TIGA PRIA DARI DESA

TIGA PRIA DARI DESA
TPDD 72 (Jamal)


Suasana begitu sangat hening. Bahkan suara riuh dari luar gedung pun tak tedengar dari dalam kamar sebuah apartemen entah di lantai berapa.


Seorang pria terdiam di atas ranjang. Matanya menatap langit langit kamar. Salah satu tangannya terikat kencang. Sebenarnya dia bisa saja melepas tali dengan mudah, namun ancaman wanita yang sedang berbaring di dadanya membuat dia tak berkutik dan pasrah. Dia tidak mau kehilangan pekerjaan yang belum genap satu bulan di tekuni dengan gaji yang lumayan besar untuk seukuran supir.


Pria bernama Jamal juga mencerna ucapan wanita yang melingkarkan tangan di perutnya. Entah masalah apa yang sedang anak majikannya hadapi hingga dia bisa berkata tak ingin di tinggal dan tak mau sendiri. Tanpa banyak tanya, Jamal pun menurutinya.


Sebagai laki laki normal yang belum pernah merasakan dipeluk wanita. Tentu saja hati Jamal saat ini menghangat. Perlakuan Non Selin tentu saja membuat jiwa Jamal melambung ke awan awan. Ibarat kata, saat di kampung. Jamal hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya di peluk dan di cium wanita. Namun kali ini, dia mendapat semuanya. Senyum Jamal pun merekah saat dia mengingat bibirnya beradu dengan bibir anak majikannya. Sungguh dia tidak menyangka, dapat melakukan perang bibir seliar tadi. Ternyata menonton video dewasa ada manfaatnya juga. Seenggaknya dia bisa belajar sedikit tadi. Meski hal itu juga dipengaruhi oleh insting seorang laki laki.


"Mal?" panggil Selin lirih. Jamal sedikit kaget. Dia pikir Selin sudah tertidur.


"Iya, Non?" balas Jamal sembari sedikit menunduk menatap kepala Selin.


"Apakah selingkuh itu menyenangkan?" dahi Jamal berkerut mendengar pertanyaan Selin. Jamal pun sedikit paham kenapa Selin begini. Pasti dia teringat perselingkuhan mamah dan pacarnya.


"Aku kurang tahu, Non," jawab Jamal jujur. Bagaimana mungkin dia tahu, pacaran saja Jamal belum pernah, apalagi selingkuh.


"Kenapa banyak banget orang selingkuh, nggak mamah, nggak papah. Apa setia itu sulit?" Jamal tercengang mendengar perkataan Selun tentang tuan Gustavo. Bagaimana mungkin pria itu selingkuh juga. Jamal terdiam. Dia tidak bisa mengeluarkan jawaban apapun. Dia bingung mau jawab apa.


Selin mengangkat kepalanya dan mendongak menatap mata Jamal yang juga sedang menatapnya. Tiba tiba Selin bergerak mendekat ke wajah Jamal dan mendaratkan bibirnya di pipi supir tampannya dalam dalam.


Rasa hangat bercampur takjub seketika menjalar di sekujur tubuh Jamal. Selin benar benar membuat jiwa laki lakinya berdesir. Setelah melayangkan bibirnya, Selin menatap Jamal dengan sangat begitu dekat. Bahkan satu tangan Selin mengusap lembut pipi supirnya hingga lagi lagi hati Jamal berdesir hebat.


"Kelak kalau kamu punya pasangan, kamu jangan selingkuh ya, Mal?" tanya Selin sambil menatap lekat mata sang supir. Jamal hanya mangangguk. Setelah itu Selin kembali menempelkan bibirnya di pipi.


Entah Selin masih mabuk atau tidak saat melakukan semua itu. Yang pasti suaranya masih berat dan matanya memerah. Atau mungkin efek mabuknya sudah hilang sebab Selin sempat tertidur saat dalam perjalanan dari club menuju apartemen.


"Non?" panggil Jamal pelan.


"Hum," sahut Selin sambil menggeliat. Jamal dibuat menegang dan merasa sesak nafas karena sebelah dadanya bersentuhan dengan bukit kembar milik Selin. Walau sama sama terbungkus kain, namun tetap saja masih ada rasa jika bersentuhan.


"Tadi kenapa pergi begitu saja? Ninggalin aku di parkiran?" tanya Jamal sambil mengusap rambut anak majikan itu. Meski tangannya terikat, tapi tali yang digunakan cukup panjang jadi Jamal masih mudah menggerakkan tangannya.


Bukannya Selin menjawab, dia malah mendongak dan kembali melayangkan ciumnya di pipi Jamal begitu dalam. Menambah makin tak karuan perasaan sang supir.


"Maaf," cuma itu yang Selin ucapkan setelah melayangkan bibirnya. Kemudian dia kembali merebahkan ke tempat seperti semula.


Jamal tak bisa berkata kata lagi. Semua pertanyaan yang ingin dia lontarkan saat mencari Selin, menguap begitu saja karena perlakuan Selin saat ini. Hingga membuat Jamal resah bukan main.


Setelah terdiam beberapa saat, entah apa yang ada dipikiran Selin. Tiba tiba Selin merubah posisinya. Jamal begitu kaget saat Selin pindah ke atas tubuhnya dengan posisi tengkurap dan wajah mereka sungguh sangat begitu dekat.


"Non Sel ... "


Jamal tidak bisa meneruskan ucapannya karena mulutnya di tutup dengan bibir Selin. wanita itu tidak hanya menyerang bibir Jamal, tapi tangannya juga membuka kancing baju pria itu. Mata Jamal membelalak tapi dia tak dapat berontak ataupun teriak.


"Non Selin, apa yang mau kamu lakukan?" tanya Jamal dalam hati.


...@@@@@...


Oh iya readaer, kunjungi juga karyaku di tempat sebalah, gratis, kok bacanya, nama pena sama ya, kunjungi yuk,