
"Tuan, kenapa dari tadi senyum senyum sendiri?"
"Mbok Sum merhatiin?" wanita paruh baya itu mengangguk. "Aku lagi seneng, Mbok. Besok Selin akan pulang ke rumah."
"Wah! Benarkah, Tuan?" kini giliran Gustavo yang mengangguk sembari tersenyum senang. "Syukurlah, berarti saya besok harus rapiin kamar Non Selin ya, Tuan?"
"Harus dong, Mbok. Sekalian kamar Jamal juga ya, Mbok,"
"Beres, Tuan."
Akhirnya Gustavo bisa tersenyum lega karena sang anak sudah mau memaafkannya. Meski syarat kepulangan Selin tidak mudah, tapi mungkin memang sudah saatnya Selin mengetahui apa yang memang seharusnya Selin tahu.
Selin memang tidak mendesak kapan permintaanya diwujudkan, tapi sebagai seorang ayah dan seorang pria yang telah banyak menyakiti anaknya, Gustavo ingin bersikap terbuka dan tanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Dia juga tidak mau merasa bersalah seumur hidupnya jika tetap merahasiakan masa lalu Selin.
Bukan hanya Gustavo, Selin juga sejujurnya merasa bahagia bisa berdamai dengan sang papa. Sudah lama dia merindukan sosok ayahnya. Dan hari ini, pertemuan dengan ayahnya yang tak sengaja, menjadi jalan bagi dia untuk berdamai.
Sekarang Selin tinggal siapin mental, karena dia akan diajak ke pemakanan ibu kandungnya juga akan menemui anak Gustavo yang lain.
Selin sengaja meminta pulang esok hari karena malam ini Selin ingin menghabiskan waktu berdua dengan Jamal. Selin tahu jika sudah di rumah, pasti Selin akan susah tidur berdua dengan supir rasa pacar tersebut.
Seperti saat ini, mereka sedang makan malam. Tapi Selin dengan manjanya merengek seperti anak kecil minta disuapi. Tentu saja Jamal tidak bisa menolak. Apa lagi saat ini bisa dikatakan kalau ini adalah malam terakhir mereka melakukan itu semua.
Rasa bahagia juga dirasakan oleh Jamal. Setidaknya Selin mau berdamai dengan ayahnya adalah hal yang membuat Jamal akhirnya bisa bernafas lega.
Tapi satu yang masih mengganjal pikiran Jamal adalah apakah Selin dan mamahnya bisa saling memaafkan? Terlepas dari pengkhianatan Sandra dan Rio, apa mungkin Selin mau memaafkan mamahnya? Sebagai supir, Jamal memang belum mengetahui rahasia yang ada antara Selin dan Sandra. Yang Jamal tahu, Selin adalah anak kandung Sandra.
"Sudahlah, Mal. Aku kenyang," ucap Selin mengakhiri makan malamnya.
"Tinggal dikit lagi, habisin dong?" pinta Jamal, tapi Selin menggeleng. "Baiklah," ucap Jamal pasrah dan dia yang menghabiskan sisa makanan itu.
Sudah menjadi kebiasaan baru bagi Jamal, makan satu porsi berdua dengan anak majikannya. Jika Selin tidak mau menghabiskan, maka dengan suka rela Jamal akan menghabiskannya.
"Mau langsung ke kamar atau dimana dulu?" tanya Jamal sebelum mengangkat tubuh Selin dalam gendongan.
"Nonton televisi dulu lah, baru jam segini," pinta Selin dan Jamal langsung menurutinya. Jamal membawa Selin duduk di sofa terus mereka berdampingan sembari menyalakan televisi.
"Mau nonton film atau apa nih?" tanya Jamal yang memegang remote.
"Nonton Video dewasa aja, Mal. Tapi yang live," pinta Selin sambil merebahkan kepalanya di pangakuan Jamal.
"Astaga! Entar pengin loh, Non," ucap Jamal memperingati, tapi tangannya menuruti apa yang Selin minta. Beruntung Selin sudah mengajarkan cara mencari situsnya jadi Jamal dengan mudah menemukan situs yang dia cari.
"Kalau pengin ya tinggal main sama kamu, kan ini malam terakhir kita tidur bareng, Mal," ucap Selin mengingatkan.
"Ah iya, Ya udah, nanti kita puas puasin mainnya ya, Non?" pinta Jamal dan Selin mengiyakan. Jamal pun memilih sepasang video anak muda dari luar negeri, yang sedang melakukan siaran langsung tanpa mamakai pakaian apapun.
"Awas Non, minggir dulu, aku mau lepasin celana." Selin pun mengangkat kepalanya dan membiarkan Jamal melepas semua celananya. Setelah celana terlepas, Selin kembali merebahkan kepalanya dengan tangan memegang batang Jamal yang mulai menegang.
Awalnya mereka fokus menonton apa yang terjadi dalam saluran layar datar, tapi lama kelamaan, keduanya pun terbakar gejolak. Bukan hanya dengan tangan, Selin juga mulai memainkan batang Jamal dengan lidah dan mulutnya.
Begitu juga dengan Jamal. Tangannya sudah merayap masuk ke dalam baju Selin dan memijat dua benda yang ada di dada anak majikannya.
Cukup lama mereka melakukan seperti itu dan mereka sama sama menikmatinya.
"Mal, masukin?" rengek Selin dengan suara yang sangat seksi.
"Masukin di atas ranjang aja, yah?" Selin mengangguk. Jamal pun bangkit dan mengangkat tubuh Selin dan membawanya ke dalam kamar untuk melanjutkan permainan mereka.
...@@@@@...