
"Arka mana ya?. Koq nggak bisa dihubungi sih?"
Mbak Arni bertanya pada Robert, yang baru tiba di kantor manajemen peace production.
"Nggak tau, mbak. Gue juga ada WhatsApp dia sih, tapi belum di read. Dari kemaren, malah."
Mbak Arni menghela nafas.
"Gue coba hubungin istrinya juga nggak bisa." ujarnya kemudian.
"Coba ntar gue ke kantornya Arka deh, mbak."
"Nggak apa-apa?" tanya mbak Arni pada Robert.
"Ya nggak apa-apa, ntar sekalian ada urusan ke arah sana juga."
"Tolong ya, Bert. Ini udah genting banget, udah nyebar kemana-mana loh gosipnya." ujar mbak Arni lagi.
"Iya mbak, gue juga dikejar-kejar admin lambe ini. Mereka minta gue konfirmasi, bener nggak si Arka itu peliharaannya Amanda. Mereka kayaknya nggak tau deh, kalau Arka sama Amanda itu udah nikah."
Lagi-lagi mbak Arni menghela nafas.
"Gue nggak tau ini perbuatan siapa lagi, yang jelas pak Jeremy sama Philip lagi pusing banget sekarang. Karena Arka tuh banyak dipake sama klien, yang mencitrakan seorang anak muda independen, single dan menjadi idola karena memakai produk mereka. Sekarang Arka nya malah jadi simpanan di mata netijen, udah nggak sesuai lagi sama citra produk yang dia bintangi."
Mbak Arni menjatuhkan pandangan ke suatu sudut, lalu perempuan itu lanjut berkata.
"Ini sih yang paling ditakutin pak Jeremy sama Philip. Bukan apa-apa, kasihan Arka nya juga. Dia udah dikontrak sama banyak klien, udah syuting, udah tayang dan lain-lain. Kalau ada masalah kayak gini, pasti klien akan marah dan dia disuruh bayar penalti. Kalikan dah tuh berapa klien yang udah make jasa si Arka. Emang sih mungkin istrinya bisa ngebackup denda itu, secara istrinya kaya-raya. Tapi kan tetap aja sayang, mending duitnya buat Arka simpan. Buat anaknya atau yang lain."
"Iya sih, ya udah deh. Gue samperin kantornya Arka dulu ya, mbak." ujar Robert kemudian.
"Iya, tolong ya, Bert. Ini kita udah banyak ilang anak nih. Doni ketangkep polisi gara-gara kelakuan bego, beberapa juga udah nggak lanjutin kontrak. Ada yang pindah manajemen lain, Arka juga bermasalah. Abis nih lama-lama."
"Iya, mbak. Gue jalan dulu ya, mbak."
'Ok, kabarin ya."
"Sip."
Robert berlalu, mbak Arni kini terdiam ditempatnya. Sudah beberapa hari ini, gosip tentang hubungan rahasia Arka mencuat di sosial media. Ada sebuah thread di Twitter yang membahas hal ini.
Banyak foto candid Arka dan Amanda yang tengah berjalan bersama para bayi di berbagai tempat. Meski sebagian besar, Arka terlihat mengenakan masker. Namun publik yakin betul jika itu adalah Arka. Publik berspekulasi bahwa Arka menjadi peliharaan dan kumpul kebo bersama Amanda, hingga melahirkan anak-anak.
Kini saat masalah sedang hangat dibicarakan, Arka justru menghilang dan tak dapat dihubungi.
***
"Siang, mbak."
Robert bertemu seorang gadis didepan lobi kantor Arka.
"Iya siang." ujar gadis tersebut, seraya memperhatikan Robert.
"Saya mau tanya, Keenan Arka Adrian kerja disini kan mbak ya?" tanya Robert kemudian.
"Ngapain nanyain dia?"
Gadis itu berubah ketus pada Robert, gadis itu tiada lain adalah Cintara.
"Saya nanya baik-baik mbak. Kalau nggak tau ya udah, nggak usah ngegas juga."
"Koq situ nyolot ya?." ujar Cintara emosi.
"Dih, siapa yang nyolot mbak?. Mbaknya sendiri yang tiba-tiba emosi. Kalau lagi PMS, jangan lampiasin ke orang yang nggak dikenal juga."
"Gue nggak tau Arka dimana, udah mati kali dimakan buaya."
Cintara berlalu begitu saja.
"He, cantik-cantik, judes. Ntar nggak laku loh mbak."
Cintara menghentikan langkah dan kembali menoleh ke arah Robert.
"Gue bukan barang jualan, ya. Ngomong sekali lagi, gue timpuk lo pake sepatu."
"Heh, gue juga punya sepatu ya mbak. Mau ngerasa gue timpuk juga pake sepatu gue?"
Robert malah ikut terbakar emosi.
"Apa lo bilang?. Lo berani sama gue?" tantang Cintara.
"Berani, siapa takut. Gue nggak peduli ya walaupun lo cewek."
Orang-orang sekitar mulai mendekat dan memisahkan mereka.
"Sini lo...!" teriak Cintara
"Elo yang sini...!"
Orang-orang coba menghalangi mereka.
"Sini lo...!" Cintara kembali berteriak.
"Lo yang kesini, anying...!"
"Hei, ada apa ini?" Tiba-tiba Putra muncul dan membuat semuanya menjadi diam.
"Anda siapa?" tanya Putra pada Robert.
"Saya datang kesini baik baik, pak. Saya menanyakan teman saya, Keenan Arka Adrian. Tapi mbak ini malah nyolot."
"Bohong, orang elo yang ngegas koq."
"Diam...!"
Putra memerintahkan anaknya untuk diam, Cintara pun menutup mulut dengan kesal.
"Kalau mau menanyakan Arka, jangan sama dia." ujar Putra kemudian.
"Arka sekarang lebih banyak bertugas diluar, jadi dia jarang sekali ke kantor." lanjutnya lagi.
"E, apa dia ada sempat menghubungi bapak?. Soalnya saya kesulitan menghubungi Arka." ujar Robert lagi.
"Dia belum ada menghubungi saya hari ini. Nanti coba saya beritahu dia, kalau dia menghubungi. Nama kamu siapa?"
"Saya Robert, pak. Saya teman Arka." ujar Robert kemudian.
"Baik Robert, nanti kalau Arka ada menghubungi saya. Atau dia datang ke kantor, saya akan beritahukan dia. Kalau kamu mencari dia."
"Terima kasih, pak. Bapak bosnya Arka kan?" tanya Robert lagi.
"Iya, saya bosnya Arka."
"Baik, terima kasih pak." ujar Robert kemudian.
"Kalau begitu saya permisi." lanjutnya lagi.
"Mari, silahkan."
Robert berbalik arah, ia kini melintasi Cintara yang masih berdiri dengan wajah kesal.
"Liat bos lo tuh, orangnya good attitude. Nggak kayak lo, pasti bapak lo nggak ngajarin sopan santun."
Robert berujar pada Cintara, kemudian berlalu meninggalkan gadis itu. Sementara ia tak mengetahui, jika Putra adalah ayah dari Cintara.
***
Kehebohan terjadi di jagat maya. Kolom komentar akun lambe-lambean pun, mulai dipadati oleh para netijen yang kurang kerjaan.
Mereka berlomba-lomba memberikan komentar, terkait gosip panas yang kini menimpa Keenan Arka Adrian. Mengenai hubungannya dengan seorang pengusaha bernama Amanda Marcelia Louise.
"Berondong ya say?" Komentar dari @flanela9
"@calonistridokterayman Nggak nyangka banget Arka jadi piaraan tante-tante. Emang segitu kurangnya ya, duit hasil syuting?. Padahal kan sekarang lo lumayan terkenal, Ka. @keenanarka."
"@salsabilarania Duh, duh, duh. Pasti dibayar ini mah, berondong tsaaay. Nebeng hidup tuh pasti si Keenan. @keenanarka.
"@keishaluvaldebaran dih tante-tante gatel ya lo, berani-berani nya lo macarin idola gue @amandacelia. Gatel lo dasar, tante tua."
"@fadlansusanto artis jaman sekarang, yang cewek jadi simpenan om-om dan pejabat. Yang cowok jadi piaraan tante-tante. Pantes aja snapgramnya liburan mulu ditempat mahal, ada yang biayain.
"@istrinyajimin Pada sok suci deh, netijen. Itu kan hidup pribadi @keenanarka ya, mau dia ngapain juga terserah dia lah.
"@penghunisurga eh bocil @istrinyajimin , Lo ngerti dosa nggak?. Emang sih itu terserah si Keenan Arka nya mau ngapain. Tapi ya tetep aja itu nggak sesuai sama budaya dan agama kita. Dan kita wajib mengingatkan, sebagai sesama umat.
"@istrinyajimin Wajib mengingatkan sama ikut campur itu beda tipis lo, mbak. Hati-jati kejebak, mengingatkan koq nadanya pada ngatain. @penghunisurga.
"@penghunisurga Eh bocil halu @istrinyajimin puja aja tuh plastik idola lo, itu yang bakal nolong lo masuk surga. Mana keluarin tuh para army yang katanya hebat..
"@istrinyajimin eh mbak, kontrol dulu emosi. Baru bisa masuk surga. Kepedean banget lo pake nama penghuni surga. Kayak yakin aja lo bakalan masuk. @penghunisurga.
"@tetanggajungkook woi mbak, terserah @keenanarka mau ngapain dalam hidupnya. Napa gila-gila lo repot?. Kavling surga mana yang udah lo pesen. Lo aja masih main sosmed, anjay. @penghunisurga."
"@penghunisurga , puja puji aja tuh si artis idola lo. Keenan Arka yang gigolo itu. @tetanggajungkook.
"@armywitluv eh mbak, mending mbaknya nyuci baju sana. @penghunisurga penghuni surga kog rusuh di sosmed. Ngaca diri dulu aja."
Begitulah semua terjadi, kerusuhan demi kerusuhan kolom komentar pun terlihat hampir di semua akun gosip.
Ada pihak yang pro dan juga kontra, ada yang memilih untuk netral. Ada yang menghujat habis-habisan, tetapi ada pula yang membela mati-matian.
Satu kelompok menyerang kelompok lainnya. Ada yang sampai hilang akun, atau menutup kolom komentar karena tak tahan dengan serangan. Namun tidak dengan Arka dan Amanda. Sampai detik ini, mereka belum mengetahui satu perkara sedikitpun. Karena saat ini, mereka masih mematikan handphone dan menikmati hari terakhir liburan.