
Setelah menghilang dari ibukota kekaisaran Luo, Lin Feng langsung pergi menuju ke dunia bawah untuk menenangkan pikirannya, karena jika dia terlalu lama berada di dunia atas, maka sudah bisa dipastikan akan ada kehancuran yang akan terjadi.
"Huise!"
Meskipun hanya sebuah panggilan, tapi Huise bisa mengetahui bahwa Lin Feng ingin dia keluar dari tubuhnya. "Ada apa tuan?" tanya Huise, sambil berlutut di belakang Lin Feng.
Lin Feng kemudian mengalihkan badannya dan tiba-tiba saja terkejut, saat melihat seorang pemuda sedang berlutut di hadapannya. "Siapa kau?!" tanya Lin Feng sinis.
"Tuan! Ini aku, Huise" jawab pemuda itu.
"Huise? Bagaimana..."
"Aku mendapatkan wujud ini setelah kekuatan petir surga ikut terserap kedalam tubuhku, awalnya aku juga bingung kenapa bisa seperti ini, tapi akhirnya aku mengerti kenapa kekuatan petir surga bisa terserap kedalam tubuhku" ujar Huise.
"Bagaimana caranya?" tanya Lin Feng penasaran.
"Karena jiwa kita yang telah menyatu tuan, aku sangat yakin bahwa itu adalah penyebabnya" jawab Huise.
Lin Feng mengerutkan alisnya, karena masih sulit untuk percaya dengan apa yang dikatakan oleh Huise, meskipun begitu, Lin Feng tetap merasa senang, karena sekarang kekuatan Huise telah bertambah besar, bahkan wujudnya telah berubah seperti manusia.
"Aku turut bahagia karena sekarang wujud mu telah berubah, tapi ada satu hal yang ingin aku sampaikan padamu" ucap Lin Feng.
"Apa ini tentang sumpah yang tuan ucapkan?" tanya Huise.
"Benar sekali, aku tidak akan melepaskan para dewa, bahkan jika Dewi Nuwa datang untuk membela mereka aku tetap tidak akan berhenti untuk memburu mereka semua!" jawab Lin Feng.
"Apapun yang tuan inginkan, apapun yang tuan perintahkan, aku akan selalu berada di samping tuan, sebagai bawahan yang paling setia dan akan selalu mendampingi tuan!" Huise berkata dengan tegas.
"Tidak Huise, kau bukan bawahan ku, tapi kau adalah saudaraku!" ujar Lin Feng.
"Terimakasih tuan" ucap Huise, kemudian tersenyum senang.
Tidak lama kemudian, sosok yang sangat tidak disangka-sangka tiba-tiba saja muncul dihadapan mereka berdua, sosok tersebut tidak lain adalah sosok Dewi Nuwa, yang sedang menyerupai seorang perempuan yang benar-benar sangat cantik.
"Dewi Nuwa, kenapa kau datang ke sini? Apa kau mau menghentikan aku sekarang!?" tanya Lin Feng sinis.
"Tidak Lin Feng, kau salah paham dengan itu. Kedatanganku bukan untuk menghentikan mu" jawab Dewi Nuwa.
"Lalu?"
"Aku datang karena aku memang sudah mendengar sumpah yang kau ucapkan, awalnya aku juga tidak percaya kau akan mengucapkan sumpah seperti itu, padahal aku sangat berharap kau dan para dewa bisa bersahabat, tapi sepertinya itu tidak mungkin terjadi" jawab Dewi Nuwa.
"Aku memang menyayangi pada dewa, karena mereka semua adalah bawahan ku yang setia, tapi aku juga tidak bisa menghentikan mu. Jadi, mulai sekarang kau bebas melakukan apapun, asalkan kau masih bersedia mencari kristal sembilan surga untuk menyelamatkan dunia ini" lanjutnya.
Lin Feng dan Huise nampak sedikit terkejut dengan ucapan Dewi Nuwa, mereka berdua benar-benar tidak menyangka bahwa Dewi Nuwa tidak akan menghentikan Lin Feng, padahal mereka sempat berpikir bahwa kedatangan Dewi Nuwa adalah untuk menangkap mereka berdua.
"Aku sangat yakin dengan apa yang aku katakan, tapi aku mohon padamu, jangan berhenti untuk menyelematkan dunia ini" jawab Dewi Nuwa.
"Hahahaha! Baiklah, aku akan melakukan permintaanmu itu, tapi kalau kau berani menghentikan ku, maka aku sendiri yang akan menjadi penyebab kehancuran dunia ini!" Lin Feng berkata dengan tegas.
Dewi Nuwa menghela nafasnya, meskipun Lin Feng belum sepenuhnya menjadi dewa kematian, tapi Dewi Nuwa bisa merasakan bahwa perkataan Lin Feng bukanlah omong kosong belaka, bahkan Dewi Nuwa merasa sangat yakin bahwa Lin Feng akan benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan.
"Dewa kematian Lin Feng, aku adalah Dewi Nuwa, semua yang aku katakan tidak akan pernah aku ingkari" ucap Dewi Nuwa, kemudian menghilang dari hadapan Lin Feng dan Huise.
"Syukurlah kalau yang mulia Dewi Nuwa tidak akan ikut campur dalam masalah tuan" Huise akhirnya bicara lagi setelah Dewi Nuwa pergi.
"Kau benar! Tapi, jika Dewi Nuwa tetap ingin menghentikan aku, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghadapinya, bahkan membunuhnya!" ujar Lin Feng.
Lin Feng kemudian mengajak Huise untuk pergi ke istana kerajaan dunia bawah, karena Lin Feng masih ingin menenangkan dirinya, serta melihat perkembangan pasukan dunia bawah, yang sedang menjalankan latihan bersama Lang Diyu.
Sesampainya di istana, kedatangan Lin Feng dan Huise disambut dengan penuh hormat oleh Yin Ouyang serta para prajurit penjaga istana, tapi tatapan mereka semua nampak tertuju pada Huise, karena aura yang terpancar dari tubuhnya terasa sangat berbeda dari Lang Diyu ataupun Du Fang Ren.
Aura yang terpancar dari Huise terasa hampir sama seperti Lin Feng, tapi juga terasa sedikit berbeda. Jika Lin Feng adalah gelapnya malam, maka Huise adalah siang yang sangat terang, begitu juga sebaliknya.
Mereka berdua benar-benar berbeda, tapi mereka berdua seperti saling membutuhkan dan saling terhubung satu sama lain. Seperti itulah yang dirasakan oleh Yin Ouyang dan mereka semua, saat menyaksikan Lin Feng dan Huise bersama.
"Siapa sebenarnya pria itu, apa dia adalah saudara yang mulia?" gumam Yin Ouyang.
"Yin Ouyang, bagaimana perkembangan latihan para pasukan?" tanya Lin Feng.
"Semuanya berjalan lancar yang mulia, para pasukan telah menunjukkan perubahan yang sangat besar, selain dari kekuatan mereka yang bertambah, kemampuan mereka juga telah meningkat dengan pesat dan semua itu berkat pelatihan dari tuan Lang Diyu" jawab Yin Ouyang.
"Benarkah? Kalau begitu aku akan menguji mereka nanti. Lalu bagaimana dengan Du Fang Ren?" tanya Lin Feng.
"Yang mulia, tuan Du Fang Ren juga telah menyelesaikan tugasnya, berkat bunga racun abadi, tuan Du Fang Ren berhasil mengontrol kekuatan racun dalam tubuhnya, bahkan kekuatannya juga telah meningkat" jawab Yin Ouyang.
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Lin Feng
"Tuan Du Fang Ren sedang berada di tempat pelatihan para pasukan kerajaan. Katanya, dia ingin membantu tuan Lang Diyu dan akan membuat pasukan yang memiliki ketahanan terhadap racun" jawab Yin Ouyang.
"Hahahaha! Bagus, dengan begitu aku tidak perlu memberikan perintah lagi padanya" ucap Lin Feng.
"Huise, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku" Lin Feng berkata dengan serius.
"Aku sudah mengetahui apa yang harus aku lakukan tuan, akan aku pastikan tuan akan merasa puas" jawab Huise, kemudian tersenyum sinis, lalu segera menghilang dari tempat tersebut.
Sementara Yin Ouyang dan yang lainnya malah nampak kebingungan, karena mereka semua tidak mengetahui apa yang telah direncanakan oleh Lin Feng dan Huise, tapi Yin Ouyang lebih memilih untuk bungkam, karena dia yakin bahwa Lin Feng mengetahui apa yang terbaik untuk mereka semua.