
Pria tua misterius tersebut kemudian berjalan mendekati Lin Feng yang sedang berkultivasi, setelah berada di dekat Lin Feng, pria tua misterius tersebut kemudian menyentuh dahi Lin Feng menggunakan jari telunjuknya selama beberapa detik, tidak lama kemudian pria misterius tersebut tiba-tiba saja menghilang dari hadapan Lin Feng.
Setelah menghilang dari hadapan Lin Feng, pria tua misterius tersebut kemudian muncul kembali di sebuah taman yang sangat indah, suasana taman tersebut mampu membuat siapa saja yang berada di sana bisa merasakan ketenangan dan juga kenyamanan, di tengah-tengah taman tersebut terdapat sebuah gazebo yang terbuat dari bambu.
"Sepertinya suasana di tempat ini cukup tenang untuk mengobrol" ucap pria tua misterius tersebut.
Pria tua misterius tersebut kemudian berjalan ke arah gazebo yang ada di taman, setelah berada di sana pria tua tersebut kemudian menjentikkan jati tangannya, bersamaan dengan itu, di hadapan pria tua tersebut tiba-tiba saja muncul Lin Feng yang masih dalam keadaan duduk bersila sambil memejamkan matanya.
"Buka matamu" ucap pria tua misterius tersebut.
Lin Feng yang sedang duduk tenang sambil berkultivasi, tiba-tiba saja mendengarkan suara seseorang yang memintanya untuk membuka mata, Lin Feng sempat berpikir bahwa suara tersebut adalah suara pohon kehidupan, namun anehnya suaranya terdengar sangat berbeda, selain itu, suasana yang ia rasakan sekarang juga berbeda dengan suasana sebelumnya.
Akan tetapi, Lin Feng tetap mencoba untuk tenang dan tidak menghiraukan suara yang memintanya untuk membuka mata, karena menurutnya suara tersebut adalah bagian dari ujian dari pohon kehidupan dan bukan tidak mungkin, saat dia membuka matanya nanti, semua usaha keras yang dia lakukan akan menjadi sia-sia.
"Tenang saja, kultivasimu tidak akan terganggu meskipun kau membuka mata, lagipula sekarang kita sudah berada di tempat yang berbeda" ucap pria tua misterius tersebut.
Lin Feng benar-benar bingung mendengar ucapan tersebut, pasalnya, tidak mungkin kultivasi seseorang tidak akan terganggu saat dia membuka matanya, karena untuk berkultivasi, seorang kultivator membutuhkan konsentrasi yang tinggi, serta membutuhkan hati dan pikiran yang sangat tenang, tentunya hal tersebut akan sangat sulit di dapatkan jika dalam keadaan mata terbuka.
Sehebat apapun seorang kultivator, tetap akan sangat sulit baginya untuk mendapatkan ketenangan hati dan pikiran saat dalam keadaan mata terbuka, sedangkan dalam keadaan mata tertutup saja, terkadang masih sangat sulit untuk mendapatkan ketenangan hati dan juga pikiran, maka dari itu, seorang kultivator akan berkultivasi di tempat yang sepi agar tidak ada yang bisa mengganggu konsentrasinya.
Akan tetapi, sekeras apapun Lin Feng mencoba untuk tidak menghiraukan suara tersebut, tetap saja tidak bisa, karena dia benar-benar sangat penasaran siapa yang sedang bicara dengannya, tidak hanya itu saja, suasana yang berbeda dari sebelumnya juga membuat Lin Feng semakin penasaran, hingga akhirnya, Lin Feng memberanikan diri dan membuka matanya.
"Akhirnya kau mau membuka matamu" ucap pria tua misterius tersebut.
Lin Feng benar-benar kaget saat mengetahui ada seorang pria tua di hadapannya, tidak hanya itu saja, bahkan Lin Feng juga sangat kaget ketika mengetahui bahwa dia sudah berada di tempat yang berbeda dari sebelumnya. "Dimana ini? Siapa kau? Kenapa aku bisa ada di sini?..." tanya Lin Feng kebingungan.
"Tenanglah nak, aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu secara bersamaan, tapi aku tetap akan menjawabnya satu-persatu" jawab pria tua tersebut.
"Pertama, kita berada di tempat yang khusus aku ciptakan untuk bisa berbicara denganmu. Kedua, aku hanyalah jiwa yang telah lama menanti kedatangan mu, kau bisa memanggilku dengan sebutan Master pedang suci dan yang ketiga, kau bisa berada di sini, karena aku menarik jiwamu untuk datang ke tempat ini" ucap pria tua tersebut.
"Master pedang suci? Kenapa aku tidak pernah mendengar nama seperti itu sebelumnya?" tanya Lin Feng.
"Lalu, kenapa kau membawa jiwaku ke tempat ini?" tanya Lin Feng curiga.
"Hahahaha! Tidak perlu curiga seperti itu, aku tidak memiliki niat buruk pada dirimu, aku hanya ingin berbicara denganmu" jawab master pedang suci.
"Hanya ingin berbicara? Bukankah itu terdengar sangat mencurigakan? Memangnya apa yang ingin dibicarakan sampai membuat seorang master pedang suci mendatangiku secara langsung?" tanya Lin Feng semakin curiga.
Master pedang suci hanya menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Lin Feng tersebut, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng adalah seorang pemuda yang sangat waspada, padahal dia sudah mengatakan tidak memiliki niat yang buruk, tapi sikap Lin Feng tetap menunjukkan kewaspadaan terhadap dirinya.
Karena tidak ingin Lin Feng terus-terusan curiga terhadap dirinya, master pedang suci kemudian menjelaskan kepada Lin Feng tentang maksud kedatangannya, master pedang suci mengatakan bahwa dia akan mewariskan semua pengetahuannya mengenai pedang kepada Lin Feng, master pedang suci juga berharap, pengetahuannya itu bisa membantu Lin Feng untuk kedepannya nanti.
"Kenapa harus mewariskannya kepadaku? Apakah tidak ada orang lain yang lebih pantas?" tanya Lin Feng.
"Tidak ada yang lebih pantas mewarisi semua pengetahuan pedang yang aku dapatkan selain dirimu, karena yang mampu melewati ujian dari pohon kehidupan hanya kau seorang" jawab master pedang.
"Lalu kenapa kau bisa berada di sini?" tanya Lin Feng.
"Pertama, karena aku sekarang hanyalah serpihan jiwa yang akan menghilang tidak lama lagi, yang kedua, karena sejak jiwaku datang ke tempat ini, aku memang sudah bisa memasuki jurang kematian dan bertemu dengan pohon kehidupan, tapi semua itu tidak ada gunanya bagiku, karena aku telah lama mati" jawab master pedang suci.
"Sepertinya dia bukanlah kultivator biasa" batin Lin Feng.
"Jadi, apa kau bersedia mewarisi pengetahuan pedang yang aku dapatkan?" tanya master pedang suci.
"Baiklah, aku akan menerimanya" jawab Lin Feng.
Master pedang suci tersenyum puas mendengar jawaban Lin Feng, dia kemduian mendekati Lin Feng dan menyentuh dahi Lin Feng dengan jari telunjuknya sekali lagi. Setelah itu, master pedang suci meminta Lin Feng untuk menutup matanya dan berkonsentrasi, master pedang suci juga mengatakan agar Lin Feng menahan sedikit rasa sakit di kepalanya nanti.
Setelah Lin Feng menutup matanya, master pedang suci juga langsung menutup matanya, cahaya berwarna biru nampak berjalan melewati tangan master pedang suci dan masuk kedalam kepala Lin Feng, bersamaan dengan masuknya cahaya berwarna biru tersebut, seluruh pengetahuan mengenai pedang juga langsung muncul di otak Lin Feng.
"Arkhhh!..." Lin Feng berteriak dengan keras saat merasakan sakit yang sangat luar biasa di kepalanya, dengan semua pengetahuan yang masuk ke dalam pikirannya, membuat kepala Lin Feng terasa seperti ingin pecah.