
Setelah berjalan selama beberapa hari menuju ke arah Utara, Lin Feng akhirnya sampai di tempat yang dimaksud oleh Lin Feng, tempat tersebut adalah sebuah altar dengan pilar raksasa yang berada di tengahnya, di altar maupun pilar tersebut terdapat tulisan-tulisan aneh yang masih tidak bisa dimengerti oleh Lin Feng.
Meskipun tidak bisa membaca tulisan pada altar maupun pilar tersebut, namun satu hal yang bisa dimengerti oleh Lin Feng, altar tersebut mengeluarkan energi yang sangat besar dan tentunya akan sangat menguntungkan jika berkultivasi di altar tersebut, namun anehnya energi tersebut hanya berputar-putar di sekitar altar dan tidak tersebar kemana-mana.
"Ternyata apa yang kau rasakan memang benar Huise, kalau begitu aku akan langsung berkultivasi di altar ini" ucap Lin Feng.
"Tidak tuan, jangan berkultivasi di altar ini, tapi tuan harus berkultivasi dipuncak pilar raksasa tersebut" ujar Huise.
"Baiklah, kalau begitu mari kita berkultivasi di atas sana" ucap Lin Feng, kemudian melompat ke atas pilar raksasa tersebut.
Sesampainya di puncak pilar raksasa yang ada di tengah-tengah altar, tubuh Lin Feng langsung merasakan tekanan yang sangat besar dari energi yang berasal dari pilar tersebut, namun energi yang menekan tubuh Lin Feng sama sekali tidak menyakiti dirinya, justru energi tersebut seperti berusaha untuk memasuki tubuh Lin Feng.
"Aneh, kenapa energi ini sangat bersahabat?" gumam Lin Feng.
"Alasannya sudah sangat jelas tuan, karena tubuh tuan dipenuhi oleh energi kehidupan, tentu saja energi yang ada di sekitar sini, seperti tertarik masuk kedalam tubuh tuan" jawab Huise.
"Ternyata begitu, tapi kenapa energi di dalam tubuhku malah seperti tertarik keluar saat berada di luar altar ini?" tanya Lin Feng bingung.
"Aku juga tidak mengetahuinya tuan, tapi yang jelas di dalam altar ini tuan bisa bebas menggunakan energi tuan, ataupun menyerap energi yang ada di sini" jawab Huise.
"Baiklah, kalau begitu aku akan langsung berkultivasi saja" ucap Lin Feng, kemudian duduk di puncak pilar raksasa tersebut.
Lin Feng menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya, setelah itu Lin Feng langsung menutup matanya dan mulai menyerap energi yang keluar dari pilar tersebut.
***
Setelah berjam-jam berlalu, dari arah kejauhan nampak beberapa orang pemuda berjalan mendekati altar tempat Lin Feng berkultivasi, mereka adalah pangeran mahkota bersama para kultivator lainnya, dalam rombongan pemuda tersebut, juga ada Xie Wang Jun bersama dengan murid sekte Pedang Suci yang lainnya.
"Setelah berjalan kaki selama berhari-hari, akhirnya kita semua sampai di altar ini" ucap Luo Yuan.
"Benar-benar melelahkan, andaikan saja kita bisa menggunakan energi Qi di dunia ini, mungkin kita tidak akan kelelahan seperti ini" ucap Xie Wang Jun.
"Sudahlah, yang penting kita sudah sampai di altar ini, lagipula kita sudah mendapatkan banyak sumberdaya dan barang-barang berharga lainnya" ujar salah seorang murid sekte Pedang Suci.
Mereka semua nampak sangat kelelahan setelah menempuh jarak yang sangat jauh dengan berjalan kaki, sebelum naik ke altar untuk berkultivasi, mereka semua beristirahat untuk sejenak sambil mengumpulkan tenaga dan mengisi perut mereka yang kosong. Setelah selesai beristirahat sejenak, mereka kemudian naik ke atas altar.
"Tunggu dulu, yang harus naik pertama kali ke altar dan berkultivasi adalah yang mulia pangeran, setelah itu barulah kita semua bisa naik" ucap Xie Wang Jun.
"Apa yang anda bicarakan yang mulia? Tentu saja tempat pertama adalah untuk anda" jawab Xie Wang Jun.
"Apakah kalian semua setuju?" tanya Xie Wang Jun.
"Kami semua setuju" jawab semuanya serempak.
"Baiklah, kalau begitu aku akan naik lebih dulu" ucap Luo Yuan.
Xie Wang Jun tersenyum senang mendengar perkataan Luo Yuan, meskipun sebenarnya Xie Wang Jun ingin menjadi orang yang pertama naik ke atas altar, namun dia harus rela menyerahkannya kepada pangeran, karena mendapatkan perhatian pangeran adalah hal yang sangat penting baginya, lagipula dia juga bisa berkultivasi setelah pangeran naik ke atas altar.
"Xie Wang Jun, meskipun kau berkata seperti itu, tapi aku bisa melihat dengan jelas maksud tersembunyi dari perkataanmu itu" batin Luo Yuan.
Setelah berada di atas altar, Luo Yuan kemudian mendekat ke arah pilar raksasa dan langsung duduk di samping pilar tersebut, setelah dirinya merasa tenang, Luo Yuan kemudian menutup matanya secara perlahan-lahan dan mulai melakukan penyerapan.
"Sekarang giliran murid-murid sekte pedang suci yang naik, setelah itu barulah kalian yang naik" ucap Xie Wang Jun sinis.
"Baik" jawab mereka semua serempak.
"Dasar licik, dihadapan pangeran dia bersikap sangat baik dan lembut, tapi di belakang pangeran, sikapnya langsung berubah drastis"
"Sudahlah, biarkan saja dia seperti itu, aku yakin suatu saat nanti dia akan mendapatkan balasannya"
Para kultivator yang ada di sana nampak sangat kesal dengan perlakuan Xie Wang Jun, namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka semua tidak ingin menjadi musuh sekte pedang suci. Selama ini, mereka semua bisa selamat hanya karena keberadaan pangeran, jika tidak, mungkin mereka sudah mati dan yang mereka dapatkan sudah direbut oleh Xie Wang Jun.
Setelah semua murid sekte pedang suci naik ke atas altar dan berkultivasi, barulah para kultivator lainnya naik ke atas altar dan mulai berkultivasi, meskipun sebelumnya mereka masih merasa lelah setelah berjalan sangat jauh, namun rasa lelah mereka langsung menghilang saat mereka mulai menyerap energi yang keluar dari pilar tersebut.
Beberapa jam kembali berlalu, beberapa kultivator lainnya juga nampak telah sampai di altar tersebut, mereka semua nampak kaget saat melihat di altar sudah ada yang berkultivasi, tapi untungnya tempat untuk berkultivasi masih tersisa, sehingga mereka semua langsung naik ke atas altar tersebut dan langsung berkultivasi.
Waktu terus berlalu dengan sangat cepat dan para kultivator terus berdatangan setiap waktunya, sampai pada akhirnya altar tersebut benar-benar penuh dan tidak tersisa lagi untuk berkultivasi, altar tersebut memang sangat besar, namun hanya bisa menampung sekita 150 orang saja, sehingga orang-orang yang datang lebih lambat, hanya bisa menunggu di luar altar.
"Sial! Ternyata altarnya sudah penuh, semoga saja ada yang selesai dengan cepat, agar aku bisa naik dan berkultivasi di altar ini" ucap salah seorang kultivator.
"Yang kau katakan memang benar, tapi akan sangat sulit untuk mendapatkan tempat, karena semua orang terlihat sedang menunggu, tentunya mereka tidak akan menyerahkan kesempatannya begitu saja" ujar kultivator lainnya.
"Bukannya hal itu sudah jelas, tapi biasanya orang yang pertama selesai akan memanfaatkan situasi seperti ini, mereka pasti akan membuat penawaran untuk tempat tersebut, siapapun yang bisa memberikan penawaran yang besar, maka dialah yang akan mendapatkannya" ucap yang lainnya