
Ryu pun menatap danau tersebut dengan seksama, kemudian menatap Jiu Tou She dan Tou Shuijing.
" Jiu, Shuijing... Apa kalian mengenal mereka? Atau mereka bagian dari Ras kalian? " Tanya Ryu sambil menatap ke arah kedua Hewan Kontrak miliknya.
" Dewa Agung, mereka memang terlihat sama dengan Ras Ibuku, namun bukan bagian dari kami. Tapi dalam ingatanku, kekuatan fisik mereka sangat mengerikan." Jawab Jiu To She sambil menggelengkan kepala.
" Tapi itu dulu! Sekarang akan berbeda ceritanya." Ucap Tou Shuijing seraya tersenyum merasakan Aura dari dalam danau tersebut.
" Ya, sepertinya kita berdua akan menjadi puncak rantai makanan di danau ini." Jiu Tou She tersenyum lebar mengetahui tujuan Tou Shuijing.
" Sepertinya danau ini terowongan yang menghubungkan ke Dunia yang lainnya. Danau ini juga sangat dalam dan memiliki banyak Hewan Roh lautan." Ucap Ryu sambil menyentuh tangannya pada air di danau tersebut terasa asin, yang menandakan bahwa itu adalah air laut.
" Dewa Agung, serahkan saja kami berdua! Kami akan menyelesaikan semuanya." Ucap Jiu Tou She kembali merasakan darahnya bergejolak, sambil menoleh ke arah Tou Shuijing.
" Baiklah... Kami akan menunggu kalian disini." Meskipun Ryu dan 22 Istrinya beserta Pasukan Semesta dengan mudah masuk ke dalam danau, namun dia tidak ingin mengganggu kesenangan kedua Hewan Kontrak tersebut.
" Terimakasih Dewa Agung." Ucap Tuo Shuijing dan Jiu Tou She langsung berubah wujud kemudian menyelam ke danau itu.
Setelah beberapa Jam, Danau yang awalnya jernih kebiruan kini secara perlahan menjadi merah bercampur darah.
Pasukan Semesta yang berada di dekat danau tersebut merasa khawatir takut terjadi sesuatu Pada Tou Shuijing dan Jiu Tou She. Namun Ryu dan 22 Istrinya kini masih terlihat santai.
Kini tatapan mata anggota Pasukan Semesta tertuju pada Ryu yang tidak merasa khawatir, lalu menoleh ke arah 22 Istri Ryu hanya sekilas.
Pasukan Semesta begitu enggan menatap ke arah 22 Istri Ryu terlalu lama. Tentu sebagai pria normal, saat melihat Istri Ryu mereka hampir tidak bisa mengendalikan pikiran dengan keindahan yang begitu sempurna.
Bahkan anggota wanita Pasukan Semesta juga begitu iri dengan Istri Ryu yang memiliki kulit putih dan mulus serta bentuk tubuh yang sangat sempurna.
Apalagi jika mengingat keindahan sayap dari 22 Istri Ryu. Tentu sebagai seorang wanita, mereka juga menginginkan keindahan seperti itu.
Di sisi lain Ryu masih bersikap santai karena dia tau jika Tou Shuijing dan Jiu Tou She berada di air, maka kekuatan mereka akan bertambah berkali-kali lipat.
Hal itulah yang membuat Ryu dan 22 Istrinya tidak khawatir.
Setelah beberapa Jam, Tou Shuijing dan Jiu Tou She pun keluar dari dalam danau dengan wajah senang.
" Shuijing, Jiu... Apa yang kamu temukan disana?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah mereka.
" Dewa Agung, di dasar danau disamping Ular Laut berkepala tiga dan Ular laut berkepala lima, danau ini ternyata memiliki banyak tumpukan kristal spiritual, kristal roh dan Mutiara kerang langit." Ucap Tou Shuijing sambil mengeluarkan semua yang mereka dapatkan dari danau tersebut.
Ryu yang melihat hal itu, tentu saja dia mengetahui bahwa kedua jenis kristal tersebut adalah jenis Sumberdaya yang digunakan oleh Ras Peri dan Ras Hewan Buas.
Namun kali ini Ryu tidak membahas kedua kristal tersebut, karena belum ada cara untuk menyerapnya. Kini dia fokus pada Mutiara kerang langit yang persis dengan yang ada di Dunia Quzhu, namun memiliki Aura yang sangat kuat.
" Jiu, Shuijing... Sepertinya apa makhluk yang meninggalkan mutiara ini?" Tanya Ryu sambil menunjuk ke tumpukan mutiara.
" Baiklah, sekarang kita masuk ke lorong itu!" Ucap Ryu sambil mengambil tumpukan ketiga benda tersebut ke Cincin miliknya.
Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak.
Tentu saja Ryu dan 22 Istrinya serta Pasukan Semesta bisa bergerak dengan bebas ketika berada di dalam air.
Itu semua karena mereka sudah menyerap Ginseng Air yang juga memiliki fungsi agar bisa bernafas di dalam air.
Tanpa menunggu lama, mereka pun satu-persatu terjun ke dalam danau, dimana di dalam danau tersebut memiliki gravitasi yang sangat kuat.
Semakin dalam mereka menyelam, semakin mereka merasakan tekanan pada tubuhnya semakin kuat menekan ruang gerak mereka.
Setelah mencapai kedalaman 200 meter, Ryu dan 22 Istrinya serta Pasukan Semesta telah mendarat di dasar danau tersebut.
" Dewa Agung." Tou Shuijing menunjuk sebuah lorong besar yang terlihat sekeliling sangat luas bahkan tidak terlihat sisi tepian yang lain.
" Tidak aku sangka, di kedalaman ini sangat luas bahkan lebih luas dari sebuah Kota." Ucap Ryu sambil melihat sekeliling mereka.
" Dewa Agung, mari kita menyusuri lorong ini." Jiu Tou She menuntun jalan kepada mereka untuk memasuki lorong tersebut.
Mereka pun terus menyusuri lorong itu hingga terlihat tumpukan Batu Roh menyebar di seluruh bagian dasar lorong.
" Hmmm... Sepertinya Batu Roh ini cukup membantu perjalanan kita." Meskipun Ryu memiliki tambang Batu Roh, namun jika digunakan untuk pergi ke Dunia lainnya. maka harus membutuhkan Batu Roh yang lebih banyak lagi.
" Dewa Agung, Kami akan mengumpulkan Batu Roh ini." Pasukan Semesta juga turut membantu untuk mengumpulkan Batu Roh agar mempercepat perjalanan mereka.
Semakin ke dalam, kini juga terlihat Mutiara kerang langit menutupi dasar lorong tersebut.
" Dengan begini, bukan tidak mungkin aku bisa membuat Istana naru yang lebih Besar dan lebih indah Lagi." Ryu tersenyum lebar dengan banyaknya Mutiara kerang langit, dia berniat untuk membuat Istana yang lebih besar dan kuat saat mencapai Dunia Tiantang.
" Suamiku, kita harus membuat Istana yang baru saat berada di Dunia Tiantang. Kita akan membuat Kekaisaran yang baru saat berada disana." Xin Xian juga tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk mengumpulkan semua benda yang berharga.
" Ya, Aku juga menginginkan Istana yang sangat tinggi hingga membelah awan." She Xia Ikut mengumpulkan Mutiara kerang langit membayangkan bagaimana megahnya Istana yang mereka ciptakan nantinya.
" Bukan hanya terbesar dan terkuat, tapi juga paling indah di seluruh alam semesta." Long Que Zhu juga membayangkan bagaimana indahnya tinggal di Istana bersama suami dan anaknya.
" Tentu saja aku akan memberikan yang terbaik untuk semua keindahan yang aku miliki." Tentu Ryu ingin menciptakan Istana yang paling indah yang mampu mengimbangi kecantikan Istrinya layaknya Dewi-Dewi.
Sementara itu Pasukan Semesta terus fokus mengumpulkan mutiara kerang langit. Mereka juga setuju dengan ide Ryu, tentu karena semua Istri Ryu sangatlah layak tinggal di Istana yang Indah dan megah.
Tidak lama kemudian, mereka disambut dengan tumpukan batangan emas, Batu Pelangi dan Besi Awan.
Dari keempat jenis benda itupun bahkan seperti menutupi lorong besar tersebut.