
Malam harinya di istana kekaisaran. Sesosok bayangan hitam nampak sedang melesat dengan kecepatan tinggi melewati para prajurit yang sedang berjaga, tidak ada seorangpun dari para prajurit itu yang menyadari kehadiran sosok bayangan tersebut, karena sosok bayangan hitam tersebut bergerak dengan cara berpindah dari satu bayangan ke bayangan yang lainnya.
Gelapnya malam yang hanya diterangi oleh cahaya rembulan, tentunya semakin mempermudah sosok bayangan hitam tersebut untuk menyelinap masuk ke dalam istana kekaisaran, bahkan jika bayangan hitam tersebut ingin membunuh para prajurit, maka dia bisa melakukannya dengan mudah dan tanpa disadari, tapi tujuan utamanya datang ke istana kekaisaran bukanlah untuk menghabisi para prajurit kekaisaran.
Setelah melewati puluhan prajurit yang berjaga, bayangan hitam tersebut akhirnya sampai di sebuah kamar yang sangat besar dan sangat megah. Didalam kamar tersebut terdapat satu orang yang sedang tidur, pria itu tidak lain adalah sang kaisar sendiri, yaitu Yuan Haocun.
Sosok bayangan hitam tersebut kemudian mengeluarkan pedang dewa naga, lalu berjalan mendekati Yuan Haocun dengan perlahan-lahan, langkah kakinya benar-benar sangat tenang dan senyap, sehingga tidak menimbulkan suara sedikitpun, layaknya seorang pembunuh bayaran atau Assassin yang sangat hebat dan benar-benar sudah sangat ahli dalam bidangnya.
Setelah sampai di samping tempat tidur Yuan Haocun, sosok bayangan hitam tersebut kemudian mengangkat pedang dewa naga dengan kedua tangannya, seperti seorang algojo yang siap memenggal kepala seseorang. Tidak lama kemudian, sosok bayangan hitam tersebut langsung menurunkan tangannya dengan sangat cepat untuk memenggal kepala Yuan Haocun.
Namun sayangnya, Yuan Haocun berhasil menyadari bahaya yang mengancam dirinya, lalu segera menghindar dengan berguling ke samping kanan, sehingga pedang yang akan memenggal kepalanya tersebut, hanya mengenai batalnya saja.
"Siapa kau?!" tanya Yuan Haocun sinis. Keringat dingin mengalir deras di dahinya, bersamaan dengan jantungnya yang berdetak dengan kencang.
Sosok bayangan hitam tersebut tidak menghiraukan pertanyaan Yuan Haocun, ia kemudian melompat ke arah Yuan Haocun sambil menebaskan pedangnya, tapi serangan yang lumayan cepat itu masih bisa dihindari oleh Yuan Haocun, meski bahu kanannya harus terkena tebasan pedang sosok bayangan hitam tersebut.
"Pe-pedang itu..." Yuan Haocun tersentak kaget ketika melihat pedang yang dipegang oleh bayangan hitam tersebut, meski kamarnya cukup gelap dan hanya ada cahaya rembulan yang menerobos masuk melalui jendela kamarnya, tapi Yuan Haocun bisa melihat dengan jelas bentuk pedang tersebut, yang tidak lain adalah pedang dewa naga.
"Ka-kau! Apa kau Yuan Long?" Yaun Haocun tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, bahkan tubuhnya bergetar ketika menyebutkan nama Yuan Long.
Sosok bayangan hitam masih tidak berbicara sedikitpun, ia justru langsung menghilang dari kamar tersebut, setelah Yuan Haocun menyebutkan nama Yuan Long.
***
Di dalam kamar salah satu penginapan yang tidak terlalu mewah, Lin Feng tiba-tiba saja tertawa lantang setelah menyadari apa yang terjadi pada Yuan Haocun, meski tidak berada ditempat kejadian, tapi Lin Feng bisa melihat dengan jelas apa yang telah terjadi melalui tiruan dirinya. Lin Feng bahkan tidak bisa menghentikan tawanya ketika mengingat ekspresi takut diwajah Yuan Haocun.
"Jika didengar dari tawa bahagia tuan, sepertinya rencana tuan untuk memberikan kejutan berjalan dengan sangat lancar" ucap Huise.
"Hahahaha! Kau benar sekali Huise, andai saja kau bisa melihat betapa lucunya raut wajah ketakutan yang ditunjukkan oleh pamanku, pastinya kau juga tidak akan bisa berhenti untuk tertawa" Lin Feng benar-benar sangat senang dan bahagia karena rencananya berjalan dengan baik.
"Lalu apa rencana selanjutnya tuan?" tanya Huise.
Lin Feng kemudian menghentikan tawanya, raut wajahnya seketika langsung serius, lalu menjawab pertanyaan Huise. "Rencana selanjutnya adalah, membuat semua orang berpikir bahwa sang jendral naga telah kembali untuk membalaskan dendam nya!"
"Baiklah tuan, tapi kapan kita akan mencari klan darah iblis?" tanya Huise.
"Setelah semua orang mengetahui tentang kembalinya jendral naga, maka kita akan langsung mencari klan darah iblis" jawab Lin Feng.
Beberapa saat kemudian, tiruan Lin Feng akhirnya muncul di hadapan mereka berdua, lalu menyerahkan pedang dewa naga kepada Lin Feng.
"Kau benar-benar melakukannya dengan baik, sekarang kau bisa kembali!" Lin Feng kemudian menyimpan pedang dewa naga ke dalam cincin penyimpanannya, sementara tiruan dirinya langsung menghilang dan masuk kedalam tubuhnya.
***
Sementara itu di istana kekaisaran. Setelah tiruan Lin Feng menghilang, Yuan Haocun langsung memanggil seluruh penjaga serta para jendral istana, ia benar-benar sangat marah kepada merek semua, karena tidak ada seorangpun dari mereka yang mengetahui kedatangan tiruan Lin Feng, yang menurutnya adalah Yuan Long.
"Apa saja yang kalian lakukan?! Kenapa tidak ada seorangpun dari kalian yang menyadari kedatangannya?!" Yuan Haocun bertanya penuh kemarahan, tubuhnya gemetar karena menahan amarah dan rasa takut yang luar biasa.
"Bagaimanapun caranya, kalian semua harus menemukan dia sekarang juga!" ujar Yuan Haocun, lalu kembali ke kamarnya bersama jendral utama kekaisaran.
"Baik yang mulia!"
Setelah itu, seluruh pasukan kekaisaran langsung bergerak dan mencari keberadaan Yuan Long di seluruh penjuru kota, mereka semua memeriksa setiap penginapan, restoran bahkan rumah para penduduk juga tidak lepas dari pemeriksaan, lalu para prajurit juga tidak segan-segan untuk menangkap siapa saja yang mencurigakan dan memenjarakan mereka.
Para prajurit kekaisaran juga memeriksa penginapan tempat Lin Feng berada, tapi mereka tidak berhasil menemukannya di sana, karena Lin Feng dan Huise telah pergi meninggalkan penginapan tersebut tepat sebelum para prajurit kekaisaran datang ke sana.
"Sekarang seluruh kota akan mengetahui tentang kembalinya Yuan Long, hanya tinggal menunggu waktu saja sampai mereka semua melihat buktinya" ucap Lin Feng.
"Apakah tuan telah merencanakan kehancuran kekaisaran Yuan?" tanya Huise.
"Benar sekali, aku tidak akan pernah melepaskan mereka semua, tapi aku tidak akan melakukannya sekarang, karena menemukan klan darah iblis masih jauh lebih penting" jawab Huise.
"Baiklah tuan, kapanpun tuan akan melakukannya, aku pasti akan selalu berada disamping tuan" ucap Huise.
"Terimakasih, Huise!" ujar Lin Feng, kemudian pergi meninggalkan ibukota kekaisaran.
***
Keesokan harinya, Lin Feng dan Huise langsung memulai perjalanan mereka untuk mencari klan darah iblis, mereka berdua memutuskan untuk mencari disekitar wilayah ibukota kekaisaran, tepatnya di sebuah hutan besar yang letaknya tidak terlalu jauh dari ibukota kekaisaran, karena klan darah iblis awalnya adalah sebuah klan yang masih berada di wilayah ibukota kekaisaran.
"Tuan, apa tuan merasakannya?" setelah mereka berada di kedalaman hutan, Huise langsung bisa merasakan energi kegelapan yang tidak terlalu besar.
"Tentu saja, tapi energi kegelapan ini bukan berasal dari iblis" jawab Lin Feng.