Berondong Bayaran, CEO Cantik

Berondong Bayaran, CEO Cantik
A New Day


Amanda terduduk diam dan lesu di kursi meja kerjanya, baru saja konferensi pers yang digelar manajemen Arka berakhir. Itu artinya baru saja pernikahan diantara mereka menghancurkan karier sang suami.


Amanda merasa begitu bersalah kini. Dirinya lah yang menjadi penyebab dari semua permasalahan yang terjadi dalam hidup Arka. Andai saja waktu itu, ia tidak mengikuti saran Nindya.


Yah, Nindya lah yang memberi saran padanya untuk memiliki anak. Lalu dengan tanpa berfikir panjang ia pun menghalalkan segala cara, untuk mendapatkan laki-laki yang bisa memberinya keturunan.


Amanda tidak pernah berfikir jika ia akan jatuh cinta pada Arka, dan semuanya akan berakhir seperti ini. Kini karier sang suami diambang kehancuran.


Sehabis konferensi ini, belum diketahui lagi bagaimana nasib pekerjaan pria itu selanjutnya. Apakah akan di stop semua oleh pihak klien atau bagaimana.


Ia tau saat ini Arka tengah hancur, dan pastilah pemuda itu tengah menyendiri untuk merenungi nasibnya. Amanda merasa gagal melindungi pemuda itu dari masalah. Padahal diantara mereka, Amanda lah yang menginginkan hubungan ini terjadi pada awalnya.


Arka sendiri sudah tidak mau sejak pertama. Namun pihak Amanda terus berusaha serta memaksa, hingga akhirnya pemuda itu luluh dan menikahinya.


"Bu Amanda."


Tiba-tiba Pia masuk ke ruangan Amanda.


"Iya Pia, ada apa?" tanya Amanda kemudian.


"Aa, Arka." ujar Pia menunjuk ke arah belakang.


"Arka?"


Amanda segera bergegas keluar, tampak para karyawannya tengah berdiri menghadap kaca dan melihat ke bawah. Amanda pun bergerak ke bagian terdepan dari mereka.


Ternyata Arka ada dibawah, ia menerbangkan beberapa balon helium dengan sebuah banner yang cukup besar di tengahnya.


"Amanda, dinner yuk!"


Begitulah tulisan yang terdapat pada banner tersebut, seketika Amanda pun tersenyum bahkan menangis haru. Seisi kantor sontak bersorak-sorai.


"Samperin, bu. Samperin!" ujar Satya antusias.


Amanda pun segera berlarian ke bawah. Ketika keluar dari dalam lift, ia langsung saja menghambur kepada Arka yang masih berdiri dihalaman kantor. Tepuk tangan dan sorak sorai pun mewarnai tempat itu. Baik dari karyawan yang masih di atas, maupun yang ada di bawah.


"Cieeee."


"Suit, suit." ujar para karyawan yang ada dibawah.


Sementara yang di atas, mereka masih berkumpul untuk menyaksikan hal tersebut. Amanda tersenyum dalam pelukan suaminya, begitupula dengan Arka.


"Ka, kamu?"


"Nggak usah nanya aku baik-baik aja apa nggak."


Arka seakan tau kelanjutan dari kata-kata yang akan diucapkan istrinya itu.


"Aku datang kesini karena aku baik-baik aja, aku nggak kenapa-kenapa dan aku lega. Aku nggak nyimpen apa-apa lagi."


Arka menatap Amanda dan wanita itu pun kini tersenyum. Lalu mereka kembali berpelukan.


"Aku sayang kamu, Kangkung."


"Aku juga, Firman."


Mereka tertawa dan kian erat memeluk satu sama lain.


***


Pasca pengakuan yang dibuat oleh Arka, publik pun kini menjadi heboh. Berbagai komentar kembali memenuhi unggahan akun lambe-lambean, yang juga memposting tayangan konferensi pers, yang diadakan oleh pihak manajemen Arka tadi siang.


"@istritaehyung Buat yang kemaren ngatain @keenanarka dan @amandacelia kumpul kebo. Ayo kumpul sini, kalau berani!. Kenapa pada ngilang dan cuci tangan?"


"@kurniatidewi Hayolo yang kemaren ngegas banget ngatain mereka kumpul kebo dan lain-lain, kenapa pada ngilang?. Makanya kalau sama media itu jangan terlalu percaya, jangan terlalu di junjung tinggi. Berita belum jelas kebenarannya, udah pada komen. Mana kalian, ayo keluar!."


"@ardiprasetyo Jujur, bro @keenanarka bini lo cantik. Kayak masih umur 20 an."


"@vitodewanto Kalau tante nya modelan bininya @keenanarka mah, gue juga mau. Daripada sama cewek muda tapi kerjanya ngambekan nggak jelas. Online dikit aja, nggak boleh, mesti banget bales chat dia yang nggak penting. Mending sama yang dewasa sekalian, nggak nyusahin."


"@holywithoutwings team yang nggak ikut menghujat, kumpul sini."


"@leonacitra gue juga nggak @holywithoutwings."


"@poppyannika gue juga nggak tuh, gue baca aja kemaren orang-orang yang ngehujat sampe segitunya. Hari ini pada ngilang, malu sendiri. @holywithoutwings."


Begitulah cuitan komentar yang dilontarkan warganet, para penghujat seakan ditelan bumi. Entah mereka memang murni merasa malu atau hanya mencuci tangan dan berpura-pura sebagai pihak yang paling suci. Namun itu tak jadi masalah, yang jelas kini sudah sangat berkurang sekali pihak yang coba merundung Arka dan juga istrinya.


Malam harinya sekitar pukul 20:00 wib. Sesuai janji Arka pun menjemput sang istri, yang sudah kembali ke penthouse. Sedang Arka sendiri berangkat dari rumahnya. Mereka memang sengaja berpisah tempat sejenak agar ada kesan romantis.


Amanda saat itu telah siap dengan dress bodycon, yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksi. Tak lupa Arka pun membawakan satu buket bunga mawar merah kesukaan istrinya itu.


"Thank you, sayang."


Amanda memeluk suaminya barang sesaat.


"Ready?" tanya Arka kemudian.


Amanda pun mengangguk, Arka mengarahkan istrinya untuk masuk kedalam mobil. Mereka lalu berjalan dengan kecepatan sedang, para bayi telah dibawa ke rumah satunya oleh maid.


Disepanjang perjalanan, Arka tak henti-hentinya menggenggam tangan Amanda. Meski sesekali ia harus melepaskan untuk memegang setir kemudi.


"Aku bahagia banget hari ini." ujar Arka seraya mencium tangan istrinya yang begitu wangi.


"Aku udah nggak punya beban pikiran yang terlalu berat." lanjutnya lagi.


"Masalah manajemen kamu?" tanya Amanda.


"Aku nggak peduli, aku cuma mau hidup tenang sama kamu dan anak-anak."


***


Waktu berjalan.


Mobil yang di kemudikan Arka pun sampai di sebuah restoran bergaya klasik namun mewah. Amanda tau tempat ini, namun ia tak menyangka jika Arka akan membawanya kesini.


Arka turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Amanda. Pemuda tampan itu kini menyambut istrinya. Amanda bertumpu pada tangan Arka, lalu berdiri dan Arka kemudian menutup pintu mobil.


Arka mengajak Amanda masuk dan mengarahkannya pada tempat duduk, yang sudah di reservasi terlebih dahulu. Mereka diam sejenak, lalu malam itu diawali dengan minum sampanye.


Arka menatap istrinya usai meletakkan gelas sampanye itu ke atas meja. Amanda pun balas menatap sang suami, layaknya wanita dewasa yang bertemu pria dewasa.


Meski usianya masih muda, namun bisa dibilang tampilan Arka malam itu begitu hot. Bahkan mengalahkan CEO-CEO usia 40an, yang visualnya sering bertebaran di novel-novel online. Ia terlihat begitu tampan, matang, dan juga tenang.


"You're so beautiful, this night." ujar Arka pada istrinya. Amanda tersenyum dan memberikan lirikan penuh menggoda pada suaminya itu.


"Hari biasanya?" tanya Amanda.


"Tetap cantik, tapi aku lebih suka yang malam ini. Karena malam ini, kamu lebih cantik dari keseluruhan malam yang pernah kita lewati."


Lagi-lagi Amanda tersenyum, ia membiarkan saja Arka yang menatapnya. Seolah menatap perempuan yang baru ia temui.


Tak lama kemudian, pesanan makanan mereka pun datang. Mereka bersiap untuk menikmati hidangan tersebut.


"Ow, it's good." ujar Amanda seraya menikmati makanannya.


"Try this."


Arka menyuapkan makanan yang ada di piringnya kepada sang istri.


"Ow, I love it." ujar Amanda.


"Ya, like I love you."


Arka membuat sang istri terdiam, dengan jantung yang berdegup kencang. Seperti remaja yang baru mengalami jatuh cinta.