
Waktu terus bergulir dengan cepat, begitu juga dengan pertarungan Lin Feng dan para Beast yang masih sangat jauh dari kata akan selesai, karena jumlah Beast yang berkumpul dipuncak gunung Heishan benar-benar sangat banyak, meski begitu, semangat bertarung Lin Feng masih belum menurun sedikitpun, justru semangatnya semakin membara setiap kali ia berhasil membunuh para Beast yang ada di sana.
Para Beast yang jaraknya cukup jauh dari Lin Feng, kemudian mengumpulkan kekuatan mereka dalam berbagai macam bentuk, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, ada yang berbentuk bola energi, tombak yang tercipta dari bongkahan es dan ada juga yang berbentuk bola api dan lain sebagainya. Setelah kekuatan mereka terkumpul, mereka semua langsung menyerang Lin Feng dari kejauhan.
Berbagai macam kekuatan tersebut melesat dengan cepat ke arah Lin Feng, seperti anak panah yang dilepaskan dari busurnya, meski begitu, Lin Feng masih tetap melanjutkan serangannya dan tidak menghiraukan serangan para Beast yang datang ke arahnya, karena semua serangan tersebut masih bisa dihindari olehnya dengan sangat mudah.
Dhuaar!
Dhuaar!
Ledakan ledakan besar terus terjadi ketika serangan para Beast menghantam dataran puncak gunung Heishan, namun tidak satupun dari serangan tersebut yang berhasil mengenainya, justru serangan para Beast tersebut malah mengenai Beast lain yang ada di dekat Lin Feng dan membuat mereka terluka, bahkan tidak sedikit Beast yang mati karena serangan tersebut.
"Serangan kalian benar-benar mengurangi pekerjaanku, bahkan kalian sudah membantu ku mengurangi jumlah kalian tanpa harus aku tebas satu-persatu!" ucap Lin Feng sambil terus melakukan serangan.
"Tujuh tebasan kematian!" ucap Lin Feng, lalu menebaskan kedua pedangnya sebanyak tujuh kali.
Empat belas energi pedang berbentuk bukan sabit yang lumayan besar melesat dengan sangat cepat ke arah para Beast, ke-empat belas energi pedang tersebut memotong setiap tubuh Beast Monster ataupun Beast Spirit yang dilaluinya. Dalam sekejap, puluhan Beast kembali mati dengan tubuh yang telah terpotong-potong oleh serangan Lin Feng.
Setelah menggunakan jurus tujuh tebasan kematian, Lin Feng kemudian menciptakan segel dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya masih sibuk menebas para Beast yang ada di dekatnya, ataupun para Beast yang datang menyerangnya. Tidak lama kemudian, lingkaran sihir berwarna hitam muncul di atas Lin Feng, lalu dari lingkaran sihir tersebut keluar ratusan pedang energi berwarna hitam.
Kemunculan ratusan pedang tersebut juga membuat seluruh gunung diterpa oleh aura kematian yang lumayan besar dan mengerikan, bahkan pria yang merupakan penguasa gunung Heishan juga bisa merasakan kengerian dari aura kematian tersebut, tapi aura kematian yang berasal dari ratusan pedang itu tidak memberikan pengaruh apapun pada dirinya, karena kekuatannya masih jauh lebih kuat, sehingga ia hanya bisa merasakan kengeriannya saja.
Setelah itu, Lin Feng langsung mengangkat tangannya ke udara selama beberapa saat, kemudian menurunkan lagi tangannya dan mengarahkannya pada para Beast. Bersamaan dengan itu, ratusan pedang energi berwarna hitam yang keluar dari lingkaran sihir sebelumnya, langsung bergerak dan melesat ke arah para Beast di bawahnya, yang membuat suasana tersebut seperti sedang terjadi hujan pedang.
Para Beast yang ada di sana tentunya tidak mau berdiam diri dan hanya menunggu ratusan pedang tersebut merenggut nyawa mereka begitu saja, mereka kemudian menyerang ratusan pedang tersebut dengan cara menembakkan energi spiritualnya masing-masing, yang berbentuk bola energi ke arah ratusan pedang yang sedang menghujani puncak gunung Heishan.
Dhuaar!
Dhuaar!
Dhuaar!
Ledakan ledakan besar terjadi di udara ketika serangan para Beast mengenai ratusan pedang tersebut, namun sayangnya, serangan mereka semua masih belum berhasil menghancurkan semua pedang tersebut, karena masih ada begitu banyak pedang yang terus melesat ke arah mereka semua.
Sekilas, ratusan pedang energi tersebut memang terlihat seperti pedang yang diciptakan dari energi biasa, tapi ratusan pedang yang diciptakan oleh Lin Feng sangat berbeda, karena kekuatan setiap pedangnya benar-benar sangat luar biasa, maka dari itu, serangan biasa tidak akan bisa menghancurkan pedang energi ciptaannya dengan mudah.
Pada akhirnya, ratusan Beast Monster maupun Beast Spirit kembali berjatuhan dan mati saat itu juga, dengan pedang energi yang tertancap di tubuh ataupun kepala mereka. Dan lagi-lagi, Lin Feng berhasil membunuh begitu banyak Beast dengan sangat mudah, bahkan Lin Feng masih terlihat baik-baik saja, padahal dia sudah menggunakan banyak energi spiritual untuk membunuh para Beast tersebut.
"Bocah ini benar-benar sangat luar biasa, selain memiliki kecepatan yang tinggi, ia juga memiliki kekuatan yang lumayan. Sepertinya aku memang harus menjadikannya sebagai bawahan ku" ucap pria tersebut, lalu menunjukkan senyuman yang mengerikan.
Di sisi lain.
Huise yang hanya bisa menyaksikan pertarungan Lin Feng dari kejauhan nampak sangat geram, ia benar-benar sangat ingin membantu Lin Feng dan bertarung bersamanya, namun karena telah dilarang oleh Lin Feng, Huise hanya bisa pasrah dan menahan hasrat bertarungnya, sampai Lin Feng memberikannya izin untuk bertarung.
"Tuan Huise, sepertinya kau terlihat sangat kesal, apakah ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Yin Ouyang.
"Aku baik-baik saja!" jawab Huise, yang masih menyaksikan pertarungan Lin Feng.
"Apa kau yakin?" tanya Yin Ouyang yang sepertinya mengetahui keinginan Huise.
Huise kemudian menghela nafas panjang, lalu mengalihkan pandangannya pada Yin Ouyang. "Sebenarnya aku ingin bertarung bersama tuan, tapi sayangnya tuan malah melarang ku untuk ikut bertarung" jawab Huise.
"Ternyata begitu, sudah aku duga!" ucap Yin Ouyang pelan, namun suaranya masih terdengar oleh Huise.
"Apa maksudmu?!" tanya Huise sedikit kesal pada Yin Ouyang.
"Begini saja tuan, jika tuan Huise ingin bertarung bersama yang mulia, sebaiknya tuan mengajukan permintaan yang tidak mungkin bisa ditolak oleh yang mulia" jawab Yin Ouyang.
Huise terdiam selama beberapa saat sambil memikirkan perkataan Yin Ouyang. "Permintaan yang tidak bisa ditolak? Benar juga! Sekarang aku tahu harus berbuat apa" ujar Huise, kemudian menghubungi Lin Feng melalui telepati.
"Tuan, sepertinya pria sialan itu sedang meremehkan tuan" ucap Huise.
"Lalu?" tanya Lin Feng.
"Begini saja tuan, izinkan aku menghadapi hewan-hewan ternak ini, agar tuan bisa menghadapi pemimpin mereka secara langsung" jawab Huise.
"Apa yang memberikan ide ini adalah Yin Ouyang?" tanya Lin Feng.
"Be-benar tuan" jawab Huise sedikit gugup.
"Sebenarnya aku juga sudah memikirkan hal ini sejak tadi, tapi aku tetap memilih untuk bertarung sendiri karena aku ingin melakukan pemanasan terlebih dulu, agar saat berhadapan dengan pria itu nanti, tubuhku tidak terasa kaku" ucap Lin Feng.