
Ryu memang memegang sebuah prinsip.
Siapapun yang baik kepadanya, maka dia akan bersikap ramah kepadanya. Namun tidak ada kata ampun untuk orang yang berani mengusiknya.
Karena itulah Ryu tidak membiarkan orang yang berbaik hati kepadanya mati di depan matanya.
Slaaash!
Dengan Pedang Naga Petir yang dialiri elemen Kegelapan, memenggal kepala pemimpin perampok seperti memotong tahu.
Swing...!
Ryu kembali berpindah tempat ke arah anggota perampok yang lain.
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Dalam satu kali tebasan, Pedang Naga Petir mampu membunuh tiga orang sekaligus.
" Ternyata dia adalah seorang leluhur yang sudah hidup selama jutaan tahun." Pemimpin prajurit berspekulasi bahwa Ryu sudah berusia jutaan tahun yang baru saja keluar dari latihan tertutup.
Semua yang berada di tempat itu juga memiliki pemikiran yang sama, dimana Kultivator yang bisa melakukan seperti yang dilakukan Ryu hanya orang yang sudah berusia jutaan tahun.
Bahkan para perampok juga terlihat pucat seperti kapas, karena tidak menyangka ada satu sosok yang memiliki kekuatan yang mengerikan.
Nasi sudah menjadi bubur, melarikan diri juga bukanlah keputusan yang tepat. Terpaksa harus melakukan perlawanan, meskipun sudah tau hasilnya.
Tidak lama kemudian Ryu telah berhasil membunuh para perampok tersebut, bersamaan dengan itu dia juga mendapatkan pesan jiwa dari salah satu bawahannya.
" Sekte Gerbang Hitam?" Ryu bergumam, tidak menyangka bahwa sepuluh bawahannya disekap oleh anggota Sekte Gerbang Hitam.
Sesaat Ryu mencoba untuk menggunakan teknik teleportasi untuk mendatangi bawahannya yang disekap, namun tidak bisa.
" Kenapa tidak bisa? Apa karena beda Dunia." Ryu bergumam sambil berjalan mendekati rombongan.
" Terimakasih atas bantuan leluhur kepada kami." Ucap semua rombongan sambil berlutut hingga menyentuh tanah.
Bahkan satu sosok yang dipanggil saudagar Ning juga turun dari kereta untuk memberi hormat kepada Ryu.
" Haaahh... Aku bukan leluhur kalian. Usiaku masih seperti kalian." Ryu tersenyum pahit atas sebutan tersebut.
" Tapi leluhur..." Mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ryu, jika masih berusia kurang dari 40 tahun.
" Berdirilah! Kalian tidak perlu seperti itu." Ryu menggelengkan kepala sambil menatap ke arah mereka.
" Ba... Baik senior." Ucap mereka serempak, dengan sebutan tersebut mereka menganggap itu hal yang cocok untuk Ryu.
" Mmmm... Saat melakukan pertarungan tadi, aku mulai mengingat siapa keluargaku. Keluargaku sedang disekap di Sekte Gerbang Hitam. Apa kalian tau dimana letak Sekte Gerbang Hitam?" Tanya Ryu sambil menatap mereka bergantian.
Mendengar pertanyaan dari Ryu, semua saling berpandangan seakan bulu kuduk mereka berdiri.
Siapa yang tidak mengenal Sekte Gerbang Hitam yang banyak menyimpan kekuatan yang tidak masuk akal.
" Senior... Sekte Gerbang Hitam adalah Sekte terkuat dan terbesar di Dunia Yuzhou ini. Bahkan seluruh Kekaisaran di Dunia Yuzhou tidak berani menyinggung mereka, meskipun harus menggabungkan kekuatan." Ucap pemimpin prajurit dengan tangan gemetar berkeringat dingin.
" Hmmm... Pantas saja mereka bisa disekap." Ryu bergumam sambil mengerutkan kening.
" Senior... Meskipun kami tau bagaimana kuatnya senior, tapi Sekte Gerbang Hitam memiliki kekuatan diluar nalar." Pemimpin rombongan juga ikut bersuara.
" Kalian tidak perlu khawatir. Aku hanya meminta kepada Sekte Gerbang Hitam agar mengeluarkan keluargaku saja. Karena itulah aku meminta kepada kalian untuk memberikan letak Sekte Gerbang Hitam." Ryu merasa tertarik untuk menjajal kemampuannya dan bawahan yang lain.
" Baiklah jika senior memaksa. Kami tidak bisa melarangnya. Yang penting kami sudah mengingatkan." Saudagar Ning mengeluarkan sebuah gulungan peta.
Saudagar Ning langsung membuka peta kasar wilayah Dunia Yuzhou, lalu menunjukkan satu titik.
" Terimakasih saudagar Ning. Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu mengambil peta tersebut, langsung melesat terbang ke arah yang ditunjukkan.
" Saudagar Ning, bukankah peta itu sangat berharga?" Tanya pemimpin rombongan saat Ryu sudah pergi jauh.
" Tidak masalah... Lagi pula nyawa kita lebih berharga dari peta itu." Saudagar Ning melirik ke arah ratusan mayat di sekeliling mereka.
" Gluug." Para pengawal menelan ludah membayangkan bagaimana Ryu membunuh para perampok dengan mudah.
" Lebih baik kita berangkat sekarang! Sepertinya tidak ada lagi halangan." Ucap pemimpin rombongan sambil melirik ke arah bawahannya yang mendapatkan luka ringan saja.
" Ya... Aku harus melaporkan ini kepada Yang Mulia Kaisar. Semoga saja pihak Istana mengirim beberapa orang untuk mengawasi wilayah Sekte Gerbang Hitam." Ucap pemimpin prajurit, karena dia masih penasaran dengan sosok yang baru mereka kenal.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju Ibukota Kekaisaran Sun, karena tidak ingin ada rekan para perampok mendatangi tempat tersebut untuk menuntut balas.
Tentu kelompok perampok tersebut memiliki anggota yang sangat banyak, hampir menyamai sebuah Kekaisaran.
*******
( Wilayah Sekte Gerbang Hitam )
Di sebuah hutan yang sangat luas, Ryu terus terbang untuk mencari keberadaan Sekte Gerbang Hitam sesuai petunjuk dari saudagar Ning.
Namun setelah memakan waktu yang cukup lama, Ryu masih belum menemukan lokasi mereka.
" Sepertinya Sekte Gerbang Hitam sangat sulit ditemukan." Ryu terus melesat di udara sambil mempertajam penglihatannya.
Setelah melakukan penelusuran yang sangat lama, kini Ryu menatap ke arah tengah hutan yang terdapat bangunan besar yang berjejer.
" Dapat." Ryu tersenyum lebar sambil mengirim pesan jiwa kepada bawahannya untuk berkumpul.
Setelah menunggu waktu cukup lama, kini satu-persatu Pasukan Semesta yang lain mulai berdatangan.
Kebetulan hari sudah mulai gelap, Ryu meminta kepada bawahannya untuk beristirahat untuk memulihkan tenaga.
Wuush!
Ryu langsung membuat pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi wilayah tersebut agar tidak diketahui Sekte Gerbang Hitam.
Setelah semua bawahannya sudah pergi ke kediaman masing-masing, Ryu juga kembali ke Istana Kristal untuk menemui istrinya.
" Suamiku, bagaimana keadaan diluar sana?" Tanya Xie Xian.
" Sepuluh dari Pasukan Semesta telah disekap oleh Sekte Gerbang Hitam. Besok pagi aku akan menghancurkan Sekte itu." Ucap Ryu sambil berjalan mendekati Istrinya.
" Suamiku, apa kami boleh ikut?" Tanya Jin Qiu.
" Ya... Tapi kalian harus berhati-hati. Aku tidak ingin kalian terluka sedikitpun." Ryu tidak ingin semua keindahan yang dia miliki tergores sedikitpun.
" Suamiku, kami masih bisa menjaga diri." Ucap Huang Que Yun sambil melirik ke arah bagian belakang Ryu.
" Apa yang kamu lihat? Apa ekorku terlihat lucu?" Ryu senyum masam karena semua Istrinya melirik ekornya.
" Sedikit lucu... Tapi tetap saja terlihat tampan." Jiu Wei Hu sambil menggoda suami mereka.
" Ekor kalian juga terlihat lucu. Terlebih untuk kalian." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah 70 Peri cahaya yang memiliki ekor dan sepasang tanduk berwarna keemasan.
Sedangkan 22 Istrinya yang lain juga memiliki ekor dan sepasang tanduk berwarna hitam.
Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Rate 🌟5