TIGA PRIA DARI DESA

TIGA PRIA DARI DESA
TPDD 197


"Ri, obat perangsangnya di bawa kan?"


"Bawa dong, nih disaku."


"Sip! Pokoknya malam ini kita harus bisa garap tiga cewek itu sampai pagi."


"Beres! Hahaha ..."


Iqbal terkejut mendengarnya. Karin dalam bahaya. Iqbal harus bertindak. Segera dia mengambil ponselnya, Tapi sayang, saat dia mengirim pesan memberi tahu rencana mereka, ponsel Karin dalam keadaan mati dan sedang di isi daya.


"Kenapa centang satu semua?" umpat Iqbal lirih. Iqbal terus berdiam di tempat itu. Beruntung, pohon hias tempat persembunyian Iqbal lumayan rindang dan tempat itu agak gelap. Jadi sangat aman untuk Iqbal terus memantau.


Ketika Rio dan Candra sedang melakukan persiapan, terdengar suara Aleta menyapa mereka. Iqbal memasang telinga tajam untuk menguping pembicaraan mereka.


"Gimana persiapannya?" tanya Aleta dengan gaya genitnya. Bahkan pakaian yang dia kenakan sangat menggugah selera dua pria di hadapannya.


"Beres, bentar lagi juga selesai," jawab Rio.


"Emang tugas kita nanti ngapain sih?" tanya Candra.


Sebelum menjawab Aleta melongok sejenak keadaan ke dalam guna memastikan Karin tidak ada disana.


Mendengar pertanyaan Candra seperti itu, Iqbal langsung kepikian untuk merekamnya. Jaraknya yang lumayan dekat membuat Iqbal mudah menjangkau suara mereka. Iqbal langsung mencari menu recording dengan kamera dan langsung mengaktifkannya. Tangan iqbal disodorkan dengan merayap di bawah tembok agar suara mereka terekam dengan jelas.


"Dengerin baik baik nih, jadi nanti saat Karin tidak sadarkan diri, kalian pura pura sedang melakukan hubungan badan, bertiga gitu. Nanti Kalian selfi juga seakan akan kalian bertiga mau pamer."


Iqbal sangat terkejut mendengarnya. Bisa bisanya ada kakak begitu tega pada adiknya sampai ingin berbuat hal menjijikkan seperti itu.


"Bagaimana caranya agar Karin tidak sadarkan diri?" tanya Candra.


"Tenang, Belinda sudah bawa obat tidur. Nanti kita bersikap biasa saja, agar Karin tidak curiga."


"Apa kalian berbuat sejauh ini, hanya demi mendapatkan supir kalian?" tanya Rio.


"Tentu, jika foto Karin buat ancaman, pasti Iqbal akan tunduk sama kita. Dan orang tua kita juga semakin percaya sama kita, biar kita bisa bebas bertemu cowok tampan kayak kalian."


Iqbal terperanjat mendengarnya. Dia seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar. Belinda dan Aleta melakukan semua ini karena dirinya. Demi mendapatkan Iqbal, mereka harus melakukan rencana menjijikkan seperti ini.


"Baiklah, sesuai bayarannya, kita pasti akan melakukan tugas kita dengan baik, Nona Aleta," ucap Candra.


"Terus panggil apa dong? Sayang?" goda Candra.


"Sayang juga boleh," balas Aleta makin genit dan makin menempel pada pria bertato tersebut.


Mereka bertiga serentak tertawa, sedangkan Iqbal mendengus dan merasa muak mendengarnya. Iqbal menarik tangannya dan berhenti merekam mereka.


"Sialan, mereka keterlaluan," umpat Iqbal. "Sekarang aku harus bagaimana?"


Iqbal terus berpikir keras. Dia mengecek ponselnya, pesan yang dia kirim ke nomer Karin masih centang satu. Iqbal menyimpan ponselnya dalam saku.


Tak lama kemudian Belinda datang sambil membawa beberap minuman kaleng dan botol.


"Nggak ada yang beralkohol, Bel? Masa soda semua?" tanya Rio.


"Ada kok, Let ambil gih," ucap Belinda.


"Oke."


Belinda menaruh beberapa minuman diatas meja, dimana letak meja itu agak dekat dengan deretan pohon rimbun tempat persenyembunyian Iqbal. Sedangkan tempat berbeque ada di sisi seberang. Semua bahan berbeque juga mereka keluarkan.


Iqbal terus memperhatikan gerak gerik mereka. Dia harus bisa menggagalkan rencana Belinda. Dia harus bisa melindungi Karin, bagaiamana pun caranya. Iqbal kembai menyalakan ponselnya dan merekam kegiatan mereka dalam bentuk video


Belinda membuka semua kaleng minuman ringan bersoda dan menuangkan ke dalam satu wadah berisi es batu. Rio dan Candra, mulai memanggang potongan daging ayam dan sapi sambil membaluri bumbu. Beberapa saat kemudian Karin pun keluar bersama Aleta.


Agar tidak dicurigai, semua minuman tidak Belinda canmpur dengan obat yang dia bawa. Dia membiarkan Karin menikmati acaranya dulu dan ikut seru seruan.


Hingga beberapa lama kemudian, Belinda mulai menjalankan aksinya saat Karin meminta air minum lagi. Belinda dengan senang hati mengambilkan air minum yang Karin minta. Dan saat Karin lengah, Belinda mengambil sesuatu di dalam saku celana ketatnya dan membuka isinya yang ternyata berisi obat tidur dalam bentuk bubuk.


"Waktunya beraksi, setelah ini, aku yakin, Iqbal akan bertekuk lutut di antara pahaku," ucap Belinda sambil tersenyum.jahat.


Tanpa Belinda sadari, perbuatannya saat ini terekam jelas oleh ponsel milik Iqbal.


"Sekarang aku harus bertindak," gumam Iqbal.


...@@@@@...