
"Saya Liana Amelia, saya disini ingin mengklarifikasi soal gosip yang beredar dibeberapa akun belakangan ini."
Liana menarik nafas.
"Saya ingin mengatakan pada kalian semua, bahwa musibah yang terjadi pada saya. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan artis Keenan Arka Adrian maupun rekannya, artis Rio Ferrisco Salim. Mereka berdua murni hanya membantu dan menyelamatkan saya waktu itu. Mereka menemukan saya disebuah jalan."
Liana terisak, perlahan air mata mulai mengalir di kedua sudut matanya.
"Pada saat saya sudah dalam posisi menjadi korban. Dan sekarang semua pelaku telah tertangkap, mereka sedang dalam proses menuju sidang pengadilan. Sekali lagi saya minta maaf, untuk seluruh fans dari Keenan Arka Adrian maupun Rio Ferrisco Salim. Bahwasannya saya sudah membiarkan masalah ini berlarut-larut. Saya hanya takut untuk memunculkan diri selama ini, karena saya merasa diri saya sudah tidak ada gunanya lagi. Saya sangat takut untuk berbicara, tetapi saya juga tidak bisa terus berdiam diri. Membiarkan orang yang sudah menolong saya, namanya rusak begitu saja. Sekali lagi, mereka tidak bersalah. Dan mengenai foto itu, itu adalah foto ketika Arka dan Rio membawa saya kerumah sakit pasca kejadian itu. Sekali lagi saya Liana Amelia, menyatakan maaf yang sebesar-besarnya terhadap Keenan Arka Adrian maupun Rio Ferrisco Salim. Dan juga terhadap keluarga besar, teman, serta kerabat dan fans mereka. Terima kasih."
Video pengakuan yang baru saja di upload di laman sosial media itu, sontak membuat kehebohan di jagat maya. Para haters yang tadinya menyerang Arka, kini diserang balik oleh para fans Arka serta Rio yang selama ini selalu membelanya. Apalagi ketika admin akun lambe memberitahukan siapa yang telah mengirim foto serta gosip tersebut, kolom komentar pun kini banjir tak terbendung.
"Yang nyebar fitnah, mantannya Arka gaes." Salah satu akun berkomentar di laman akun gosip tersebut. Komentar itu kini mendapat begitu banyak balasan.
"Serius kak?"
"Mantannya Arka yang mana ya?"
"Nih kuntilanak ini nih, yang nggak bisa move on. @Maureenvanessa ujar salah satu akun lainnya.
Dalam sekejap aku Arka serta Rio pun banjir komentar. Banyak yang akhirnya memberi selamat karena masalah ini akhirnya menemui titik terang. Namun masih ada beberapa hatersnya yang seolah masih menyalahkan mereka berdua. Seakan tak terima jika Arka dan Rio memanglah tak bersalah.
"Lo bayar berapa bos?. Sampe tuh korban sampe rela nutupin nama lo." ujar salah satu netizen dengan fake akun.
Tak lama akunnya pun diserang oleh para fans Arka yang lebih barbar dari fans K-Pop.
"Heh, bocil ff. Dari mana lo tau Arka sama Rio bayar si Liana. Gue laporin atas pencemaran nama baik, tau rasa lo."
"Belajar dulu ya bocil. Ini kalau nggak bocil, pasti manusia pengangguran nih. Nggak ada kerjaan terus jadi haters."
"Go to the blok."
"Bacot anjay."
Begitulah bunyi beberapa komentar di kolom balasannya, hujatan demi hujatan pun kini berbalik ke arah Maureen. Gadis yang tengah live di Instagramnya tersebut, tiba-tiba saja mendapatkan banyak komentar negatif.
"Heh, sundel bolong. Nggak usah sok kecakepan lo."
"Drama lu, anjay."
"Oh ini, yang memfitnah mantan pacarnya sendiri. Ngaca mbak, muka mu mirip ikan sapu-sapu."
"Pantes aja ditinggalin sama Arka, orang modelan begini."
"Udalah muka B aja, hati juga B aja. B\=Busuk."
"Kuntilanak."
"Hallo mbak, muka doang dipoles. Hati tuh jaga, biar nggak busuk."
Maureen yang panik seketika mematikan live streaming tersebut. Wajahnya kini pucat, mengundang perhatian Chanti serta Widya yang ada didekatnya.
"Napa lu, ngeliat setan?" tanya Chanti heran. Maureen diam, ia tak mungkin mengatakan ini semua. Sudah pasti ia akan malu pada kedua temannya itu.
"Gue balik dulu ya." ujarnya bergegas.
Maureen pun meninggalkan kosan temannya itu, tanpa memberikan kesempatan bagi Chanti maupun Widya untuk bicara. Disepanjang perjalanan pulang, ia terus memeriksa laman sosial media miliknya. Semua foto yang ia posting ramai komentar dan banjir hujatan. Dan semua isinya menjurus tentang Arka.
Maureen pun membuka akun gosip dan betapa terkejutnya ia, ketika namanya disebut oleh akun tersebut.
"Gue udah balikin duit lo, udah gue transfer ke rekening lo." ujar admin akun gosip tersebut.
"Ya terus kenapa sekarang lo gosipin gue, sebut nama gue?" teriak Maureen.
Admin itu tak menjawab.
"Hallo."
"Hallooo."
Admin tersebut langsung menutup sambungan telpon dan memblokir nomor Maureen.
"Brengsek nih orang ya." gerutu Maureen kesal.
"Brengseeek, aarrgghh."
***
Amanda dan Arka yang diberitahu mbak Arni, kini membuka sosial media dan menonton tayangan video tersebut. Arka menghela nafas lega, sementara kini Amanda menatap dan menggenggam tangan suaminya itu.
"Everything will be ok, Ka."
Arka mengangguk lalu memberikan senyuman pada istrinya meski tipis. Sementara dirumah Arka, Rianti memberikan tayangan tersebut pada kedua orang tua Arka. Mereka akhirnya bisa bernafas lega dan tubuh mereka kini terasa begitu ringan. Seperti terlepas dari sebuah ikatan yang begitu kencang selama ini.
"Ka, sekarang nama lo udah bersih. Pak Philip bilang, dia akan segara cariin lo job lagi."
Mbak Arni berujar di telpon kepada Arka.
"Iya mbak, makasih banyak. Soal job itu, selama nggak mengganggu jadwal kerja, gue mau. Soalnya sekarang gue kerja di kantor, mbak."
"Oh gitu, ya udah deh. Ntar gue bilangin ya Ka, sama pak Philip."
"Iya mbak, sekali lagi terima kasih banyak atas perhatiannya. Sampein ke pak Philip sama pak Jeremy juga."
"Tapi lo nggak berniat keluar dari manajemen kan, Ka?" tanya mbak Arni lagi.
"Nggak, tenang aja mbak. Masih gabung, koq." ujarnya kemudian.
"Ya udah, sehat-sehat ya Ka."
"Iya mbak." jawab Arka kemudian.
***
"Maureen, apa sudah kamu lakukan?"
Suara Linda, adik ibu Maureen terdengar diseberang sana.
"Apa, tante?" tanya Maureen tak mengerti. Ia masih gusar dengan masalahnya, kini muncul perkara lain lagi.
"Apa, apa. Liat itu di akun gosip, mama kamu udah hampir pingsan karena ulah kamu."
Maureen menjauhkan telpon dari telinganya, saat tantenya masih lanjut mengoceh. Ia benar-benar tak tahan kali ini, ia tak menyangka apa yang diperbuatnya akan berbalik pada dirinya sendiri. Padahal segala sesuatu sudah ia rencanakan dengan baik.
Satu, dua, tiga ribu, empat ratus sekian ribu komentar masuk ke Instagram miliknya. Belum lagi notifikasi direct message yang sedari tadi tak henti-hentinya terdengar.
Maureen rasanya ingin berteriak, Tak ada satu orang pun saat ini yang bisa ia ajak bicara. Ia benar-benar kalut.