Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-232. Bandit naga badai


Sebelum melanjutkan perjalanannya untuk pergi ke negeri awan, Lin Feng memilih untuk berburu terlebih dahulu agar bisa mengisi kembali perutnya yang sudah mulai kosong, meskipun Lin Feng sekarang adalah kultivator yang sangat kuat, tapi tetap saja, Lin Feng tidak bisa mengabaikan perutnya yang keroncongan.


Setelah beberapa jam berburu hewan liar, akhirnya Lin Feng berhasil mendapatkan satu ekor kelinci yang cukup besar, tanpa pikir panjang, Lin Feng langsung menyembelih kelinci tersebut dan kemudian membersihkannya. Setelah itu, Lin Feng menyiapkan api untuk membakar kelinci tersebut.


Saat sedang membakar daging kelinci tersebut, Lin Feng tiba teringat dengan ibunya. "Aku benar-benar merindukan masakan ibu, tapi aku masih belum bisa pulang sebelum benar-benar menjadi kuat" gumam Lin Feng.


"Tuan..." Sapa Huise dari dalam ruang jiwa Lin Feng.


"Ada apa Huise?" tanya Lin Feng.


"Ada satu hal yang harus aku sampaikan kepada tuan mengenai negeri awan" jawab Huise.


"Apa itu?" tanya Lin Feng penasaran.


"Negeri awan adalah daratan yang sangat misterius, karena tidak ada satupun yang mengetahui bagaimana daratan itu bisa mengambang di atas awan, negeri awan juga merupakan tempat tinggal dari orang-orang yang sangat kuat, tapi ada satu hal yang sangat penting untuk tuan ketahui" jawab Huise.


"Satu hal? memangnya satu hal itu sangat berbahaya?" tanya Lin Feng.


"Sebenarnya tidak berbahaya tuan, tapi saat tuan masuk ke negeri awan, sama saja seperti tuan masuk ke dimensi lain, waktu yang ada di sana juga berjalan jauh lebih cepat dibandingkan dengan waktu yang ada di benua biru, ataupun dunia ini" jawab Huise.


"Tenanglah Huise, secepat apapun waktu yang ada di sana berlalu, aku sama sekali tidak mempermasalahkannya, yang jelas aku akan tetap ke sana untuk meningkatkan kekuatanku" ucap Lin Feng.


"Baiklah tuan" ujar Huise.


Setelah itu, Lin Feng meminta Huise untuk menceritakan semua informasi yang ia ketahui mengenai negeri awan, namun Huise tidak terlalu mengetahui banyak hal mengenai negeri awan, tapi Huise hanya mengetahui informasi dasarnya saja, misalnya seperti negeri awan dipimpin oleh seseorang yang mereka sebut sebagai kaisar awan.


"Ternyata kau tidak mengetahui semuanya ya, tapi tidak masalah, karena aku sendiri yang akan menjelajahi negeri awan" ucap Lin Feng, sambil memakan daging kelinci yang sebelumnya ia bakar dan telah matang.


Saat sedang menikmati makanannya, tiba-tiba saja datang beberapa pria paruh baya dengan rupa yang agak menyeramkan, namun Lin Feng tetap acuh sambil terus menikmati daging kelinci bakar ditangannya, bahkan Lin Feng tidak menghiraukan mereka yang mulai mendekatinya.


"Wah!... Wah!... Sepertinya ada yang sedang makan enak di wilayah kekuasaan kita" ucap salah satu dari pria tersebut.


"Hei bocah! Apa kau mau berbagi dengan paman-paman ini?" tanya pria lainnya, kemudian tersenyum sinis.


"..." Lin Feng tetap diam sambil menikmati makanannya.


"Bocah sialan! Berani sekali kau tidak menghiraukan kami" ujar pria lainnya sambil melayangkan tendangan ke arah Lin Feng.


Akan tetapi sesaat sebelum tendangan tersebut mengenai Lin Feng, tiba-tiba saja Lin Feng menghilang dari pandangannya, sehingga membuat tendangannya hanya mengenai udara kosong, pria tersebut dan semua teman-temannya nampak sangat kaget, karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Mereka semua langsung meningkatkan kewaspadaannya, kemudian mengedarkan energi spiritualnya untuk melacak dan merasakan keberadaan Lin Feng, tapi sayangnya mereka tidak bisa merasakan apapun, seolah-olah Lin Feng telah benar-benar menghilang dari tempat tersebut.


"Entahlah aku juga tidak tahu, tetaplah waspada karena sepertinya bocah itu bukanlah bocah sembarangan" jawab yang lainnya.


"Apa dia sudah pe..."


Saat salah seorang dari mereka hendak bicara, tiba-tiba saja kepalanya terpenggal dan terjatuh ketanah. Mereka yang tersisa tiba-tiba saja mematung saat melihat salah satu temannya mati dengan kepala terpenggal, mereka semua benar-benar bingung karena tidak tahu siapa yang melakukannya.


Crash... Tidak lama kemudian, salah satu diantara mereka tiba-tiba saja terjatuh ke tanah dengan keadaan yang sama dengan pria sebelumnya, sementara yang lainnya semakin bingung dan takut, pasalnya mereka tidak tahu siapa yang menyerang dan darimana serangan tersebut berasal.


"Sial! Apa-apaan ini?! Jangan menyerang seperti pengecut, kalau berani keluarlah dan hadapi kami secara langsung!" ucap pria bertubuh tinggi.


"Baiklah, aku akan menghadapi kalian secara langsung" jawab Lin Feng yang sedang duduk di atas dahan pohon, sambil terus menikmati daging kelinci bakar ditangannya.


Mereka semua yang tersisa kemudian mengarahkan pandangannya ke sumber suara, mereka benar-benar kaget saat melihat pemuda yang ingin mereka serang sebelumnya, sedang duduk santai di atas dahan pohon sambil memakan daging kelinci bakar, lalu di tangan kirinya ada sebuah pedang berwarna hitam.


"Bocah! Apa kau yang melakukan semua ini?" tanya salah satu dari mereka.


"Kau sudah berani membunuh anggota bandit naga badai, kalau ketua kami mengetahuinya kau akan mendapatkan hukuman yang sangat mengerikan daripada kematian" lanjutnya.


"Kalau begitu jangan sampai dia mengetahuinya" jawab Lin Feng santai.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Lin Feng kembali menghilang dari pandangan mereka semua, dengan gerakan yang sangat cepat Lin Feng menghabisi mereka satu-persatu, hingga beberapa saat kemudian, semua bandit yang tersisa telah berhasil dibunuh oleh Lin Feng dan semuanya mati dengan kepada terpenggal.


"Cih!... Mengganggu saja!" ujar Lin Feng kemudian berjalan meninggalkan mayat-mayat tersebut.


"Bandit naga badai, dari namanya mereka terdengar sangat kuat, kalau begitu aku langsung saja mencari markas mereka, siapa tahu ada sesuatu yang menarik di sana" lanjutnya.


Lin Feng kemudian mengeluarkan sepasang sayap di punggungnya, lalu setelah itu, Lin Feng langsung melesat terbang dengan kecepatan tinggi menyusuri hutan dari ketinggian, untuk mencari dimana markas bandit naga badai berada.


Setelah terbang selama hampir satu jam, Lin Feng akhirnya berhasil menemukan markas para bandit tersebut, yang terletak di bagian hutan yang terdalam, markas mereka benar-benar sangat besar bahkan hampir menyerupai sebuah desa.


Tidak hanya itu saja, markas para bandit tersebut juga dilindungi oleh mantra pertahanan dan mantra ilusi tingkat tinggi, sehingga kultivator biasa akan sangat sulit menemukan markas mereka, tapi tidak dengan Lin Feng, karena tidak ada apapun yang bisa disembunyikan dari pandangannya.


"Sepertinya pemimpin para bandit ini lumayan hebat juga, dia mampu menggunakan mantra formasi tingkat tinggi untuk melindungi dan menyembunyikan seluruh markasnya" gumam Lin Feng.


"Tapi sayangnya, kalian telah berurusan dengan orang yang salah" ucap Lin Feng, kemudian tersenyum sinis dan kemudian mendekati mantra formasi yang melindungi markas tersebut.


(Halo semuanya, maaf ya hari ini Author cuma bisa update satu episode, karena Author benar-benar harus istirahat dan mengistirahatkan pikiran untuk sejenak, mohon kalian semua memakluminya...🙏🙏🙏


Akhir kata, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh)