
"Ada apa lagi, Nyonya Sandra?"
"Ikuti saya, saya ada kejutan buat kamu."
"Kejutan apa, Nyonya? Apa sebenarnya yang anda inginkan dari saya?"
Sungguh, seandainya bukan karena rasa hormat, ingin rasanya dia meluapkan ganjalan yang ada pada hati Jamal saat ini. Mungkin jika Selin menceritakan kepada Jamal kalau Sandra bukan ibu kandung Selin, sikap Jamal akan lebih tegas. Tapi sayangnya Jamal belum tahu akan hal itu. Yang Jamal tahu, Sandra adalah ibu kandung Selin yang harus dia hormati meski yang menggaji Jamal adalah Tuan Gustavo.
"Kamu tinggal nurut sama saya. Ikuti saya, ada yang harus saya sampaikan sama kamu," ucap Sandra dengan angkuhnya. Entah apa yang Sandra rencanakan saat ini, yang pasti dia sepertinya sangat yakin kali ini akan berhasil menaklukan pria yang sekarang berdiri di hadapannya.
"Maaf, Nyonya. Saya tidak mau ada kesalah pahaman lagi antara saya dengan Rio dan juga Nona Selin. Jika Nyonya ingin berbicara dengan saya, Nyonya ajak Rio dan saya ngajak Non Selin, bagaimana?" sontak saja Sandra terkesiap. Dia tidak menyangka Jamal menolak ajakannya. Bahkan dengan beraninya Jamal seperti menantang dirinya meski ucapan Jamal terdengar sopan tapi cukup menampar harga diri Sandra.
"Ini tidak ada hubunganya dengan mereka berdua. Ini hanya mengenai kamu, oke, kalau kamu nggak mau ikut, kita bicara disini," ucap Sandra dengan emosi yang sudah membakar dadanya. Dia meraih ponsel dan menunjukkan foto dimana Jamal dan Belinda tak sengaja bertemu saat sedang piknik.
Awalnya Jamal terkejut, tapi tak lama kemudian dia dapat mengendalikan gemuruh di dadanya. Sedangkan Sandra tersenyum tipis dan meremehkan sikap Jamal yang kelihatan tenang.
"Kenapa di belakang Selin, kamu seenaknya berbuat seperti ini? Kenapa? Apa kamu tidak menjamin Selin tidak akan kecewa jika melihat kamu seperti ini?" ucap Sandra lantang. Tangannya dia lipat di dada dengan tatapan terus memandang Jamal yang terdiam.
"Non Selin sudah tahu tentang foto itu, Nyonya," jawaban Jamal sukses membuat Sandra kembali terkejut. Bahkan mata Sandra hampir membelalak sempurna saat Jamal dengan santainya berbicara. tatapan tajam dia layangkan kepada pemuda itu.
Sedangkan Jamal sungguh merasa jengah dengan apa yang terjadi detik ini. Entah apa yang di inginkan wanita di hadapannya. Sandra sungguh ingin melindungi Selin atau hanya ingin membuat Selin sakit hati kembali? Jamal benar benar dibuat bingung melihat sikap Sandra.
"Jangan bohong kamu, aku yakin kamu menyembunyikan hal ini dari Selin, iyakan? aku tahu kamu takut Selin mengetahuinya," ucap Sandra terlihat sangat percaya diri sekali. Jamal semakin frustasi. Bukan karena takut akan ancaman Sandra, tapi Jamal heran dan jengah dengan sikap wanita yang usianya mungkin sama dengan usia wanita yang telah melahirkan Jamal.
Sandra sendiri semakin terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Jamal. Dia terbungkam, dia bingung mau mambalas dengan jawaban seperti apa. Sandra bersikap di luar logika sebagai seorang wanita dewasa hanya karena ambisi ingin berdua dengan Jamal. Pria tampan yang sangat susah dia taklukan. Bahkan kali ini pertanyaan Jamal berhasil membuat Sandra mati kutu.
"Sekarang saya tanya sama Nyonya, sebenarnya apa yang nyonya mau dari saya? Nyonya terus mendatangi saya, sedangkan Nyonya tahu saya bertugas menjaga anak Nyonya? Kenapa Nyonya begitu tega sama Non Selin?"
Sandra hanya bisa diam. Ada jawaban kalau dia menginginkan Jamal, tapi itu tidak mungkin dia ucapkan.
"Jamal!" teriak seorang wanita yang pastinya sangat Jamal kenal dengan pemilik suara tersebut. Jamal menoleh dan melihat Selin berdiri di seberang mobil. Begitu juga dengan Sandra, dia menoleh ke arah Selin juga.
"Ada apa, Non? Kok keluar lagi?" tanya Jamal sembari mendekat ke arah Selin.
"Kayaknya ponselku tertinggal di mobil," jawab Selin agak gugup. Sementara Sandra memilih diam dan dia berlalu begitu saja.
Sandra terlihat frustasi. Perkataan Jamal sungguh telah melukai harga dirinya. Sandra hendak membuka pintu mobilnya, tapi tiba tiba gerakannya ditahan oleh seseorang hingga Sandra terkejut dan dia menoleh.
"Rio!"
"Jadi diam diam tante masih mengharapkan Jamal?"
@@@@@