TIGA PRIA DARI DESA

TIGA PRIA DARI DESA
TPDD 232 (Rizal)


"Miranda memang bukan anak kandung kami, besan."


"Apa!" pekik Besan


"Papi!" pekik Mami Miranda.


"Jadi? Hahaha ..." ucap Miranda disertai tawa. Tawa yang terdengar sangat pilu. Tawa yang timbul akibat rasa sakit atas kenyataan yang baru Miranda dengar.


"Aku bukan anak kandung kalian? Hahaha ..." tanya Miranda lagi sekedar untuk menegaskan, antara percaya dan tidak percaya. Namun kenyataan ini memang membuat Miranda sangat syok.


"Mir ..." panggil Mami mertua.


"Dengar, kan, Mi? Mami denger, kan, barusan? Ternyata dugaan Mami benar, kan? Aku bukan anak mereka? Hahah ... ini gila ..." racau Miranda.


Di tempat lain, Rizal dan Mbak Sari yang menguping pembicaraan para majikannya juga nampak terkejut mendengar kenyataan. Rizal yang awalnya ingin mengawasi Miranda karena takut wanita itu kenapa kenapa, dibuat terkejut dengan fakta yang menyakitkan.


"Jadi Non Miran?" tanya Mbak Sari dengan tatapan tak percaya juga. "Astaga! Kasian banget Non Miran."


"Iya, Mbak. Aku pengin kesana tapi suasananya belum pas."


"Jangan dulu, Zal. ini masalah keluarga Non Miran. Entar kamu dituduh nyari muka."


"Tapi Non Miran ..."


"Udah, kita dengar aja dulu."


Menangis dan tertawa, berbaur jadi satu pada wanita yang baru saja mendapatkan kenyataan tak terduga. Wanita itu terduduk dengan tatapan lurus ke arah orang tuanya.


"Jadi ini alasannya? Kalian tidak suka lihat aku bahagia? Astaga!"


"Bukan begitu, Mir ..."


Bukan begitu apa, Pi? Bukan begitu apa?" tanya Miranda merasa muak. Mereka masih saja mencari pembenaran atas sikap salah mereka. Bahkan Papi Miranda diam saja saat sang istri menampar Miranda dan mengeluarkan kata yang menyakitkan.


"Sebenarnya apa yang ada di pikiran kalian sih? Apa?" tanya Mami mertua. "Jika memang Miranda bukan anak kalian, kenapa kalian malah menyiksa batinnya? Kenapa tidak kalian lepaskan saja dari dulu."


Jelas sekali Mami mertua nampak geram dengan sikap besannya. Seburuk buruknya Tomi, mereka saja selalu berusaha memberi yang terbaik untuk anaknya.


Kedua orang tua Miranda terduduk dan menunduk. Mereka tidak menyangka hari seperti ini akan tiba. Hari dimana anak yang mereka besarkan tanpa ketulusan harus tahu yang sebenarnya.


Jika diperhatikan, diamnya Papi Miranda adalah bentuk ketidak tegasan dirinya kepada sang istri. Jelas sekali dari sikapnya yang sedari tadi lebih banyak diam daripada membela Miranda.


"Dia hanya anak adopsi."


Deg!


Miranda terperangah. Tangisnya semakin pecah. Mami mertua langsung meraih dan memeluknya guna memberi kekuatan. Tomi dan Papi mertua juga nampak terkejut mendengarnya. Entah apa yang dirasakan Tomi saat ini, yang pasti dengan kenyataan yang baru dia dengar akan memudahkan Miranda terlepas dari tangannya. Apa lagi orang tua kandungnya sendiri terlihat sangat menyayangi menantunya itu.


"Jadi hanya karena dia anak adopsi, kalian tega berbuat sejauh itu? Apa salah dia?"


"Setidaknya dia harus punya rasa terima kasih karena kami telah mengangkat derajatnya, telah membantunya agar hidup enak sampai sebesar ini, bukan mempermalukan kami dengan perselingkuhannya," ucap Mami membela diri dan ucapannya sungguh sangat menyakitkan di telinga Miranda.


"Justru kami yang malu karena berbesan dengan kalian," balas Papi Mertua dengan penuh penekanan hingga kedua orang tua Miranda terkejut dan langsung menatap Papi mertua dengan tatapan syok dan tak percaya.


"Apa maksud anda?"


"Ya. Kami malu punya besan yang seegois kalian. Kami pikir kami sudah egois karena demi kesembuhan Tomi, kami memaksa kalian menikahkan Miranda dengan Tomi. Tapi nyatanya apa? Kalian menerima tawaran kami karena kalian takut jatuh miskin, iya, kan? Dan sekarang, kalian masih menyakiti Miranda dengan kata kata pedas serta tidak mau mengerti kenapa dia berselingkuh, apa itu juga karena kalian takut miskin? Hah!"


"Apa maksud anda? Yang namanya berselingkuh tetap salah. Kenapa anda malah membela orang yang salah?" ujar Mami Miranda.


"Oke jika menurut pandangan kalian, Miranda tetap salah, sekarang kalian tanya sama Tomi? Sejak kapan Tomi berselingkuh? Tanya! gertak Papi mertua. "Tanya sama Tomi, kenapa sejak awal menikah Tomi lebih suka selingkuh dengan laki laki? Kenapa dia tidak mau menyentuh Miranda? tanya!"


"Pi!" pekik Tomi. "Kenapa Papi malah belain Miranda sih? Disini yang anak kandung itu aku apa Miranda?"


"Papi tidak akan pernah membela orang orang yang salah, paham!" bentak Papi mertu, Lalu dia memandang ke arah besannya yang nampak kebingungan.


"Kenapa? Kenapa kalian malah diam? Apa karena kalian takut sama saya jadi kalian membela Tomi?" cecar Papi kepads dua orang itu. "Oke, jika kalian takut, Mulai hari ini saya akan menarik semua saham saya dikantor anda!"


"Apa!"


...@@@@@@...