
"Maaf temanku, tapi sepertinya kali ini aku juga tidak bisa duduk dan mengobrol bersamamu, masalah yang sedang keluarga kami hadapi saat ini sangatlah serius, jadi aku benar-benar harus melakukan banyak pekerjaan" ujar Lin Jianheeng.
"Kau selalu saja sibuk, kenapa tidak menikmati waktu luang dan sedikit bersantai bersamaku?" tanya Liu Changhai.
"Masalahnya aku tidak memiliki waktu luang saat ini temanku. Tapi aku berjanji padamu, setelah semua masalah keluargaku berhasil aku tangani, maka aku akan mengajakmu untuk minum arak bersama" jawab Lin Jianheeng.
"Baiklah temanku, ingat untuk tidak mengingkari janjimu" ucap Liu Changhai.
"Tentu saja, kalau begitu aku pergi sekarang. Feng'er, Tian'er belajarlah dengan giat, kakek harus segera kembali" ucap Lin Jianheeng.
"Baik kakek" jawab Lin Feng dan Lin Tian serempak.
Setelah itu Lin Jianheeng langsung kembali ke keluarga Lin, sedangkan tetua Liu Changhai langsung mengajak Lin Feng dan Lin Tian untuk kembali ke kediamannya, selama perjalanan kembali, tetua Liu Changhai menjelaskan kepada Lin Feng, bahwa sebentar lagi sekte mereka akan mengadakan pertandingan pemilihan murid terbaik.
Liu Changhai kemudian mengatakan bahwa dia ingin kedua muridnya mengikuti pertandingan tersebut, tetua Liu Changhai juga mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan Lin Feng dan Lin Tian menjadi pemenang, karena tujuan utamanya adalah agar pengalaman bertarung mereka berdua bisa bertambah.
"Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik dengan pertandingan ini, tapi aku akan melakukanya demi guru" ucap Lin Feng.
"Tidak Feng'er, jangan lakukan sesuatu demi orang lain, tapi lakukanlah demi dirimu sendiri" ujar tetua Liu Changhai.
"Maksud guru?" tanya Lin Feng.
"Jika kau melakukan sesuatu demi orang lain, maka yang akan terpikirkan olehmu hanyalah berusaha untuk menjadi pemenang agar orang itu merasa bangga kepadamu, akan tetapi jika kau melakukan sesuatu demi dirimu sendiri, maka kau akan bisa menikmati sesuatu tersebut dan bersenang-senang tanpa harus memikirkan apapun, kau juga tidak akan pernah merasa terbebani dengan apa yang akan kau lakukan" jawab Liu Changhai.
"Baik guru, sekarang aku mengerti" ucap Lin Feng.
Saat mereka bertiga tengah mengobrol sambil berjalan kembali ke kediaman tetua Liu Changhai, langkah mereka tiba-tiba di hentikan oleh beberapa orang pemuda yang tidak lain adalah Zhang Jun, Chen Yong dan Fang Jian.
"Kenapa kalian menghalangi kami?" tanya tetua Liu Changhai sinis.
"Maaf tetua Liu, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal dengan kedua murid tetua, aku berjanji tidak akan membuat masalah" jawan Fang Jian.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Lin Feng sinis.
"Dari gaya dan nada bicaramu, aku yakin kau adalah Zhao Feng. Aku ingin bertanya padamu, apakah benar kau yang telah mematahkan tangan kedua adik seperguruanku?" tanya Fang Jian.
"Yang kau katakan memang benar, akulah pelakunya" jawab Lin Feng.
"Hahahahaha bagus, aku sangat suka dengan kejujuranmu, tapi kau harus ingat, saat pertandingan nanti aku pasti akan membalaskan perbuatanmu, bahkan jika kau berlutut dan menjilat ujung kakiku, aku akan tetap melakukannya" ucap Fang Jian.
"Hahaha, kau tidak ada ubahnya seperti mereka berdua, hanya bisa menggonggong seperti anjing, tapi tidak masalah kita lihat saja nanti, apakah gonggongan mu itu akan terbukti atau malah sebaliknya" ucap Lin Feng santai.
"Teruslah bersembunyi dibawah ketiak gurumu, seperti seorang anak kecil" ucap Fang Jian kemudian pergi meninggalkan Lin Feng.
Meskipun saat ini Lin Feng sangat marah dan ingin sekali menghajar Fang Jian, tapi Lin Feng tidak ingin gegabah sama sekali karena Lin Feng sadar bahwa tingkat kultivasinya sangat jauh bila dibandingkan dengan Fang Jian, namun bukan berarti Lin Feng merasa takut kepada Fang Jian, dalam hatinya Lin Feng berjanji pada dirinya sendiri untuk membalaskan setiap penghinaan yang dia terima.
Setelah itu, mereka bertiga langsung pergi dan melanjutkan perjalanannya menuju ke kediaman tetua Liu Changhai.
"Feng'er, kau sebaiknya berhati-hati dengan Fang Jian" ucap Liu Changhai.
"Tenang guru, aku juga tidak akan sembarangan melawan seseorang, apalagi orang itu jauh lebih kuat dariku" jawab Lin Feng.
"Berarti kultivasi kak Feng masih berada di bawah Fang Jian?" tanya Lin Tian.
"Benar sekali, kuktivasiku baru saja masuk ranah Gathering Spirit bintang dua, sedangkan Fang Jian berada di ranah Gathering Spirit bintang sembilan" jawab Lin Feng.
"Wahh, ternyata kekuatan kak Feng sudah jauh melebihi ku, padahal aku sudah berusaha dengan keras tapi aku cuma bisa sampai ke ranah Body Tempering bintang enam" ujar Lin Tian.
"Sudahlah, yang penting kalian berdua sudah berusaha dengan sangat baik, dan saat pertandingan nanti kalian harus berhati-hati, jangan pernah meremehkan lawan tanding kalian, meskipun kultivasinya berada di bawah kalian" ucap Liu Changhai memberikan nasehat.
"Baik guru" jawab mereka berdua serempak.
Karena kedua muridnya telah kembali, Liu Changhai kemudian meminta mereka berdua untuk beristirahat dan akan langsung berlatih esok harinya, namun Lin Feng dan Lin Tian menolak untuk beristirahat karena mereka berdua ingin menyiapkan makanan untuk mereka bertiga.
Tetua Liu Changhai hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat Lin Feng dan Lin Tian berjalan menuju ke dapur, Liu Changhai benar-benar merasa sangat bangga karena telah dipertemukan dengan dua murid yang sangat baik hati dan juga berbakti kepadanya.
**
Di kediaman tetua Zhang, para murid tetua Zhang Kaibo nampak sedang berkumpul di aula pertemuan yang ada di kediamannya, tetua Zhang Kaibo senagaja mengumpulkan mereka semua karena ingin menyampaikan rencana yang telah ia susun kepada semua muridnya.
Namun sebelum memulai pertemuan tersebut, tetua Zhang Kaibo terlebih dahulu memasang mantra pelindung di dalam aula pertemuan, agar percakapan mereka tidak bisa di dengarkan oleh orang lain selain mereka yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Karena kalian semua sudah berkumpul maka aku akan langsung saja, apa kalian semua setuju kalau aku yang menjadi pemimpin sekte Phoenix Emas?" tanya Zhang Kaibo.
Semua murid tetua Zhang Kaibo langsung terdiam dan terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh guru mereka, pasalnya mereka semua benar-benar tidak mengerti dan tidak pernah menyangka bahwa guru mereka akan berniat menjadi pemimpin sekte Phoenix Emas.
Meskipun begitu, mereka semua nampak sangat setuju dan sangat senang dengan niatan guru mereka yang ingin menjadi pemimpin sekte, lagi pula jika guru mereka menjadi pemimpin sekte, tentunya mereka semua akan bisa bertindak sesuka hatinya, selain itu mereka semua juga tentunya akan mendapatkan sumberdaya yang berlimpah dibandingkan dengan murid sekte yang lainnya.
"Tentu saja kami setuju guru!" jawab semua murid tetua Zhang Kaibo serempak.