
"Ini, Mal pakaian kamu dan pakaian Non Selin," ucap wanita paruh baya sambil memberikan sebuah kantong berisi baju ganti.
"Makasih Mbok Sum, maaf jadi ngerepotin," ucap Jamal.
"Nggak apa-apa, kok. Non Selinnya mana?" tanya Mbok Sum.
"Di kamar, Mbok. Lagi tidur mungkin," balas Jamal.
"Kasian Non Selin. Jaga dia baik-baik, Mal. Dia nggak ada teman akrab sejak kejadian den Rio dengan Nyonya Sandra. Dia malu bergaul sama teman-temannya."
"Iya, Mbok. Tuan Gustavo juga berpesan begitu sama saya."
"Ya udah, Mbok pulang dulu ya? Jaga diri kamu baik-baik. Salam buat Non Selin."
"Iya, Mbok. Nanti Jamal sampekan. Maaf ya, Mbok. Nggak bisa bantuin Mbok Sum kerja pagi-pagi."
"Nggak apa-apa, lakukan aja tugasmu disini, ya udah, Mbok pamit, Mal."
"Iya, mbok. Hati-hati."
Setelah Mbok Sum menghilang, Jamal pun kembali menutup pintu apartemen dan menguncinya. Dia melangkah menuju kamar dimana Selin berada. Wanita itu masih asyik berbaring tanpa busana dan hanya ditutupi selimut. Jamal hanya menggeleng serta mengulas senyum tipis melihat kelakuan anak majikannya.
"Nggak bosen di dalam kamar terus, Non?" tanya Jamal sambil duduk ditepi ranjang. Selin seketika bangkit dan memeluk Jamal dari belakang.
"Enggak, kan ada kamu, Mal," balas Selin manja hingga Jamal merasa gemas dibuatnya.
"Ya udah, sekarang kita keluar, makanannya udah datang dari tadi, malah nggak langsung dimakan," ajak Jamal.
"Gendong," rengek Selin.
"Astaga! Ya udah ayo," Selin langsung bersemangat dan melingkarkan tangannya di leher Jamal. Sedangkan Jamal mengangkat tubuh Selin dan meletakkan tangannya di pantat Selin yang tidak memakai apa-apa. Empuk dan kenyal, itulah yang Jamal rasakan.
Jamal menggendong tubuh Selin seolah tak ada beban di punggungnya. Dengan enteng dia membawa Selin keluar kamar menuju meja makan.
Sesampainya di sana, Jamal menyuruh Selin duduk dan dia menyiapkan segala keperluan buat makan.
"Aku suapin," pinta Selin. Dan hanya bisa mengacak-acak rambut Selin karena gemas tanpa mampu menolaknya. Akhirnya mereka pun makan sesendok berdua. Hingga tak butuh waktu lama, makanan pun telah habis. Sebenarnya masih ada beberapa makanan yang belum dibuka, tapi karena mereka udah kenyang, makanan yang belum dibuka meraka biarkan buat nanti, siapa tahu lapar lagi.
Semampainya di depan televisi, Selin mengarahkan cara menyalakan tv dan mencari chanel dan Jamal pun cepat mengerti hanya dalam sekali tunjuk.
Jamal memilih acara yang kiranya menarik sedangkan Selin tiduran dipangkuan Jamal menghadap ke arah perut Jamal.
"Film yang bagus, ada di chanel apa sih, Non? Kok susah nyarinya," ucap Jamal yang merasa kesal karena begitu banyak pilihan chanel tapi dia tidak nenemukan chanel khusus film.
Selin berpindah posisi, kini dia menghadap ke arah televisi dan meraih remot di tangan Jamal. Saat Selin akan mencari chanel yang Jamal maksud, otak nakalnya tiba-tiba bekerja. Berhubung televisi yang ada disana memang terhubung dengan internet, Selin mengaktifkan aplikasi tanpa sensor kemudian dia mengetik situs film dewasa
"Astaga! Kok malam film ginian sih, Non?" protes Jamal saat melihat layar televisi menampilkan berbagai adegan panas yang siap di tonton.
"Nonton yang live aja ya?"
"Emang ada?"
"Banyak."
Selin pun mengetik nama situs dan membukanya. Mata Jamal membelalak. Banyak pilihan Live terpampang di layar sana.
"Mau yang mana? Tinnggal pilih?"
"Sini, aku aja yang pilih," Jamal pun merampas remot di tangan Selin. Wanita itu bangkit dan meraih boxer jamal serta menurunkannya.
"Belum nonton aja udah tegang kamu, Mal," cibir Selin, Jamal hanya cengengesan kemudian dia kembali fokus mencari video yang ingin dia tonton.
Selin kembali merebahkan kepalanya di pangkuan Jamal. Tapi kali ini sembari mulutnya memainkan benda menegang Jamal yang sudah menegang. Sedangkan Jamal memilih Video seorang wanita cantik yang sedang main sendiri dengan menggunakan alat bantu secara live.
"Gila! Main gituan ditonton jutaan orang di seluruh dunia," ungkap Jamal heran.
"Namanya juga nyari duit, dapat uang banyak loh itu," balas Selin disela sela menjilati benda menegang milik Jamal.
Jamal hanya mengggelengkan kepala dan kembali fokus menonton acara yang ada dihadapannya sambil menikmati perlakuan Selin yang sedang menikmati benda menegang dengan mulut. Sudah dipastikan, setelah ini mereka akan bertempur kembali.
...@@@@@...
Maaf ya gengs, babnya masih bau bau itu. hihihii. Bentar lagi ada konflik kok, nggak nyangka hampir tiga puluh bab isinya gerah semua. Semoga kalian suka dan tidak bosen mengikuti dan memberi dukungan. makasih.