Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-402. Pengkhianatan Yama


Dengan sedikit keraguan dalam hatinya, Lin Feng berjalan mendekati pria tua tersebut, namun langkahnya tiba-tiba saja dicegah oleh Huise yang baru saja sampai ditempat tersebut, Huise bahkan berniat untuk menyerang dewa kehidupan, namun ia juga dicegah oleh Lin Feng dan malah mengajak Huise untuk menghampiri dewa kehidupan.


Dewa kehidupan kemudian menuangkan teh kedalam dua cangkir kosong didepannya, lalu memberikannya pada Lin Feng dan Huise. "Minumlah, agar pikiran kalian bisa tenang" ucap dewa kehidupan.


"Terimakasih" jawab Lin Feng, kemudian meminum teh tersebut, begitu juga dengan Huise. Dan benar saja, ketika mereka meminum teh tersebut, pikiran mereka berdua memang langsung tenang dibuatnya, bahkan beban pikiran mereka langsung menghilang begitu saja.


"Bagaimana? Apa kalian sudah merasakan khasiatnya?" tanya dewa kehidupan.


"Kau benar, pikiranku langsung tenang setelah meminum teh ini" jawab Lin Feng.


"Kalau begitu, aku akan menceritakan sesuatu kepada kalian berdua" ucap dewa kehidupan.


Dewa kehidupan kemudian menceritakan tentang peperangan yang terjadi ribuan tahun yang lalu, peperangan yang terjadi antara para dewa dan Yama, yang saat itu adalah dewa kematian.


(Flashback On)


Ribuan tahun yang lalu, kehidupan di alam semesta masih baik-baik saja, semuanya berjalan dengan tenang dan sangat aman dibawah kepimpinan Dewi Nuwa, sang Dewi pemberi kehidupan dan penguasa para dewa. Pada saat itu, seluruh dewa juga masih hidup dengan tenang dan melakukan tugas mereka masing-masing yang telah diberikan oleh Dewi Nuwa kepada mereka semua.


Namun ketenangan tersebut tiba-tiba saja hancur ketika Yama sang dewa kematian dan penguasa neraka, memutuskan untuk berkhianat dan bertujuan untuk memusnahkan semua dewa. Padahal saat itu, Yama adalah satu-satunya kandidat yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai pemimpin atau raja para dewa, karena selain kekuatannya yang sangat luar biasa, Yama juga adalah dewa yang paling dipercayai oleh Dewi Nuwa.


Kekacauan bermula ketika Dewi Nuwa mengumpulkan para dewa untuk membahas kandidat yang paling cocok untuk menjadi raja para dewa, pada awalnya semua berjalan sangat lancar, bahkan para dewa sudah sangat yakin jika Yama adalah dewa yang akan terpilih, karena memang Yama adalah dewa yang paling kuat dibandingkan mereka semua, namun Dewi Nuwa menolak untuk menjadikan Yama sebagai raja dengan alasan Yama masih belum siap, padahal tujuan sebenarnya Dewi Nuwa adalah untuk menguji kesabaran dan tekad Yama.


Namun keputusan Dewi Nuwa justru membuat Yama sangat marah dan merasa malu, padahal ia sudah benar-benar siap untuk diangkat sebagai raja, ia bahkan telah menyiapkan pesta kecil untuk merayakan keberhasilannya menjadi raja para dewa. Pada saat itu juga, Yama langsung menyerang Dewi Nuwa tanpa mengatakan sepatah katapun, namun para dewa lain berhasil menahan serangannya.


"Yama, apa yang kau lakukan?!" ucap salah seorang dewa marah.


"Hahahaha! Jika aku tidak bisa menjadi raja dengan cara seperti ini, maka aku akan menjadi raja dengan caraku sendiri!" jawab Yama, kemudian menyerang para dewa yang ada di sana.


Pertarungan pun tidak bisa terhindarkan, Yama dan para dewa bertarung dengan mengeluarkan segenap kekuatan mereka masing-masing, pertarungan tersebut juga berlangsung cukup lama dan Yama benar-benar tidak terkalahkan, bahkan seluruh dewa sangat kewalahan menghadapi Yama yang memiliki kekuatan besar. Beruntung Dewi Nuwa berhasil menghentikan pertarungan tersebut dan membuang Yama ke dunia kegelapan.


Waktu bergulir dengan sangat cepat, ratusan tahun telah berlalu sejak Yama dibuang ke dunia kegelapan, kekuatan Yama juga semakin bertambah besar selama berada di dunia kegelapan, bahkan kekuatannya sudah berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan dengan kekuatannya ketika berada di dunia dewa. Tidak hanya itu saja, Yama bahkan telah berhasil mengumpulkan jutaan pasukan iblis untuk menyerang dunia dewa.


Setelah merasa cukup, Yama yang selalu diam selama ratusan tahun akhirnya memulai kekacauan dan tujuan pertamanya adalah dunia manusia. Dengan kekuatan dan pasukan yang sangat banyak, Yama benar-benar berhasil meneror bangsa manusia, ia juga berhasil menciptakan kehancuran dimana-mana, bahkan tidak sedikit manusia yang menjadi korban keganasan Yama dan bangsa iblis, sehingga membuat bangsa masunia larut dalam rasa takut yang sangat besar.


Para dewa tentu tidak tinggal diam saja ketika Yama menciptakan kekacauan di dunia manusia, setelah meminta izin kepada Dewi Nuwa, para dewa kemudian datang ke alam manusia untuk memerangi bangsa iblis. Peperangan antara bangsa dewa dan bangsa iblis berhasil menggemparkan seluruh alam semesta, peperangan tersebut juga menyebabkan kehancuran yang jauh lebih besar lagi, meski begitu, para dewa masih belum berhasil mengalahkan Yama dan pasukannya.


Karena takut efek peperangan mereka semakin membesar, para dewa kemudian menggabungkan kekuatannya untuk menyegel Yama dan pasukan iblis, tapi siapa sangka kekuatan mereka tidaklah cukup, bahkan segel yang mereka ciptakan berhasil dihancurkan oleh Yama dengan sangat mudah, tidak hanya itu saja, Yama bahkan berhasil menyerap kekuatan para dewa yang awalnya ingin mereka gunakan untuk menyegel Yama, karena itulah, para dewa kehilangan kekuatannya dan berubah menjadi jiwa tanpa raga.


Dewi Nuwa yang semula hanya menyaksikan dari alam dewa, akhirnya ikut datang ke dunia manusia untuk menghentikan Yama, lalu dengan menggunakan kekuatannya, Dewi Nuwa akhirnya berhasil menyegel Yama dan bangsa iblis, ia juga berhasil memperbaiki kehancuran yang disebakan oleh Yama, serta kehancuran yang disebabkan peperangan antara para dewa dan Yama. Tapi kehancuran yang terjadi benar-benar sangat besar, sehingga Dewi Nuwa harus mengorbankan dirinya untuk memperbaiki semua kehancuran tersebut.


(Flashback End)


"Jadi, apa kau mengerti kenapa aku menceritakan hal ini kepadamu?" tanya dewa kehidupan, setelah ia menyelesaikan ceritanya.


"Dari cerita yang kau sampaikan, sekarang aku bisa mengerti betapa kuatnya Yama, bahkan Dewi Nuwa sampai mengorbankan dirinya sendiri hanya untuk memperbaiki kekacauan yang diciptakan Yama, yang artinya, kekuatanku yang sekarang tidak ada apa-apanya dibandingkan Yama" jawab Lin Feng.


"Kau benar, tapi janganlah memandang rendah dirimu sendiri, kau adalah satu-satunya harapan yang mulia Dewi Nuwa. Dan yang paling penting, kau adalah pemuda yang sangat hebat dan berpotensi untuk menjadi penguasa alam semesta" ucap dewa kehidupan.


"Hahahaha! Pak tua, kau benar-benar pandai menyenangkan hati seseorang, tapi maaf, aku sama sekali tidak tertarik untuk menjadi penguasa alam semesta, karena yang ku inginkan hanyalah kebebasan. Untuk apa memiliki kekuasaan, kekuatan, harta dan segalanya, jika semuanya malah membelenggu diri sendiri dan menjadi beban pikiran, bukankah akan lebih baik jika hidup tenang dan bebas tanpa ada yang mengatur?" kata Lin Feng.


"Perkataan mu memang benar, tapi kekuasaan juga dibutuhkan, karena dengan begitu kau bisa melindungi orang-orang yang kau sayangi" jawab dewa kehidupan.


"Kau salah pak tua, justru terkadang kekuasaan lah yang bisa membuat orang-orang yang kau sayangi celaka, karena kebanyakan manusia akan lupa dengan segalanya ketika mereka memiliki kekuatan dan mereka hanya akan memikirkan cara untuk memperluas kekuasaannya" ucap Lin Feng.


"Satu lagi, kekuasaan sama sekali tidak dibutuhkan untuk melindungi orang-orang yang kau sayangi, karena yang terpenting adalah kemauan, jika ada kemauan untuk melindungi orang-orang yang disayangi maka pasti kau akan melindungi mereka, tidak peduli apakah kau punya kekuasaan atau tidak" lanjutnya.