SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Istana Ular Hijau


Pada keesokan pagi Ryu dan She Xia sudah terbangun dari tidurnya, dimana wanita itu begitu enggan untuk bergegas dari tempat tidurnya.


" Gege... Apa kamu punya waktu untuk menemaniku untuk beberapa hari lagi?" Tanya She Xia sambil menatap wajah Ryu penuh kebahagiaan.


" Baiklah, aku akan menemanimu beberapa hari disini." Ucap Ryu sambil mengusap rambut She Xia yang menyandarkan kepalanya di dada Ryu.


" Terimakasih Gege... Apa kita sudah resmi menjadi suami istri sekarang?" Tanya She Xia sedikit menggoda.


" Mmmm... Tapi lebih baik aku akan membawamu ke suatu tempat." Ucap Ryu seraya memindahkan tubuh mereka ke Dunia Quzhu tepat di atas Ranjang kamar utama Istana Kristal.


" Gege... Apa ini tempat tinggal kalian?" Tanya She Xia sambil memeriksa keadaan sekitar dimana dia merasakan bahwa dirinya telah berpindah tempat.


" Mmmm... Ini adalah Dunia Quzhu yang aku ciptakan. Sebenarnya bukan aku yang menciptakannya, tapi Istriku Sheng Zhishu." Ucap Ryu dengan jujur.


Meskipun Dunia Quzhu adalah ciptaan Sheng Zhishu, namun semua isi yang ada di tempat itu berasal dari Istrinya yang lain dimana mereka saling bekerjasama untuk membuat Dunia Quzhu menjadi lebih hidup.


Ryu juga menceritakan kepada She Xia mengenai Isterinya yang lain, dan juga anak-anaknya.


Namun hal yang belum Ryu ketahui bahwa sepuluh calon Istrinya juga sedang menunggunya di Istana Yexuan.


' Kenapa mereka tidak ada disini? Apa mereka sudah menyelesaikan latihan tertutup?' Batin Ryu saat merasakan Feng Quinlan dan yang lain sudah tidak ada di ruang Kultivasi.


" Xia'er, apa kamu masih bisa berjalan?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah She Xia.


" Sepertinya belum bisa." Jawab She Xia, meskipun sebenarnya dia memiliki efek regenerasi yang sangat cepat.


Ryu mengetahui bahwa She Xia hanya berbohong, namun dia tidak ingin memperpanjang masalah tersebut karena dia berpikir bahwa wanita itu sedang ingin bersamanya.


' Ternyata perasaan wanita memang susah ditebak.' Batin Ryu karena wanita itu sebelumnya menolak mentah-mentah, kini berubah menjadi sosok yang terlihat ingin bermanja.


" Baiklah, aku akan menemanimu." Ryu tidak keberatan dengan sikap manja She Xia, lalu mencium kening wanita itu.


Saat Ryu ingin mengirim pesan jiwa kepada Qin Shuomei dan Li Jilan, kini dia malah mendapatkan pesan jiwa dari kedua Isterinya itu.


' Sepertinya mereka sudah mengetahui bahwa Ratu She Xia sedang berada di sisiku. Ini pasti ulah Xin Chie.' Ryu membatin karena Qin Shuomei dan Li Jilan memberinya waktu selama tiga hari bersama She Xia.


Pada siang hari, kini Ryu dan She Xia beranjak dari tempat tidur menuju luar Istana dimana Ryu memperkenalkan semua Sumberdaya yang ada di Dunia Quzhu.


" Xia'er, kamu boleh mengambil sepuasnya untuk keperluan meningkatkan Kultivasi para Prajuritmu." Ucap Ryu.


" Sungguh? Apa Istrimu yang lain tidak marah?" Tanya She Xia.


" Mereka tidak akan melarangmu. Bagaimanapun, mereka sudah menganggap mu sebagai keluarga mereka. Jadi tidak perlu meminta izin lagi padaku. Di ruang penyimpanan harta juga banyak menyimpan beberapa Pil, Kitab dan yang lain. Kamu boleh mengambil sepuasnya." Ryu tidak ingin terlalu menonjolkan diri kepada siapapun.


Bahkan untuk Ras Harimau Putih saja Ryu hanya meminta kepada Shu Meilu untuk memberikan Harta langit dan Sumberdaya untuk mereka.


" Baiklah kalau begitu. Nanti aku akan mengambilnya, agar mereka bisa melindungi diri saat aku pergi bersama Suamiku." She Xia tersenyum lebar sambil menatap ke arah Ryu.


' Apa aku harus membawa pasukan wanita untuk melakukan perjalanan ke Dunia Tiantang?' Ryu membatin sambil membayangkan jika membawa semua Istrinya melakukan petualangan.


Setelah menjelaskan semua tentang Dunia Quzhu, Ryu kembali membawa She Xia ke Istana Kristal untuk mengisi waktu luang dimana Ryu juga menyerap Inti Roh untuk meningkatkan kekuatan fisiknya.


*******


Pada hari ketiga, Ryu dan She Xia kembali ke Istana Ular Hijau untuk menemui anggota Ras Ular.


Di ruang rapat Istana, kini terlihat She Xia, Ryu dan beberapa sosok para petinggi Istana Ular.


" Salam Yang Mulia Ratu." Para petinggi Istana menyambut kedatangan She Xia sambil melirik ke arah Ryu yang berada di samping penguasa mereka.


" Kalian tidak perlu khawatir, dia adalah Suamiku. Jadi kalian harus menghormatinya seperti menghormati ku juga." She Xia dengan bangga memperkenalkan Ryu kepada para bawahannya.


" Salam Yang Mulia Raja. Maaf atas kelancangan kami." Ucap mereka bersamaan.


Mereka terlihat senang karena sosok yang menjadi pendamping hidup Ratu mereka memiliki latar belakang yang kuat.


" Mmmm." Ryu menyapa ramah kepada mereka sambil mengangguk kecil.


" Xia'er... Silahkan lanjutkan tugasmu, aku harus kembali melanjutkan tugasku. Jika sudah selesai, kamu bisa menemui mereka di Istana Yexuan." Ucap Ryu lalu kembali ke kamar utama Istana.


" Baik Gege... Nanti aku akan kesana." She Xia tersenyum lembut lalu menoleh ke arah para bawahannya.


Begitu banyak pertanyaan dari beberapa sosok yang ada di ruangan tersebut, namun mereka tidak berani bertanya apapun karena bukan dari bagian tugas mereka.


" Jenderal Niu, Untuk sementara waktu aku akan pergi bersama Suamiku. Jadi aku titipkan Istana ini untukmu." She Xia menatap ke arah Jenderal terbaiknya.


" Tapi Yang Mulia Ratu, Hamba tidak pantas menerima tugas ini." Ucap Jenderal Niu karena menurutnya mengemban tugas tersebut merupakan pekerjaan yang sangat berat, mencakup keamanan Ras Ular Hijau.


" Kalian tenang saja, Aku akan memberikan Sumberdaya dan Harta langit kepada kalian.. Dengan begitu, kalian akan bertambah kuat untuk melindungi wilayah kita ini." She Xia mengeluarkan sepuluh Peti besar yang berisi Harta langit dan satu peti besar yang berisi berbagai Pil.


" Yang Mulia Ratu, Ini..." Jenderal Niu sontak kaget saat membuka isi dari Peti tersebut.


Begitupun dengan beberapa sosok yang lain, mereka seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Sesaat Jenderal Niu tersadar dengan Aura yang kuat dari Ratu mereka, sehingga menambah rasa ketidakpercayaan sosok tersebut dengan perkembangan She Xia.


" Selamat Yang Mulia Ratu. Anda telah berhasil mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir." Jenderal Niu terlihat senang dengan pencapaian Ratu She Xia.


Hal itu membuat para petinggi Istana semakin terkejut dengan pencapaian Ratu She Xia yang bisa menerobos dua tingkat hanya dalam waktu tiga hari setelah bertemu dengan Sheng Zhishu dan yang lain.


Mereka pun satu-persatu mengucapkan selamat kepada penguasa mereka atas pencapaian tersebut.


" Kalian juga bisa mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir jika melakukan latihan tertutup dengan bantuan Sumberdaya dan Harta langit ini. Jadi pergunakan waktu kalian sebaik mungkin untuk memperkuat diri." Ucap She Xia.


" Baik Yang Mulia Ratu. Perintah mu adalah hal mutlak untuk kami." Jawab mereka dengan serempak.


" Mmmm... Kalau begitu aku pergi dulu, aku yakin kalian bisa melindungi tempat ini dengan baik." Ucap She Xia.


" Baik Yang Mulia Ratu." Semua langsung berlutut mengambil sikap hormat, dimana She Xia langsung kembali ke kamarnya yang sudah diberi Batu Bintang sebagai alat Teleportasi ke Istana Yexuan dan Istana yang lain milik Ryu dan Istrinya yang lain.