
Arka dan Amanda terdiam di dalam mobil, sementara Afka dan Azka ada di kursi tengah. Mereka diletakkan dalam dua buah keranjang bayi, dan tampak tengah menikmati perjalanan.
Sementara kedua orang tuanya masih sedikit syok, jantung Amanda dan Arka belum lagi stabil pasca pertemuan dengan ibu Arka tadi.
Mereka mengingat segala yang diucapkan wanita itu, terlebih raut wajahnya yang seolah menyimpan kesedihan.
"E, bu. Arka sama Amanda diajak pak Ryan untuk makan bareng, sama anak-anaknya. Ini Ansel dan Nino."
Arka saat itu agak sedikit gugup, mengatakan hal tersebut. Seolah nuraninya menolak untuk diajak berbohong lagi pada sang ibu.
Ansel dan Nino tersenyum, mereka kini mengerti jika ada masalah antara Arka, ibunya dan juga Ryan. Meski tak begitu jelas apa masalahnya. Ibu Arka balas tersenyum pada Ansel dan juga Nino, ia juga tampak berusaha melakukan hal yang sama pada Ryan. Meski terlihat jelas, ia menyimpan kemarahan dan kekesalan yang begitu besar di matanya.
"Nanti kalau udah nggak sibuk, main kerumah ibu sama papa ya." ujar Ibunya dihadapan Ryan seakan hendak menyindir Ryan.
Didalam pikirannya, Ryan tengah berusaha mendekati Arka secara perlahan. Dan secara perlahan pula ia akan memberitahu anak mereka itu, jika ia adalah ayah kandungnya. Tanpa ibu Arka sadari, jika Ryan sudah mengaku sejak lama dan Arka pun telah menerima kehadiran pria itu.
"Kayaknya ibu baper deh, Ka." ujar Amanda memecah keheningan. Arka yang sejak tadi menyetir mobil pun hanya diam, lalu menghela nafas.
"Mungkin." ujarnya kemudian.
"Sebaiknya sebelum liburan ini, kita main dulu kerumah ibu, ajak anak-anak. Biar ibu juga nggak terlalu curiga, mengenai hubungan kamu sama daddy yang udah membaik."
"Iya." ujar Arka kemudian.
"Suatu saat kamu harus jujur, Ka. Nggak baik bohong terus sama orang tua, apalagi dia ibu kamu."
Arka mengangguk.
"Aku rasa ibu udah feeling sih, sama daddy. Cuma ibu belum mau percaya kalau belum terbukti."
"Menurut kamu, ibu udah tau?. Kalau daddy bilang ke aku, soal siapa dia." tanya Arka.
"Aku rasa hatinya bilang, iya. Cuma dia masih butuh bukti lebih lanjut aja. Ya namanya juga seorang ibu, Ka. Perasaannya pasti lebih peka."
Arka menghela nafas, dan tak berkata apa-apa lagi. Esok harinya mereka memutuskan untuk menginap dirumah ibu Arka. Mereka datang dengan bersikap biasa saja, seolah memang mereka tidak mengerti hal yang terjadi di antara ibu arka dan juga Ryan.
Ibu Arka pun tak lagi membahas masalah kemarin, ia fokus bergembira bersama cucu-cucunya. Akhirnya kebaperan itu pun sedikit terobati.
Setelah menginap disana, Arka dan Amanda berangkat untuk berlibur bersama anak-anak mereka. Ke sebuah vila bernuansa Bali yang ada di kawasan puncak Bogor, Jawa Barat. Villa tersebut milik teman semasa SMA Amanda, yang baru saja di bangun.
Disepanjang perjalanan Azka dan Afka tampak takjub, melihat banyaknya mobil yang lalu lalang disisi kanan dan kiri mereka. Mereka lebih banyak mengoceh kali ini.
"Adek kemana, dek?" tanya Arka pada kedua anaknya. Kini mereka berdua dipangku Amanda didepan.
"Hoaaaa."
"Hakhaa."
Keduanya tampak mengoceh. Arka dan Amanda saling menatap satu sama lain, sambil tersenyum.
"Jalan-jalan ya, kita?" tanya Amanda.
"Hoaaaa."
"Pegel juga ya, Ka. Kalau dipangku kayak gini." ujar Amanda pada suaminya.
"Iyalah, orang kamu udah berat ya dek, ya."
"Eheee."
"Haaaa."
Mereka berdua tertawa. Perjalanan pun berlanjut, ketika tiba di tujuan Azka dan Afka sudah tertidur. Amanda dan Arka masuk ke villa tersebut dan kebetulan tempatnya sudah dibersihkan.
"Ini kuncinya, ya." ujar si penjaga villa pada Arka.
"Kalau ada apa-apa, telpon aja saya mas. Ini nomornya." lanjutnya lagi. Ia menunjukkan nomor handphone yang tertera di sebuah kertas diatas meja.
"Baik pak, terima kasih ya." ujar Arka kemudian.
"Baik, makasih ya pak." ujar Arka.
Si penjaga villa itupun berlalu. Arka kini menuju ke kamar untuk menidurkan Azka, yang ada dalam gendongannya. Sementara Afka sudah terlebih dahulu dibawa Amanda.
"Hoaaa."
Azka tampak mengigau sedikit, ketika tubuhnya diletakkan oleh sang ayah ke atas tempat tidur.
Arka dan Amanda tersenyum, lalu mereka keluar untuk membereskan barang bawaan.
Siang itu mereka berenang bersama, kebetulan diluar tidak terlalu terik. Mereka kini bisa bersantai sambil melihat pemandangan sekitar,
karena kolam renang tersebut berada di lantai dua. Sedang posisi villa nya berada persis di atas bukit, yang menjorok ke area persawahan.
"Duh, view nya bener-bener dibuat kayak di Bali ya, Man."
"Makanya aku bilang, sebelum bisa pergi ke Bali ya kesini aja dulu. Kasian anak-anak kalau diajak jalan jauh, masih umur segitu."
"Sebenernya sih udah nggak apa-apa." ujar Arka.
"Iya tapi tetep aja repot, plus kita kan lagi nggak cuti.
"Iya sih. Ya udalah, disini juga cukup koq." ujar Arka.
"Kita nggak perlu jauh-jauh ya, dek ya." Arka berbicara pada Afka yang ada didalam gendongannya. Ia dan Amanda mengajak kedua bayi mereka untuk berenang. Kedua bayi itupun sangat senang dan antusias.
Mereka menggerakkan kaki serta tangan sambil memukul-mukul air. Hingga air tersebut menyiprat ke wajah mereka dan juga orang tua mereka.
"Belenang, belenang." ujar Amanda sambil membawa Azka ke sana kemari, sedang Arka kini berada disudut kolam sambil menunjukkan tumbuhan kepada Afka.
"Liat itu, itu ada pohon. Kamu suka pohon kan?"
"Hoaaaa."
Afka tertawa-tawa, Ia menggerak-gerakkan kedua kaki dan tangan tanda kesenangan. Malam itu mereka duduk diluar, sambil menikmati makanan yang dihidangkan oleh pihak resort.
Setelah itu Arka memainkan gitar yang ia bawa dari rumah. Ia dan Amanda bernyanyi dihadapan kedua anak mereka, sambil terus mengajak mereka berinteraksi.
I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And i think to myself what a wonderful world
I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day, the dark sacred night
And i think to myself what a wonderful world.
Afka dan Azka tertawa melihat kedua orang tua mereka bernyanyi, seolah mereka mengerti dan menikmati lagu tersebut. Arka dan Amanda pun lanjut bersenandung.
The colors of the rainbow so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by
I see friends shaking hands saying how do you do. They're really saying i love you.
I hear babies crying, i watch them grow
They'll learn much more than i'll never know
And i think to myself what a wonderful world
Yes i think to myself what a wonderful world