiga puluh koin platimun itu berarti tiga ribu koin emas.


"Baiklah, karena tidak ada lagi yang memberikan tawaran maka inti kristal jiwa ini resmi menjadi milik tamu khusus nomor dua" ucap Mei Yin membuyarkan lamunan semua orang.


Meskipun mereka tidak bisa mendapatkan inti kristal jiwa, namun bukan hal itu yang sekarang mereka permasalahkan, yang mereka pikirkan saat ini adalah orang yang berada di dalam ruangan khusus nomor dua tersebut, mereka semua yakin, bahwa orang tersebut bukan berasal dari kota Jiesi.


Setelah acara lelang selesai semua orang langsung membubarkan diri, sementara para pemenang lelang langsung menuju ke ruangan khusus pengambilan dan pembayaran barang lelang yang telah mereka menangkan di acara lelang sebelumnya, setelah selesai membayar dan mengambil barang, mereka semua dipersilahkan untuk meninggalkan lelang dengan jalan khusus, agar nantinya mereka tidak mendapatkan masalah.


Setelah mendapatkan uang hasil pelelangan, Mei Yin langsung bergegas kembali ke ruangan khusus nomor satu untuk menemui Lin Feng dan menyerahkan uangnya, meskipun Mei Yin tidak akan mendapatkan sepeserpun, namun Mei Yin merasa sangat senang, karena sudah berhasil membantu Lin Feng. Selain itu, Mei Yin juga hanya berharap akan bisa menjalin hubungan baik dengan Lin Feng.


"Tuan Feng, maaf membuat anda lama menunggu" ucap Mei Yin.


"Tidak apa-apa, aku juga tidak tergesa-gesa" jawah Lin Feng.


"Tuan Feng, semua uang anda ada di dalam cincin penyimpanan ini" ucap Mei Yin sambil menyerahkan sebuah cincin penyimpanan pada Lin Feng.


Lin Feng kemudian mengambil cincin tersebut dan langsung menyimpannya, setelah itu, Lin Feng mengeluarkan sebauh inti kristal jiwa dari cincin penyimpanannya dan kemudian menyerahkannya kepada Mei Yin.


Mei Yin nampak sangat terkejut dan penasaran melihat hal tersebut. Pasalnya, inti kristal jiwa yang diberikan oleh Lin Feng padanya, bisa dikatakan setara dengan inti kristal jiwa milik monster harimau iblis mata tiga yang telah di lelang.


"Tuan Feng apa ini.."


"Anggap saja itu sebagai hadiah dan ucapan terimakasih dariku" ujar Lin Feng kemudian menghilang.