
Sementara itu di tempat pembuatan senjata milik tuan Hao, para pekerja nampak sedang berusaha untuk mengupas kulit dahan pohon roh yang diberikan oleh Lin Feng, berbagai macam usaha telah mereka lakukan, namun tidak menghasilkan apa-apa sama sekali.
Para pekerja bahkan telah menggunakan berbagai macam senjata yang diberikan oleh tuan Hao, namun hasilnya tetap sama saja, jangankan untuk mengupas kulit dahan pohon tersebut, bahkan untuk menggoresnya saja mereka tidak bisa, bahkan semua senjata spiritual yang mereka gunakan malah hancur.
"Tuan Hao, bagaimana ini?, kita sudah melakukan berbagai macam cara, tapi tidak membuahkan hasil sama sekali, kalau begini terus, kita bisa rugi" ucap salah seorang pekerja.
"Benar sekali tuan, kita sudah menghancurkan banyak senjata spiritual hanya untuk mengupas kulit dahan pohon ini" ujar yang lainnya membenarkan.
"Aku mengerti apa yang kalian pikirkan, masalah kerugian aku bisa mengatasinya, yang penting kita harus menyelesaikan pedang pesanan tuan Feng" jawab tuan Hao.
"Tapi bagaimana caranya tuan?, kami benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi" ucap seorang pekerja.
Tuan Hao terdiam sejenak sambil memikirkan cara untuk mengupas kulit dahan pohon tersebut, meskipun semua senjata spiritual yang dia miliki telah digunakan dan semuanya hancur, namun masih asa satu senjata terakhir yang dia miliki, hanya saja tuan Hao nampak merasa ragu untuk menggunakan senjata tersebut.
"Apa aku harus menggunakan senjata itu" batin tuan Hao.
"Untuk sekarang kalian kembali saja, aku akan memikirkan cara untuk mengupas kulit dahan pohon ini" ucap tuan Hao.
"Tapi tuan.."
"Sudahlah, kalian pulang dan beristirahat saja, lagipula, kalian pasti lelah karena telah bekerja seharian ini" ujar tuan Hao.
Para pekerja tentunya nampak heran dengan sikap tuan Hao, biasanya mereka selalu bekerja sampai malam meskipun sedang tidak banyak pesanan, namun entah kenapa, hari ini tuan Hao tiba-tiba saja meminta mereka semua untuk pulang lebih cepat, meskipun begitu, mereka semua tetap merasa senang karena bisa beristirahat lebih cepat.
Selain itu, mereka semua memang sangat merasa lelah, padahal mereka semua hanya berusaha mengupas kulit dahan pohon dan bukannya membuat pedang, jika mereka pikirkan lagi, apa yang mereka lakukan hari ini sangatlah mustahil dan tidak masuk akal. Sebab, selama ini mereka belum pernah menemukan kayu yang sangat keras, bahkan senjata spiritual saja tidak bisa menggoresnya.
Setelah semua pekerja meninggalkan ruangan khusus pembuatan senjata, tuan Hao kemudian mencoba memeriksa dahan pohon yang ada di hadapannya tersebut, sebelumnya, tuan Hao juga sudah memeriksanya beberapa kali, namun tidak menemukan apa-apa.
Namun kali ini, tuan Hao mencoba untuk memeriksakan dahan pohon tersebut dengan menggunakan kekuatannya, sebagai seorang kultivator, tentunya tuan Hao juga memiliki kekuatan yang besar, bahkan tingkat kultivasinya juga sudah lumayan tinggi, yaitu berada di ramah Earth Spiritual.
Tuan Hao kemudian menyentuh dahan pohon tersebut dengan telapak tangannya dan benar saja, baru beberapa saat menyentuh dahan pohon tersebut, tuan Hao sudah bisa merasakan energi kehidupan yang sangat besar di dalam dahan pohon tersebut.
"Ternyata ini memang bukan dahan pohon biasa, kalau begitu akan aku gunakan senjata itu" gumam tuan Hao.
Sebelum mengeluarkan senjata yang dimaksud, tuan Hao terlebih dahulu mengunci pintu masuk ke ruang bawah tanah, agar tidak ada seorangpun yang bisa mengganggunya. Selain itu, tuan Hao juga tidak ingin ada orang lain yang mengetahui tentang senjatanya.
Setelah itu, tuan Hao langsung melukai ujung telunjuknya dan meneteskan darahnya kepada senjata kapak yang sedang melayang di hadapannya tersebut, senjata kapak itu bergetar dan memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan, lalu di hadapan tuan Hao, tiba-tiba muncul sosok besar yang menyerupai naga, namun bentuk tubuhnya juga menyerupai manusia.
"Tuan, apakah ada sesuatu yang penting sehingga tuan memanggilku?" tanya sosok tersebut.
"Sebenarnya tidak ada sesuatu yang penting, aku hanya ingin meminta bantuan mu untuk memeriksa dahan pohon ini" jawab tuan Hao sambil menunjuk ke arah dahan pohon yang ada di hadapannya.
Sosok tersebut kemudian mengalihkan pandangannya ke arah dahan pohon yang ditunjuk oleh tuan Hao, sosok tersebut nampak melebarkan kedua matanya saat melihat dahan pohon yang ada di hadapannya, meskipun belum memeriksanya, tapi sosok tersebut nampak sudah mengetahui darimana dahan pohon tersebut berasal.
"Tuan, kenapa dahan pohon ini ada di sini, darimana tuan mendapatkannya?" tanya sosok tersebut.
"Tadi pagi, ada seorang pemuda yang datang menemui ku, pemuda tersebut memintaku untuk membutakan pedang dengan menggunakan dahan pohon ini" jawab tuan Hao.
"Tuan, ini bukanlah dahan pohon biasa, untuk menggores dahan pohon ini saja setidaknya harus menggunakan senjata spiritual yang benar-benar sangat kuat" ucap sosok tersebut.
"Apa kau mengetahui darimana asal dahan pohon ini?" tanya tuan Hao.
"Tentu saja aku mengetahuinya tuan, hanya saja, aku tidak bisa mengatakannya kepada tuan, karena sosok yang menjaga pohon itu jauh lebih kuat dariku" ucap sosok tersebut.
Tuan Hao nampak sangat kaget mendengar perkataan sosok penjaga senjata kapak miliknya tersebut, pasalnya, tuan Hao sangat mengerti dan sangat mengetahui seberapa besar kekuatan penjaga senjatanya tersebut, selain itu, senjata kapak milik tuan Hao adalah salah satu dari senjata spesial seperti pedang emas milik Lin Feng.
"Aku sama sekali tidak mengerti dengan maksudmu, bukankah kekuatanmu sangat besar, aku bahkan tidak yakin bahwa ada yang bisa menghadapi dirimu" ucap tuan Hao.
"Tidak tuan, kekuatanku memang sangat besar, namun jika dibandingkan dengan penjaga pohon ini, kekuatanku masih bukan apa-apa, karena penjaga pohon tersebut adalah salah satu penguasa para Beast Spirit" jawab sosok tersebut.
"Baiklah, kalau memang begitu aku tidak akan menanyakan tentang pohon ini lebih jauh lagi, sekarang, bisakah kau membantuku untuk membuat pedang dari dahan pohon ini?" tanya tuan Hao.
"Tentu saja tuan, aku pasti akan membantumu" jawab sosok tersebut.
Setelah itu, tuan Hao langsung meraih senjata kapak yang sedang melayang di hadapannya, dengan dibantu oleh sosok penjaga senjata spesial miliknya, tuan Hao mulai mengerjakan dan membuat pedang yang sesuai dengan keinginan Lin Feng.
Dengan menggunakan senjata spesial, tentunya, mengupas dahan pohon yang diberikan oleh Lin Feng bukanlah perkara yang sulit lagi, bahkan hanya dalam waktu beberapa menit saja, tuan Hao telah berhasil mengupas dahan pohon tersebut.