
Lin Feng terdiam mendengar perkataan Long Yin Jiang, tentunya dia juga bisa merasakan bahwa fenomena tersebut bukanlah fenomena yang biasa, dia juga tentunya bisa menebak bahwa fenomena tersebut menandakan akan terjadinya kekacauan, tapi pertanyaannya sekarang adalah, kapan kekacauan itu akan terjadi? Siapa yang akan memulainya?.
Para tetua agung yang melihat keakraban Lin Feng dan Long Yin Jiang tentunya sangat heran, karena mereka semua tidak menyangka bahwa Long Yin Jiang bisa berteman dengan seorang pemuda, yang lebih mengejutkan lagi adalah, pemuda tersebut sangatlah misterius, bahkan tidak satupun dari mereka yang bisa melihat tingkatan kultivasinya.
Karena penasaran, salah seorang tetua agung kemudian menghampiri mereka berdua. "Yin Jiang, siapa pemuda ini? Kenapa kau terlihat akrab sekali dengannya?" tanya tetua agung tersebut.
"Hmm? Benar juga, aku belum memperkenalkan pemuda ini kepada kalian semua" jawab Long Yin Jiang.
"Saudaraku semuanya, perkenalkan, pemuda ini adalah Lin Feng, dia adalah pemuda yang hebat, bahkan serpihan jiwa guru saja sampai tertarik untuk menemuinya" ucap Long Yin Jiang memperkenalkan Lin Feng.
"Dan Lin Feng, perkenalkan mereka semua adalah tetua agung sekte pedang suci, yang paling kanan adalah Yun Xuan Li, setelahnya Yin Lu Han, kemudian Liu Yaoshan, Yin Lu Bei, Zhen Jia dan terakhir Chun Fei" lanjutnya.
"Tunggu dulu, apa maksudmu dengan mengatakan serpihan jiwa guru menemuinya?" tanya Yin Lu Bei.
"Sudahlah, nanti saja kita bahas mengenai masalah tersebut, karena sekarang ada urusan yang jauh lebih penting" jawab Long Yin Jiang.
"Kakak pertama memang benar, sebaiknya kita melakukan hal penting lebih dulu" ucap Chun Fei membenarkan.
"Baiklah kalau begitu mari kita lakukan" ujar Yin Lu Han.
Setelah itu, ke-enam tetua agung langsung melesat ke arah puncak bukit pedang, yang merupakan tempat kediaman mereka masing-masing, tidak lama kemudian, Long Yin Jiang juga langsung menuju ke kediamannya yang juga berada di puncak bukit pedang.
Lin Feng yang nampak bingung karena tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, kemudian memilih untuk turun dan kembali ke sekte pedang suci. Karena menurutnya, apapun yang akan mereka lakukan tidaklah penting baginya, karena sekarang dia harus memikirkan tentang fenomena aneh yang baru saja terjadi.
Di atas puncak bukit pedang, Long Yin Jiang dan ke-enam tetua agung kemudian menciptakan sebuah segel tangan yang serupa dan sangat rumit, meskipun tempat mereka melakukannya berjauhan, tapi gerakan tangan mereka benar-benar serempak, seolah-olah mereka sudah terhubung satu sama lain.
Setelah mereka semua selesai menciptakan segel yang cukup rumit, mereka kemudian mengarahkan tangannya ke atas secara bersamaan, lalu setelah itu, di atas mereka muncul sebuah lingkaran sihir yang berukuran cukup besar.
"Teknik formasi, segel tujuh gerbang!..." Ucap mereka semua serempak.
Lingkaran sihir yang ada di atas mereka kemudian memancarkan cahaya yang sangat terang dan kemudian bersatu tepat di tengah-tengah sekte pedang suci, cahaya tersebut kemudian menyebar dan membentuk seperti sebuah kubah transparan yang sangat besar, bahkan sampai menutupi seluruh wilayah bukit pedang.
"Tidak aku sangka para orang tua itu mampu menggunakan teknik legendaris ini" ucap Huise.
"Teknik legendaris? Apa maksudmu Huise?" tanya Lin Feng bingung.
"Yang mereka gunakan adalah teknik formasi tujuh gerbang, yang mana asalnya adalah teknik formasi sembilan surga milik yang mulia Dewi Nuwa, meskipun kekuatannya masih sangat jauh dari yang aslinya, tapi kekuatannya benar-benar luar biasa, bahkan seorang dewa saja akan kesulitan menembus formasi ini" jawab Huise.
"Ternyata para orang tua itu hebat juga" ucap Lin Feng.
"Yah, setidaknya mereka mampu melindungi apa yang seharusnya mereka lindungi" ucap Lin Feng kemudian kembali ke kediamannya.
Sementara itu, setelah selesai menciptakan formasi yang legendaris tersebut, para tetua agung kemudian melesat terbang menuju ke arah bukit pedang tertinggi, yang mana bukit tersebut merupakan tempat tinggal pemimpin sekte pedang suci.
Setelah sampai di sana, ke-enam tetua agung tersebut langsung masuk ke kediaman pemimpin sekte, sebab mereka harus segera membicarakan tentang fenomena aneh yang baru saja terjadi, selain itu, mereka ingin mengetahui lebih jauh tentang pemuda misterius yang baru saja mereka temui, yaitu Lin Feng.
"Hormat kami para tetua agung sekalian" ucap Luo Yuan dan Luo Ning serempak.
Luo Yuan dan Luo Ning tentunya sudah mengenali mereka semua, karena kedatangan ke-enam tetua agung tersebut sudah diberitahukan oleh Long Yin Jiang kepada mereka berdua, setelah memberikan hormat kepada para tetua agung, mereka berdua kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Siapa kedua anak itu?" tanya Liu Yaoshan.
"Mereka berdua adalah muridku, juga putra dan putri kaisar Luo" jawab Long Yin Jiang.
"Pada akhirnya kaisar Luo mau menyerahkan kedua anaknya untuk belajar di sini" ucap Yin Lu Bei.
"Sudahlah, yang harus kita bahas sekarang adalah masalah fenomena aneh ini" ujar Zhen Jia.
"Jika aku tidak salah, guru pernah menceritakan sesuatu mengenai fenomena aneh seperti ini, guru mengatakan saat langit diselimuti oleh awan gelap secara tiba-tiba, maka itu hanya akan menandakan dua hal, pertama datangnya badai, yang kedua bangkitnya ras iblis" ucap Chun Fei memulai pembahasan mereka.
"Yang dikatakan adik ketujuh memang benar, kita semua tentunya tahu bahwa awan gelap ini bukanlah pertanda datangnya badai" ujar Yin Lu Han membenarkan.
"Kalau memang seperti itu, berarti sudah bisa dipastikan bahwa awan gelap yang menutupi langit ini, adalah pertanda bangkitnya ras iblis" ucap Yun Xuan Li.
"Tapi siapa yang bisa membebaskan ras iblis? Bukankah mereka telah di segel? Bahkan dewa iblis Yama sang penguasa neraka dan kegelapan juga sudah disegel sejak ribuan tahun yang lalu" ucap Zhen Jia.
"Sekokoh apapun berdirinya sebatang pohon, suatu saat pasti akan tumbang juga, begitu juga dengan segel yang mengekang dewa iblis Yama" jawab Liu Yaoshan.
"Kalau dewa iblis Yama benar-benar akan bangkit, alam semesta ini akan larut dalam kegelapan sekali lagi, kalau sudah begitu, kita para orang tua ini hanya bisa berusaha" ucap Long Yin Jiang.
"Tenang saja, pasti akan ada seseorang yang bisa mengalahkannya, tugas kita adalah menemukan orang tersebut dan membimbingnya dengan baik" ujar Yun Xuan Li.
Mereka semua menghela nafas yang berat, kekuatan mereka bertujuh memang sangat kuat, tapi bila dibandingkan dengan dewa iblis Yama, maka mereka bukanlah apa-apa, melainkan hanya semut dihadapan singa yang sangat ganas.
"Semoga saja, ada seseorang yang bisa menyelamatkan alam semesta ini sekali lagi" gumam Long Yin Jiang.